kamu, kamu, rumitmu dan aku
(Shandra Syailendra)
Seandainya saja kau tahu begitu megah perasaan yang telah terbangun ini. tak hanya aku, tapi kau pun ikut andil.
Mengapa kini dengan semena-mena kau robohkan begitu saja hanya karena kebingunganmu yang aku tak tahu apa?
Susah payah aku mengumpulkan satu persatu pengharapan sehingga telah hampir mendekati sempurna, bahkan dalam setiap doaku pun tak lupa aku meminta agar kau nanti yang menyempurnakannya.
Tapi tidak! Ternyata kau terlalu angkuh untuk mengakui kalau hidupmu dan hidupku akan indah bila kita tahu bagaimana mengatur porsinya. Mengatur alirannya hingga tak harus menyesatkan salah satu dari kita. Tapi kini kau melakukannya. Kau bahkan menenggelamkanku lagi dalam keterpurukan. Kau pelakunya.
Kau terlalu egois untuk bisa mengerti. Jangankan untuk mengerti dirimu. Kau bahkan tak menyediakan tempat untukku agar aku bisa mengertimu. Kau bahkan tak membiarkan waktu dan alam mengerti dirimu. Kau terlalu angkuh untuk itu. Lalu bagaimana kau dapat mememahami aku? Apakah aku hanyalah makanan penutup untukmu. Bukan sesuatu yang penting seperti bagaimana aku menganggapmu?
Tebet dini hari













ehem…….sabar Shan…terkadang para pria memang membingungkan…..sukanya mbulet koyok tumo suwal……disayang salah…gak disayang apalagi…….! Jd dlm hal ini dirimu harus berada di pihak yg tegas…..gas…..”maumu apa sih sayang???” ngono loh….. (manthuk2 gaya mbak Meike Rose ^^)
iya mbak bener tuh…gpp tapi kan jadi tulisan hihihi..semangat!!!!!