Ilustrasi Kehidupan Tanpa Nada
(Shandra Syailendra)
Dia.
Segalanya yang mengilhami setiap detak.
Menyediakan tempat untuk kurajut, namun lalu terberai.
Begitulah dia.
Tanpa nada dan irama, datar.
Tapi begitulah aku mengaguminya.
Mengagumi setiap datar iramanya dan kosongnya nada.
Di balik itu dia bergejolak, mungkin juga bergemuruh.
Aku tak tahu.
Karena ia hanya datar.
Konstan yang bergerak namun sempat membuatku terberai.
Dia.
Kubertanya pada dia.
Akankah yang datar tanpa nada dapat melahirkan sebuah ilustrasi?
Ada.
Perasaan ini ilustrasinya.
Dan silahkan menelaahnya.
Tebet, 11 feb 2010
Tertarik dengan yang ini?
February 11th, 2010 in
Shandra Syailendra | tags:
Cinta,
Puisi