yang alpa terisak
(Shafira Sulaiman)
nda…
ada tangis dari lentik mata senja
pun ilalang tak cukup seka
aku hanya diam saja, dan tawarkan sepi
bukan aku tak nyala, nda..
aku hanya pasang redup sekejap
agar tak gegas suara diciduk setan
tak ingin berkabar tanpa fikir dijalankan
nda,
tangismu terbaca di bait pagi
meski alpa jua kurapal rabhitah yang sama
meski alpa kusisip nama dalam penggalan do’a
nda, sabarlah
alamat rindu ini kukirim dalam potongan suara
Banda Aceh, 4 Februari 2010
(puisi lama)
?












