Yang Penting Senyum

(Sebastian Ranla)

“Moleng! Pisang gorengnya masih panas lho, Pak…” Aku berhenti dari membaca dan mulai memperhatikan penjual makanan ringan itu dalam kapal motor yang hendak membawaku ke tempat aku bekerja. Aku tersenyum ketika dia menawariku sebungkus moleng sambil berkata, “Cuma lima ribu rupiah, Pak.” Aku menggeleng sambil memberi isyarat dengan menunjukkan biskuit yang sudah lebih dulu kubeli. “Tak apa-apa, Pak. Yang penting: Senyum!” Lalu dia meninggalkanku dengan senyum sumringah di wajahnya dan mendatangi penumpang lain sambil tetap tersenyum.

“Namanya Lodi,” kata penumpang di kiri tempat dudukku ketika kutanyakan namanya. Dia sudah berkeluarga dan anaknya bahkan sudah di bangku SMP. Kegiatannya sehari-hari adalah menjual moleng dan pisang goreng di dalam kapal motor yang hendak berangkat ke tempat lain. Agak aneh pekerjaan ini di lakukan oleh seorang bapak keluarga, paling kurang di daerahku, karena jenis pekerjaan ini, yang menuntut orang menawarkan dagangannya sambil meneriakkan jenis barang jualan, lazimnya dilakukan oleh anak-anak usia Sekolah Dasar ataupun remaja belasan tahun. Tapi, ah… Apa urusanku dengan hal ini? Bagiku yang penting pekerjaannya halal dan ditujukan untuk menghidupi keluarganya. Di jaman orang sulit mendapatkan pekerjaan karena kurangnya lapangan pekerjaan ini, kreativitas Pak Lodi mestinya diberi acungan dua jempol.

Aku belum tertarik untuk membahas perjuangannya menjadi seorang penjaja moleng dan pisang goreng karena kami belum terlibat dalam percakapan pribadi. Mungkin lain kali ketika bahannya sudah didapatkan. Aku juga belum tertarik membahas penampilannya yang agak berbeda dari para penjaja makanan ringan yang lain dalam kapal motor. Dia memang lebih necis dari yang lainnya. Tetapi itu bukan yang menjadikannya lebih menarik dari yang lainnya, paling kurang bagiku. Dia menjadi menarik oleh karena SENYUMNYA. Dia selalu menawarkan barang dagangannya dengan tersenyum kepada siapa saja tanpa pandang usia dan penampilan. Kepada seorang anak kecil, dia akan tersenyum sambil berkata, “Dik, molengnya masih panas lho…” Hal yang sama dibuatnya pula untuk seorang remaja, orang dewasa, ataupun seorang nenek. Senyumnya akan tetap menarik manakala menyapa seorang yang berpakaian apa adanya dan seorang yang necis berpakaian bak pejabat. Sungguh luar biasa!!!

Dan yang lebih luar biasa adalah ketika dia mengajak semua penumpang untuk tersenyum. “Yang penting: senyum!” Beli atau tidak, yang penting senyum. Maka kehadirannya selalu membawa kesegaran. Bukan hanya karena senyumnya. Bukan! Dia mengajak semua orang untuk tersenyum dan mencairkan kebekuan para penumpang yang sendirian di tengah himpitan orang dan barang dalam kapal motor. Mungkin dia memahami kata bijak “Tersenyumlah dan dunia akan tersenyum bersama Anda”. Mungkin juga tidak. Mungkin ini sebuah strategi penjualan yang telah dipelajarinya sebelumnya untuk meluluhkan hati para pembeli. Ataukah dia sedang tersenyum menghadapi hidupnya yang susah dan menekannya? Aku tak tahu dan mungkin tak perlu tahu. Namun di mataku, dia telah memberi warna lain dengan menciptakan suasana akrab di antara orang-orang yang mungkin tak saling kenal sebelumnya.

“Moleng! Pisang goreng!” tawarnya sekali lagi ketika lewat di samping tempat duduk. Aku tersenyum dan dia membalasnya ramah. “Yang penting senyum Pak!” Iya Lodi… Yang penting: Senyum. Alangkah indahnya dunia ini bila semua orang tersenyum karena senyum a

Baca juga

  • Welcoming New Chapters of Our Life in 2011
  • because I can hear
  • Tawa BAHAGIA
  • Peringatan Trisuci Waisak 2554 BE / 2010
  • BLACK SWAN
  • Mudah Saja
  • 3 Tahun di hatiku
  • Ketika Tuhan Menunda Sesuatu…
  • PITA DAN PAK JACK
  • Lentera Jiwa

Comments (4)

Thilio ChristineOctober 16th, 2009 at 2:06 pm

walau ak lg riweuh, ak usahain senyum tuh… klo ndak ya… senewen terus deh seharian… salam kenal ya

Ahmad Olie SopanOctober 17th, 2009 at 8:14 am

katanya beberapa teman-temanku aku murah senyum dan senyumanku juga manis, walau sedang menahan lapar karena belum bertemu nasi 2 hari (berkah lagi dari Tuhan untuk senyum yg selalu hadir di wajahku)…salam kenal semua…

ImeldaOctober 17th, 2009 at 1:01 pm

senjata paling ampuh untuk melunakkan hati seseorang adalah senyuman … nice note =)

ranlaOctober 23rd, 2009 at 6:52 am

Salam kenal jg Thilio… Sudah kamu tersenyum hari ini?

Leave a comment

Your comment