CARA JITU HADAPI MORNING SICKNESS
(Rini Giri)
Ini sebuah pengalaman pribadi ketika kandunganku mulai berusia delapan minggu dan rasa mual serta pusing melanda hari-hariku. Untuk kaum perempuan yang sedang menanti kelahian buah hatinya, di manapun anda berada.
- Mandi dengan air hangat. Air hangat memberi efek menenangkan dan memanjakan sehingga membantu melawan mual dan pusing.
- Gosok gigi pada saat perut kosong. Biasanya jika gosok gigi dan lambung terisi makanan, kita akan cenderung mual dan ingin muntah jika sikat gigi atau pasta gigi menyenggol rahang atas atau pangkal lidah. Gosok gigi saat perut kosong tetap akan bikin mual tapi paling tidak kita tidak akan muntah sebab tak ada makanan di lambung. Misalnya saat bangun tidur atau malam menjelang tidur.
- Jika mulai mual dan ingin muntah, ambil nafas panjang dan hembuskan pelan. Berulang-ulag. Sambil berpikir positif dan menanamkan sugesti dalam diri bahwa memuntahkan isi lambung berarti mengurangi asupan gizi bagi janin kita.
- Menyanyi, mendengarkan musik kesukaan, sambil goyang santai, menghayati lagu-lagu yang kita dengar, bisa mengurangi rasa nek. Biasanya mual melanda antara jam 09.00 sampai 16.00. Pakai waktu luang itu untuk berasyik masyuk dengan musik atau lagu2 kesukaan. Selain mengurangi mual kita, musik juga bagus bagi ketenangan batin dan pertumbuhan sel2 otak janin.
- Makanlah menu yang benar-benar terlintas di pikiran anda. Jika anda tidak bisa makan suatu menu karena nek saat melihat atau mencium baunya, jangan paksakan.
- Tidur atau istirahat sabil berbaring cukup ampuh untuk mengurangi mual dan pusing.
- Melakukan gerakan ringan untuk mengendorkan ketegangan. Misalnya jalan-jalan santai dan pelan di sekitar rumah, gerakkan kepala, tangan dan kaki.
- Minta obat mual dan pusing pada dokter kandungan anda.
- Kerjakan tugas-tugas rumah tangga saat benar-benar sedang mood. Jangan paksakan diri. Kalau jadi nek gara-gara masak ya beli makanan matang saja untuk keluarga.
- Jangan sungkan-sungkan bilang pada suami dan anak-anak bahwa anda sedang butuh dukungan mereka.
- Jika sedang kehilangan semangat untuk seks, katakan terus terang pada suami. Tidak perlu memaksakan diri atau meratapi diri karena tiba-tiba gairah yang biasanya menggebu turun drastis. Kemesraan dan kasih sayang suami istri kan bukan melulu coitus. Bisa saja selama dilanda morning sickness diganti dengan saling pijit atau belai-belai perut sambil ngobrol sama si jabang bayi. Bilang saja sama suami,“Sorry ya Yang, ntar deh kalau gua udah normal lagi bakalan gua rapel!!!”
- Jika ada uang lebih, tak ada salahnya manjakan diri ke salon. Cream bath, pijat refleksi, facial, atau kerokan. Bener-bener bikin santai dan rasa mual sementara hilag melayang. Minta krim yang baunya anda suka dan tolak yang baunya bikin nek.
- Pilih pewangi, sabun, detergent, parfum, dll yang aromanya tidak mengundang rasa mual anda. Terus terang saja pada anggota keluarga yang lain jika anda tiba-tiba jadi sebel sama aroma parfum atau kosmetik mereka. Minta mereka mengganti, memakai jauh2 dari anda, atau tidak memakai sementara.
Setidaknya itulah yang bisa saya tulis untuk para calon ibu. Semoga anda melalui masa kehamilan anda dengan penuh syukur dan rasa damai bahagia. Ibu hamil kadang memang sangat sensitif dan merasa tak ada seorangpun yang bisa paham akan kondisinya. Dukungan keluarga dan orang-orang dekat sangat berpengaruh positi bagi kesehatan kehamilannya. Bukankah jika kelak bayi sudah lahir akan menjadi berkah bagi semua orang? Maka, mari kita dukung dan sayangi ibu-ibu yang tengah hamil ini. Semoga sehat dan kuat sehingga kelak bisa melahirkan dengan lancar dan selamat. Amin.
Salam dan doa,
Rini Giri












