Semangat Itu Akan Slalu Ada

(Ratna Fri)

Pagi ini ini ketika aku membaca postingan dari G. Lini tentang Pak Tino Sidin, aku jadi teringat oleh sosok seseorang yang memiliki semangat yang sama dalam mengajar anak-anak usia sekolah. Aku salut banget sama orang satu ini, aku mengenalnya tahun 2003 dia sangat dekat dengan anak-anak, dan karena anak-anak lah dia berjumpa dengan wanita yang sekarang menjadi istrinya. Kak Wawan kami biasa memanggilnya, dia sangat aktif di gereja khususnya sekolah minggu, dia begitu kreatif ketika mengajar dan membuat kelas jadi tidak monoton, caranya bicara dan gayanya ketika bercerita sering membuat murid-murid sekolah minggu tertawa dengan ceria. Keakrabannya dengan dunia anak-anak ini sering kali membuatku iri, aku juga ingin memiliki semangat seperti dia yang dapat membangkitkan semangat cinta dan kasih di dalam diri anak-anak. Selama 6 tahun aku tidak berjumpa dengan Kak Wawan dan tidak aktif kegiatan di gereja karena kepindahanku ke kota besar. Baru-baru ini aku mulai aktif di sekolah minggu, dan betapa terkaget-kaget nya aku, sekolah minggu yang sekarang muridnya lebih banyak tapi kekurangan pembina. Selain itu ada 2 kali pertemuan di setiap minggunya, hari Sabtu khusus untuk anak-anak yang mau ikut koor, dan hari minggu pagi sekolah minggu seperti biasa.Yang membuatku terkagum-kagum adalah yang ikut koor banyak, dan suara anak-anak itu merdu sekali, tidak ada batasan umur berapapun yang boleh ikut, kalau aku liat anak usia 4 tahun juga sudah bisa ikut. Ketika aku bertanya pada salah seorang teman siapa yang memiliki gagasan ini, dan ternyata gagasan itu berasal dari kak Wawan, dia yang mengajar menyanyi. Setiap kali menyanyi ada gerakan tertentu yang di sesuaikan dengan lagu, sehingga anak-anak dapat menyanyi sekaligus membuat gerakan yang indah. Kak Wawan juga kreatif dalam menciptakan lagu, dia juga sering menganti syair lagu yang sedang popular saat ini untuk disesuaikan dengan anak-anak. Aku ingat satu lagu yang baru di nyanyikan oleh ”Nicholas Children Choir” ( nama koor sekolah minggu Paroki Atmodirono ) pada saat acara pelepasan Romo Paroki kami, pasti kita tahu khan lagunya ”nona manis sapa yang punya, nona manis sapa yang punya, nona manis sapa yang punya, yang punya kita semua”

Oleh kak Wawan syairnya di rubah jadi begini :
”ingat-ingat itu remmeber, jangan lupa itu don’t forget, kami cinta Romo we love you, hanya Romo only you”
Kreatif bukan, dan masih banyak lagi yang sudah dia lakukan untuk anak-anak ini.

Di tengah kesibukannya sebagai seorang kepala rumah tangga, pekerjaannya dan kuliah, dia masih bisa menyempatkan waktunya untuk anak-anak sekolah minggu, dia juga tak peduli dengan apa yang akan dia dapatkan. Yang penting baginya dia bisa membagikan kelebihannya untuk bisa berbagi. Suatu sikap dan tujuan yang patut kita tiru, bukan karena ingin di lihat dan di puji tapi untuk dapat memberikan yang terbaik dari yang kita miliki.

By : Ratna Fri

Semarang, 25 Agustus 2009

Baca juga

  • cinta kita
  • Bagai Rembulan Merindukan Mentari
  • Sobatku Bernama Iin
  • Shakti And The Shooting Stars ( Middle Part 2 )
  • takkan pernah
  • The Help
  • Kunang-kunang
  • The Voice
  • Review dari Melly Sutjitro – Serpong
  • Jangan mengeluh

Leave a comment

Your comment