kemuning Yang Menguning
(Shandra Syailendra)
Kemuning yang menguning
Kemuning!
Yang harus jadi wanita diusia dini.
Yang memikul berat hidup tanpa dapat memilih.
Yang hampir tak pernah mengernyitkan dahi.
Kemuning adalah senyum dan tawa.
Hampir tak pernah tampak mendung dalam kemuning.
Padahal?
Padahal kemuning adalah sepi. Ia sendiri. Ia menangis. Ia sakit. Ia tragis.
Tapi ia tetaplah kemuning.
Berwarna, bergejolak. Berusaha!
Ia rindu disentuh. Apalagi dipayungi. Jangan ditanya.
Hanya berani rindu saja, bahkan inginpun tidak.
Kemuning tak pernah berani berharap. Tapi ia sering berandai.
Seperti kini. Kemuning tak dapat menjadi kuning.
Kemuning hanya mengagumi. Menikmati yang sesaat ini. Hanya seorang diri.
Kemuning yang ragu karena miliknya percaya telah habis
Ia! Kemuning ingin dia. Tapi kemuning tak berani. Tak berani menguning atau menjadi kuning. Padahal ia adalah kemuning.
Kemuning tetap sendiri. Kemuning masih sendiri. Mungkin akan selalu sendiri
Entah?












