Tas Punggung Buat Rici
(Ratna Fri)
Patricia namanya, tapi dia biasa di panggil Rici, seorang gadis yang baru saja menginjak remaja. Dia berusia 14 tahun dan masih duduk di kelas 3 SMP. Gadis ini suka sekali membantu ibunya di dapur, dia suka memasak terutama membuat kue – kue kering dan cake ulang tahun. Dan itu sudah menjadi keahliannya di saat para remaja sekarang ini lebih suka di sibukkan pergi ke mall dan berdadan, tapi Rici lebih suka menyalurkan kreatifitasnya dengan memasak. Ini sangat membantu ibunya dan sering kali pada saat perayaan Natal tiba Rici di minta ibunya untuk membuat cake dan kue – kue kering yang akan di suguhkan ke tamu yang datang berkunjung ke rumahnya. Bukan itu saja jika saat Lebaran tiba Rici juga di minta tolong oleh nenek nya dan tantenya, dan ini yang membuat Rici sangat menyukai hobinya. Dengan hobinya ini dia bisa membantu dan membuat orang lain senang.
Keluarga Rici adalah keluarga yang sederhana sekali, ibu dan ayahnya seorang guru yang mengajar di sekolah negeri di kota Yogya. Rici sendiri lahir sebagai anak tunggal. Kedua orang tuanya sangat sayang padanya tapi mereka tidak memanjakannya. Rici di ajarkan hidup sederhana, mandiri dan tidak di biasakan oleh ibunya bahwa setiap keinginannya bisa terpenuhi. Masih teringat jelas dalam ingatan Rici saat dia masih duduk di kelas 3 SD, dia pernah menginginkan sebuah tas sekolah karena tasnya yang lama sudah rusak, dan untuk beberapa bulan dia harus menabung dari uang sakunya untuk membeli tas itu. Dan saat dia memecahkan celengannya dia sangat senang karena hasil tabungannya cukup untuk membeli tas yang di inginkan.
Pada pertengahan bulan Mei ini, tante Rini adik dari ibu Rici akan melangsungkan pernikahan, dan Rici di minta bantuan untuk membuat cake sebanyak 10 loyang. Rici dengan senang hati membantu tantenya. Dan mulailah dia di sibukkan dengan membeli bahan – bahan roti yang terdiri dari tepung terigu, gula halus, mentega, kismis, ovalet, panili, dan telur. Semua bahan sudah terbeli, dan mulailah Rici beraksi di dapur, ia di bantu saudara sepupunya Sisca untuk mengerjakan semuanya. Rici mengerjakannya dengan hati penuh semangat walaupun sangat melelahkan tapi Rici tidak mengeluh, dia sangat tekun mengerjakan tugas yang diberikan padanya. Dan hasilnya 10 loyang roti ini berhasil dengan sukses dibuat olehnya. Rici bersyukur sekali bahwa pekerjaan telah selesai dan hasilnya sangat memuaskan dan tante Rini sangat senang dan memuji Rici.
Pada keesokan harinya saat resepsi pernikahan telah usai, tante Rini memanggil Rici untuk masuk ke kamarnya. Kamarnya indah sekali banyak bunga – bunga di taruh disitu dan baunya harum sekali , kado – kado pernikahan juga tertata rapi di kamar tante Rici, ada sebagian kado yang telah di buka, di situ Rici melihat ada tas punggung cewek berwarna hitam. Lalu tanteku berkata “ Rici kamu mau di kasih apa? Pilih aja Ci? Kemudian Rici meraih tas punggung yang memang sudah lama dia inginkan, tapi dia tidak berani meminta pada orangtuanya karena harganya mahal. “ Boleh gak aku ambil yang ini tante “ sahut Patricia
Tante Rini belum menjawab pertanyaannya tapi tiba-tiba tante Dewi masuk ke dalam, dan dia melihatnya memegang tas punggung itu. Terus dia merebut tas punggung itu sambil berkata “ Lho itu khan sudah aku minta, ini buat dek Sisca “ seru tante Dewi
Tidak bisa di bayangkan perasaan Rici saat itu, kaget, sedih dan kecewa semua bercampur aduk menjadi satu. Tante Dewi adik ibu Rici yang no 2, dia orang berada dan Rici yakin tante Rini mampu untuk membeli 10 tas punggung seperti itu untuk Sisca, tapi kenapa dia tega merebutnya dari seorang gadis yang baru saja berumur 14 tahun.
Rici hanya terdiam dengan sedih dia berkata “ Oooo buat dek Sisca yach, ini tante tasnya, aku tadi cuma liat – liat aja”
Tante Rini memandangnya dengan penuh tanda tanya takut kalau-kalau Rici marah dan menangis, tapi dia juga tidak berani menentang kakaknya. Lalu tante Rini berkata “ Rici ini masih ada tas bagus, kamu ambil yang ini saja yach”
“Iya tante, makasih yach “ sahut Patricia
Dengan hati yang penuh dengan kesedihan Rici berlari meninggalkan kamar itu dan dia pulang ke rumah, sesampainya di rumah Rici masuk ke dalam kamar lalu menangis dengan keras. Dia berkata dalam hatinya kenapa tante Dewi bisa begitu tega membuat hatinya menjadi sedih seperti ini, dan kenapa dia tidak bisa mendapatkan sesuatu yang di inginkannya. Tidak lama kemudian Ibu menemuinya, mulut Rici terkunci dan tidak berani menceritakan hal ini pada ibunya. Namun ternyata ibunya tau apa yang di alami Rici, karena tadi ibunya juga berada di luar kamar tantenya.
Lalu ibunya berkata “ Kenapa nak, kenapa kamu menangis, apa karena kamu tidak mendapatkan tas itu, setelah apa yang kamu lakukan untuk tante Rini “
“ Gak ko Bu, Rici gak kenapa – napa, Rici cuman sedih aja “ jawab Rici sambil sesenggukan
“ Rici kita memang tidak akan selalu mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, tapi kita harus mensyukuri apa yang telah kita dapatkan dari Tuhan “ tambah ibu Rici
“ Iya ibu Rici tau, walau Rici sedih tidak bisa mendapatkan tas itu, tapi Rici sudah dapat gantinya, ini tasnya baguskan Bu” kata Rici sambil menghapus air matanya, lalu dia memperlihatkan tas itu pada ibunya.
“Nah tas ini bagus juga khan ? “ tambah ibunya
“Iyach bagus, cuman tidak cocok buat ke sekolah Bu “
“ Ini cocoknya di pakai buat ke pesta, dan lebih cocok lagi kalau Ibu yang pakai “ kata Rici sambil tersenyum
“Nach gitu donk jangan sedih lagi yach, anak ibu paling cantik kalau tersenyum “ kata ibunya sambil memeluk Rici
“Iya ibu, Rici gak akan sedih lagi” kata Rici
Dua bulan kemudian saat liburan sekolah tiba, Rici berkunjung ke rumah tante Dewi di Pemalang. Rici di temanin kakeknya berlibur di sana. Senang sekali bisa liburan bersama dan bisa main dengan saudara – saudara sepupu. Rumah tante Dewi sangat besar, di banding rumah Rici di Yogya dan kalau di hitung – hitung rumah tante Dewi 4 kali lipat luasnya dari rumah Rici.
Rici di persilakan masuk dan dia sudah di siapkan kamar oleh tante Dewi selama dia menginap di sana. Entah kenapa tiba – tiba pandangan Rici tertuju pada sebuah benda hitam yang ada di kamar itu, Rici melihat benda itu dan dia meraihnya, yach Tuhan ini khan tas yang diinginkannya beberapa bulan yang lalu, kenapa tas ini tidak di rawat dengan baik padahal baru 2 bulan tas itu di pakai tapi sudah rusak dan berdebu, juga sudah tidak di pakai lagi oleh dek Sisca. Dalam hati Rici sedih sekali tapi dia tidak mau menangisinya, Rici sudah bisa belajar tentang sesuatu hal bahwa dia tidak akan selalu mendapatkan sesuatu sesuai yang dia inginkan, namun dia harus berusaha untuk menjaga, menghargai dan mensyukuri apa yang sudah dia dapatkan saat ini.












