selamat malam, ujar matamu ramah
(Rebbeca Kezia)
Dari seribu sekian mata yang kukunjungi malam ini,
Matamu seolah menyapaku
Di antara mata yang merayu
Memaksakan gairahnya melalui tatapan
Matamu dengan sederhana menyapaku
Sapaan matamu yang lembut
Mengusapkan kehangatan di sekujur arteri nadiku yang beku oleh udara
Dan menyatakan ketulusan yang tak bernilai
Dimanakah akan kujumpai lagi matamu yang menyapa
Sebab, di antara ribuan mata itu
Matamu yang paling cepat berlalu












