Posts Tagged Catatan Harian
menunggumu
June 3rd, 2011 Posted 10:55 am
(Apriyanti)
Sudah berbungkus-bungkus cemilan aku makan, sudah berbatang-batang rokok aku hisap dan aku hembuskan dengan kuat, seolah-olah ingin melepaskan kegundahan dari dalam diri. Tapi kepala dan hati masih juga belum bisa tenang. Kemana sih dirimu pergi, kok gak ada kabar berita sama sekali dari mu. Aku bingung memikirkan dirimu. Kamu ngerti gak sih kalau dirimu itu membuat hati ku resah.
Tiga hari yang lalu kamu ijin pergi karena ada tugas mendadak yang harus segera diselesaikan. Kamu bilang kamu akan pulang paling lambat jam sepuluh malam. Tapi sampai saat ini, sudah 3 hari, kamu belum muncul juga, bahkan berita mu pun tidak ada. Aku sangat tergantung sama kamu. Tanpa kamu, aku gak bisa berbuat apa-apa. Kemana ya aku harus mencari kamu.
Tags: Catatan Harian
Posted in Apriyanti
Hidup atau Mati
May 31st, 2011 Posted 4:26 pm
(Julianto Djajakartika)
Coba Anda tarik garis lurus dari kiri ke kanan. Lalu tuliskan di ujung kiri kata “hidup” maka di ujung kanan sebagai lawannya adalah kata “mati”. Terus apa yang mesti kita tuliskan di antaranya? Banyak hal dapat kita isikan diantara awal kehidupan dan di akhir perjalanan itu, baik itu bernuansa kehidupan maupun bernuansa kematian.
Beberapa waktu lalu, kami menerima sebuah benih pohon mangga. Dengan senang hati kami coba tanam pohon mangga kecil tersebut di sudut rumah. Tempat yang kami anggap cocok untuk pertumbuhannya nanti jika semakin besar. Senang kami memperhatikan pohon tersebut bertumbuh. Kami siram, terkadang kami potong dahan-dahannya agar tumbuh dahan baru yang tidak menjulang ke atas, tetapi ke samping. Daun-daun muda berbau mangga menyegarkan ketika kami memandanginya. Nuansa kehidupan terasa kental disitu.
Tags: Catatan Harian
Posted in Julianto Djajakartika
MUJIZAT ITU NYATA
May 18th, 2011 Posted 1:27 pm
(Yulita Nilawati)
Dari Pagi hari, keasyikanku bertambah satu. Pikiranku begitu asyiknya berkelana membaca sebuah buku yang baru kuterima. Aku baru sempat beristirahat sebentar, ketika tiba-tiba dering telpon mengejutkanku. Terdengar anakku berteriak memanggilku, “Mamaaa…! ada telpon dari oma” sejenak kubatalkan keinginanku untuk melanjutkan membaca. Terdengar suara disana menanyakan obat yang dipesannya.
“Obat baru diterima Benny hari ini, ma. Kalau tidak pulang malam, akan langsung diantar, atau baru besok aku yang akan mengantarnya” sahutku menjawab pertanyaannya.
Tags: Catatan Harian, Sharing, Syukur, Tuhan
Posted in Yulita Nilawati
Kompasiana, Kompas dan Facebook
February 27th, 2011 Posted 12:34 pm
Saya pikir, wah Kompasiana memuatnya. Kemungkinan benar nih.
Lalu, setengah tidak percaya, saya pun mulai mengecek kebenaran berita itu. Masa sih facebook akan tutup? pikir saya.
Bisnis dengan nilai lebih dari miliaran dollar (-bahkan lebih) ini bisa-bisanya tutup?
Saya pun menemukan beberapa link berita yang memuat berita serupa. Sama persis tulisannya. Dan semua menuliskan sumber yang sama.
http://weeklyworldnews.com/headlines/27321/facebook-will-end-on-march-15th/
Lucunya, saat saya mencari sumber tersebut, tidak ada satupun dari situs berita resmi yang memuatnya. Ya setidaknya seperti situs berita-berita nasional deh.
Saya curiga. Lalu saya tanyakan kepada salah seorang teman saya.
Dan dia pun menjawab dengan ringan. Lho, itu khan situs berita parodi. Kok yah dipercaya?
Hahaha! Saya langsung mengecek kebenaran kata-katanya. Gosh! Ternyata benar!
Saya pun mulai memberitahukan teman-teman saya bahwa berita tersebut adalah bohong. Dan Weekly World News itu tidak lain adalah situs berita parodi.
Esok harinya pun berita bantahan dari pihak Facebook pun keluar.
http://teknologi.vivanews.com/news/read/198434-facebook--kami-tidak-akan-tutup-
http://www.techeye.net/internet/spoof-site-claimed-facebook-to-close-on-march-15th
Lalu saya pun berpikir, ok lha jika itu di luar negeri. Tapi bahkan di Indonesia pun masyarakatnya bisa tertipu dengan berita hoax semacam itu. Kenapa?
Bahkan hingga hari ini pun, berita tersebut kembali beredar di BBM (Blackberry Messenger) dan di status teman-teman Facebook saya. Ada apa pula ini?
Apakah karena dimuat di Kompasiana?
Tunggu sebentar! Saya lalu berkata kepada teman saya yang mengirimkan berita tersebut, "Itu berita hoax. Cobalah untuk mengecek dahulu kebenarannya sebelum diposting,"
Dia menjawab, " Tapi khan Kompas?"
WAIT! Saya tanya lagi kepada dia, "Kompas atau Kompasiana?"
Dia terdiam tak menjawab.
Ya! Kompas atau Kompasiana?
Ada perbedaan besar antara kedua situs tersebut.
Kompas adalah situs berita dari koran harian Kompas yang setiap hari terbit dan kita beli itu. Tentu yang menulis di sana adalah jurnalis-jurnalis yang bisa dipercaya kebenaran tulisannya.
Sedangkah menurut http://www.kompasiana.com/about#tentang-kompasiana
Kompasiana adalah sebuah Media Warga (Citizen Media). Di sini, setiap orang dapat mewartakan peristiwa, menyampaikan pendapat dan gagasan serta menyalurkan aspirasi dalam bentuk tulisan, gambar ataupun rekaman audio dan video.
Kompasiana menampung beragam konten yang menarik, bermanfaat dan dapat dipertanggungjawabkan dari semua lapisan masyarakat dengan beragam latar belakang budaya, hobi, profesi dan kompetensi. Keterlibatan warga secara masif ini diharapkan dapat mempercepat arus informasi dan memperkuat pondasi demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
Yang di mana berarti bahwa yang menulis di sana bisa berbagai macam orang. Mulai dari mahasiswa/i sampai dengan orang tua.
Bisa terlihat khan bedanya?
Bukan kataku jangan percaya semua yang tertulis di Kompasiana.
Tetapi alangkah baiknya jika setiap tulisan yang dibaca itu diperiksa terlebih dahulu kebenaran beritanya.
Jangan main asal copy-paste saja lalu posting.
Belajarlah untuk lebih bertanggung jawab atas setiap tulisan yang kau sebarkan. Karena kau jugalah yang akan menanggung resikonya.
Be wise, Guys!
27 Februari 2011
Share
Tags: Catatan Harian
Posted in Daesy Christina
Aku vs Menulis
January 23rd, 2011 Posted 3:07 pm
Mau nulis judulnya saja bingung, tulis, hapus, tulis lagi. Uhgh beneran susah kalau miskin inspirasi, kalau lagi jalan terkadang muncul gagasan atau sebuah ide menulis tapi sa’at berhadapan dengan papan ketik tiba – tiba blank begitu saja, kemana hilangnya ide yang tadi sempet muncul. Wow… enggak gampang sebenernya menulis itu, selain saya bukan orang yang berpendidikan dan tak pernah secara khusus belajar tulis menulis saya juga salah satu manusia yang selalu kecape’an dan males kalau benar – benar lagi ogah.
Saya butuh banyak banget referensi tentang ini dari mana saja, dari buku, milis, blog tentang menulis dsb. Ada sebuah buku yang ingin banget saya punya dan tentunya saya baca “Jangan Enggak Nulis Seumur Hidup” kira – kira seperti itu judulnya karya Gola Gong(ada yang tahu belinya dimana, silahkan hubungi saya). Dari Yuknulis.com ada banyak pelajaran saya dapatkan tentang menulis namun tetep saja susah juga menorehkan tulisan yang ada ya itu tadi, tulis hapus tulis hapus lagi akhirnya enggak jadi ngepost.
Untung saja menulis tidak lagi atau tidak harus menggunakan pena dan kertas, mungkin saya akan lebih gagap lagi menorehkan ide. Ada seorang ahli dalam hal ini, memberi tahukan satu hal yaitu yang penting jujur pada diri kita sendiri, hodooooh jujur yang gimana ya’k ini kan tulis menulis bukan laporan keuangan. Yang pasti anda setuju menulis itu menyenangkan.
Ayo dooong semangatin sayaaaaa… Hehehe
“tulisan ini pernah saya tulis di www.ekobanget.blogspot.com dengan judul Menulis
Tags: Belajar, Catatan Harian, Yuk Nulis!
Posted in Eko Supriyono











