Bintang
(Syahrizal Febrianto)
Namanya bintang,
sekian lama aku hanya bisa melihatnya,
dari tempat yang belum tentu dia bisa lihat.
Melihatnya.
Menyaksikannya.
Kadang ia bersinar terang.
Kadang ia meredup.
Kadang ia tidak terlihat,
tapi aku tetap menunggunya sampai ia bisa terlihat kembali.
Dari waktu ke waktu ternyata aku hanya bisa melihatnya,
bercerita ke teman tentang bagaimana keadaan bintang saat ini,
berkhayal kalau bintang telah melihatku,
bermimpi, aku bisa sampai ke tempatnya.
Tak ada yang tau kenapa aku betah melihatnya berlama – lama
aku juga tidak tau pasti.
Mungkin karena aku mampu beradaptasi dengan cahayanya yang lembut
sehingga tidak ada kegalauan sedikitpun.
Beda dengan bintang yang lain, terlalu keras.
Kali ini hujan deras,
tapi aku tetap ingin melihatnya,
2 minggu ini waktuku dihabiskan tanpa bisa melihatnya
aku butuh ketenangan
aku hanya butuh melihatnya,
tanpa dia tau aku bisa melihatnya.
2 jam aku berteduh menunggu hujan selesai,
diam, tak mau melangkah kemanapun.
Tuhan akhirnya mengijinkan aku untuk melihatnya.
kali ini ia hanya sedikit bersinar
mungkin ia lelah
mungkin ia tersita pikirannya dengan tugasnya.
Lambat laun sinarnya kembali merekah senantiasa sinar – sinar disampingnya
Aku tetap menyaksikannya
Setiap gerakannya, tak ada yang terlewati
Sampai akhirnya ia pulang,.
Sampai itu juga ia tidak tau aku menyaksikannya
di tempat ini,
di tempat yang bisa melihatmu..












