Posts Tagged Belajar

Aku vs Menulis

No Comments »

January 23rd, 2011 Posted 3:07 pm

Mau nulis judulnya saja bingung, tulis, hapus, tulis lagi. Uhgh beneran susah kalau miskin inspirasi, kalau lagi jalan terkadang muncul gagasan atau sebuah ide menulis tapi sa’at berhadapan dengan papan ketik tiba – tiba blank begitu saja, kemana hilangnya ide yang tadi sempet muncul. Wow… enggak gampang sebenernya menulis itu, selain saya bukan orang yang berpendidikan dan tak pernah secara khusus belajar tulis menulis saya juga salah satu manusia yang selalu kecape’an dan males kalau benar – benar lagi ogah.

Saya butuh banyak banget referensi tentang ini dari mana saja, dari buku, milis, blog tentang menulis dsb. Ada sebuah buku yang ingin banget saya punya dan tentunya saya baca “Jangan Enggak Nulis Seumur Hidup” kira – kira seperti itu judulnya karya Gola Gong(ada yang tahu belinya dimana, silahkan hubungi saya). Dari Yuknulis.com ada banyak pelajaran saya dapatkan tentang menulis namun tetep saja susah juga menorehkan tulisan yang ada ya itu tadi, tulis hapus tulis hapus lagi akhirnya enggak jadi ngepost.

Untung saja menulis tidak lagi atau tidak harus menggunakan pena dan kertas, mungkin saya akan lebih gagap lagi menorehkan ide. Ada seorang ahli dalam hal ini, memberi tahukan satu hal yaitu yang penting jujur pada diri kita sendiri, hodooooh jujur yang gimana ya’k ini kan tulis menulis bukan laporan keuangan. Yang pasti anda setuju menulis itu menyenangkan.

Ayo dooong semangatin sayaaaaa… Hehehe :)

“tulisan ini pernah saya tulis di www.ekobanget.blogspot.com dengan judul Menulis

StOp ” Menunda”

No Comments »

February 23rd, 2010 Posted 2:18 pm

(Shafira Sulaiman)

Asli, kesal kelas hiu, giliran dibutuhkan siprinter malah ngadat sangat. Walah, konsul perdana bakalan runyam kalau gambar flowsheet ini urung diprint, dan jika pagi-pagi buta harus menuju rental, what?? Wah pergeseran jadwal lagi artinya..oh..no, no,…

Mendadak printer membisu

Kumat membeku tanpa tutur

Tanpa cetak abjad terrekam

Oh, kau, kenapa lahirkan gugup

harus konsul perdana tertunda seminggu

haruskah berakhir lagi disudut sabtu

(more…)

Tags: ,
Posted in Shafira Sulaiman

KUCING

1 Comment »

January 5th, 2010 Posted 6:30 pm

(San San Tjahaya)

Pada dasarnya aku adalah seorang penyayang binatang. Hampir semua binatang aku suka. Memang terutama binatang yang berbulu halus atau yang menggemaskan. Tetapi banyak binatang lain seperti serangga, ikan, bahkan beberapa reptilia dan ular cukup menarik di mataku. Hanya ada beberapa hewan yang memang tak dapat kutoleransi dan menjadi phobia bagiku.

Tetapi di atas semua jenis hewan, kucing merupakan hewan favoritku. Mengapa kucing? Padahal ada sebagian orang justru membenci hewan yang satu ini. Mitos yang banyak kita dengar adalah bahwa kucing itu hewan yang egois dan hanya memanfaatkan majikannya. Susah diatur dan berbuat sekehendak hatinya, datang dan pergi pun semaunya, tidak setia seperti anjing misalnya. Justru alasan inilah yang menggelitikku untuk sedikit membagikan sedikit pengalamanku berinteraksi dengan jenis hewan ini.

(more…)

Tags: ,
Posted in San San Tjahaya

Anak-anak

2 Comments »

January 4th, 2010 Posted 5:08 pm

(Maria Marselina)

Anak-anak

Suatu hari saya diajak keponakan yang baru berusia 6 th memasuki sebuah toserba yang sudah sangat dikenalnya.  Ditunjukannya beberapa barang yang disukainya, seperti botol minum bergambar princess warna merah muda, serta sekumpulan boneka Barbie yang tertata rapi di etalase.

Kemudian saya tanyakan mana yang dia ingin beli saat itu tapi seolah tak mendengar dia berlalu sambil mengajak saya keluar toko tanpa ada yang dimintanya.

Sebagai orang yang lebih dewasa, dalam hal ini dewasa dari segi umur, saya mencoba memahami apa yang dipikirkannya. Ada beberapa kemungkinan dalam hal ini:

(more…)

Pemenang atau Pecundang?

2 Comments »

December 29th, 2009 Posted 1:56 pm

(Martina Felesia)

Sering dalam hidup ini, kita mengalami suatu peristiwa yang sungguh tidak diharapkan. Tapi apa mau dikata, peristiwa yang sungguh tidak diharapkan itu, terkadang malah mampir dan singgah di rumah kita, mencakar dan melukai dengan jari jemari yang runcing, tajam dan menyakitkan. Pada akhirnya, kita hanya mampu berteriak ,”Why, God?”

Banyak orang terluka, malah menjauh dari obat yang bisa menyembuhkan lukanya. Banyak orang tersesat, malah lari dari lampu penerang yang bisa menunjukkan jalannya. Banyak orang hilang harap, malah menghindar dari berbagai asa yang mendekat di hidupnya. Hingga akhirnya, yang tertinggal hanyalah rasa benci, frustasi, hilang iman dan harapan, bahkan hilang kendali atas diri sendiri.

(more…)

Tags: , , ,
Posted in Martina Felesia

←Older