to be overwhelmed with pain

(Shandra Syailendra)

Saya sedang lupa bagaimana bersahabat dengan perasaan.
Seingat saya, beberapa minggu yang lalu saya masih bersamanya, bersama dengan perasaan yang bertumpuk seperti setoples gula yang terletak tak jauh dari tempat saya menulis saat ini. Manis.

Sudah beberapa hari ini saya tidak merasa. Apakah saya juga lupa rasanya? Kemarin saya melahap semengkuk bakso yang idealnya bercitarasa gurih, pedas, asin, dan ada sedikit manis karena saya bubuhi sedikit kecap di dalamnya. Tapi? Lagi-lagi saya tak merasakan apa-apa. Hanya hambar, tanpa rasa.

Saya sendiri tak tahu apakah ada yang salah dengan lidah saya?
Mungkin ia terlalu takut merasa. Takut akan kehilangan semua rasa itu dan malah menutup diri dari merasa.

Itu tadi. Tadi sekali. Tadi ketika saya sedang asyik dengan saya. Ketika saya asyik dengan meracik hingga saya lalu tidak merasa. Atau sebenarnya saya berbohong? Kamu tentu saja tidak tahu. Bahkan kamu seperti tidak mau tahu. Kamu tidak akan pernah tahu karena hanya saya yang tahu. Ini subjektif, karena ini kacamata saya. Ini ruangan saya. Ini mangkuk saya. Ini nafas saya. Ini jantung saya. Ini hati saya.

Dan kini tiba-tiba saja saya teringat. Sebelum saya berkata saya tidak merasa, bukankah saya merasakan suatu rasa yang sangat mendominasi. Sebuah perasaan yang lalu saya tampik. Saya bersembunyi. Saya berpura-pura. Tapi tetap saja ia ada. Saya adalah pembohong. Saya tak bahagia. Saya tanpa daya. Dan saya adalah menyedihkan. Mengapa? Karena kamu. Ya, kamu!

Kemarahan dini hari
Tebet ditemani MONO dan Sigur Ros

Baca juga

  • BUKAN CINDERLELA
  • (Seri Wanita Tangguh) Day 2 – Pagi
  • BAHAGIAnya Reunian
  • Di Mana Kunci Jiwaku?
  • Ajarku
  • Menjadi Orangtua
  • HE is GREAT
  • Apalah Arti Bayangan
  • I’M A BIG BIG GIRL_6: FINDING LOVE ON EARTH
  • surat menguning

Comments (1)

[...] be overwhelmed with pain to be overwhelmed with pain Posted using ShareThis February 10th, 2010 in Shandra [...]

Leave a comment

Your comment