mungkin aku memang suka kau buat cemas
(Shandra Syailendra)
Anganku terambang diantara sekelumit kerumitan tentangmu.
Aku diam. Kutenangkan diriku. Kuatur nafasku yang mulai tersengal karena balutan kecemasan. Dimana kau? Mengapa kau diam? Tidakkah kau merindukanku?
Aku menganalogikan cerita ini seperti roller coaster, naik turun. Kadang kau diatas, kadang pula kau di bawah. Mencemaskan. Tapi itu yang kusuka. Aku suka kau buat cemas. Sangat suka. Entah!
Oh, aku tak tahu harus bagaimana berkata.
*mungkin kau tak pernah tahu kalau aku hanya berpura-pura suka dengan cemas ini, atau karena aku harus melahapnya karena aku suka kau?
September 2009 (diawal)












