Teman, Apakah Masih Boleh Kau Kupanggil Teman?

(Shandra Syailendra)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009

Tiga puluh dikalikan lima dan tiga puluh satu dikalikan tujuh hasilnya adalah tiga ratus enam puluh lima.

Teman, kalau boleh aku memanggilmu itu.
Ingatkah kau, betapa indahnya kala itu, saat kita berdua berbagi awan, bergulingan tanpa peduli embun yang setetes demi setetes membasahi kita?
Aku masih ingat, teman.
Lalu lagi-lagi teman, ingatkah kau, betapa indahnya kala itu, kala kita berbagi ranting seperti dua burung gereja yang kelelahan tersapu derasnya angin?
Aku masih ingat teman
Dan teman, sekali lagi aku bertanya masih ingatkah kau? Masih ingatkah kau janji yang pernah terucap dari kedua bibir kita?
Aku masih ingat teman.

Kini aku akan bercerita, teman.
Aku ingat kau yang begitu baik karena pernah merangkaikan kata menjadi gula-gula penghapus luka. Aku masih ingat teman.
Aku masih sangat mengingat bagaimana dengan gagahnya kau meminjamkan ruang untuk menambah sempitnya ruang dalam hatiku. Kau yang begitu dermawan.
Aku pun masih ingat bagaimana debu, hujan, panas, jarak bahkan waktu tak pernah menjadi hama untuk kita. Kau ada dalam ruang yang tadi sempit. Dan kau nyata terengkuh bahkan kau dekat.

Teman, biarkan kali ini aku bicara.
Tahukah kau janji itu tetap terpatri kekal walau kini aku menjadi bertanya apakah masih layak kau kupanggil teman? Kau pasti sudah melupakan aku karena kau telah mengenal hama jarak dan hama waktu. Teman, kau pernah berjanji. Kau akan tetap menjadi yang terindah walau waktu memakan usiamu. Dan aku akan tetap berhenti disini dan akan menjadi pundak yang tak termakan waktu. Kau tentu telah lupa. Tiga ratus enam puluh lima hari yang lalu kita berjanji kita akan bersama tepat dihari ini, untuk saling mengenang. Tapi kau tak pernah datang.
Teman, aku tak akan menunggu. Dan kau tak perlu berharap, karena walaupun begitu tak pernah di hatiku kau gelap, untukku 365 hanya nominal yang akan diteruskan sampai ajal. Sebuah ingatan akan berlanjut mungkin tak seperti dahulu terhanyut. Tapi ini konstan, dinamik, fluktuatif yang aktif. Tetap dan menetap.

# saya rindu si teman #

Tertarik dengan yang ini?

Comments (6)

shinta mirandaSeptember 8th, 2009 at 8:04 am

merangkaikan kata menjadi gula-gula penghapus luka…? teks yang tidak biasa, tapi menurut aku kurang pas, ya….menurut aku, lho !
yang lainnya….bagus…menurut aku, lho !

Angel LiSeptember 8th, 2009 at 10:28 am

hehe… aku juga mau nanya soal gula-gula ;-p

banuSeptember 8th, 2009 at 12:39 pm

aku kah teman yg kau maksud itu….?? ;-)

LiniSeptember 14th, 2009 at 8:08 am

bagus!

And The Winner Is…November 4th, 2009 at 5:17 pm

[...] Teman, Apakah Masih Boleh Kau Kupanggil Teman? (Shandra Syailendra) [...]

[...] Teman, Apakah Masih Boleh Kau Kupanggil Teman? (Shandra Syailendra) [...]

Leave a comment

Your comment


nine − = 7