Tak ada bedanya

(Simon Nagari)

Samar-samar kudengar Ebiet melantunkan lagu “Apakah ada bedanya,” kudengarkan dengan cermat, dan aku tulis diselembar kertas lusuh liriknya,

Apakah ada bedanya
hanya diam menunggu
dengan memburu bayang-bayang
sama-sama kosong
kucoba tuang kedalam kanvas
dengan garis dan warna-warni yang aku rindui

apakah ada bedanya bila mata terpejam
pikiran jauh mengembara menembus batas langit
cintamu telah mebakar jiwaku
harum aroma tubuhmu menyumbat kepala dan pikiranku
dibumi yang berputar pasti ada gejolak
ikuti saja iramanya isi dengan rasa
di menara langit halilintar bersahut
aku merasa tak terlindung terbakar kegetiran
cinta yang kuberi sepenuh hatiku entah yang kuterima
aku tak peduli
aku tak peduli

apakah ada bedanya
ketika kita bertemu dengan saat kita berpisah
sama -sama nikmat, tinggal bagaimana kita menghayati
dibelahan jiwa yang mana kita sembunyikan
dada yang teluka, duka yang tersayat, rasa yang terluka

Aku mulai tersadar dan tersenyum, banyak lagu yang aku kenal, banyak lagu yang aku sukai, semuanya mencerminkan langkah dan peristiwa hidup ini, kenapa aku lupa ya?, bukankah aku selalu mencoba menghayati semua lagu yang tercipta, bukankah aku selalu berusaha untuk mencari arti dan maksud sebuah lirik lagu yang ditorehkan sang pencipta. Kenapa tak aku hayati semua lirik ini, agar aku tak lagi terpuruk dalam sebuah bayang-bayang.

Ya, mengapa seseorang bisa membawaku dalam sebuah kebimbangan, menyumbat semua otakku, menyumbat semua realita, bukankah semuanya hampir tidak pernah ada bedanya bagiku, kekasih dan sahabat, cinta dan sakit hati, duka dan sukacita, kekecewaan dan pengharapan, kesedihan dan kebahagiaan, semuanya pernah kualami dan kujalani tanpa beban, kenapa aku takut kembali pada kebekuan, kenapa aku takut pada mati rasa, kenapa aku takut pada ketidakpedulianku.

Ya, bukankah sudah lama semuanya hampir tak ada bedanya bagiku, dan bukankah sudah lama aku terbiasa dengan menyembunyikan kegetiran, jadi aku tak perlu takut kehilangan cinta yang telah kuberikan, tak perlu takut akan sebuah perpisahan, dan tak perlu takut pada luka dan duka. Karena semuanya pernah kualami, tanpa ekspresi aku teriakan “Aku tak perlu takuttttt………”.



Tertarik dengan yang ini?

  • Tidak ada tulisan terkait

Leave a comment

Your comment