Posts Tagged Cinta

jatuh cinta

No Comments »

May 8th, 2012 Posted 9:06 am

(Safira Rafidah Rahmah)

saat kita mencintai seseorang apapun yang dilakukan orang tersebut serasa menempel diotak kita tanpa terprogram sekalipun kita sudah bisa mengingat apa saja yang dilakukan orang tersebut

hanya dengan mengucapkan “selamt pagi” rasanya ada bom atom yang super duper besar meledak dalam diri kita membuat euforia yang tak terhingga seperti merasakan manisnya hidup ini dan menganggap tak ada hal lain yang lebih indah dari pada untaian kata “selamat pagi itu”

hanya dengan sebuah senyuman kecil yang tak sengaja dilontarkan orang yang kita cintai bisa membuat kita melambung keatas awan-awan menari bersama bintang-bintang yang bersinar terang merasa semua kegiatan berhenti seketika hanya dengan senyuman dari orang yang kita cinta

jatuh cinta menyenangkan bisa merasakan hal-hal yang tidak bisa dirasakan tanpa jatuh cinta

jatuh cinta itu anugrah dari tuhan yang memberikankita setitik bahagia untuk dirasakan

tapi ending dari jatuh cinta itu bermacam-macam

ada suka dan ada duka

bila memang takdir memutuskan untuk membuat ending kita suka maka kita harus bersyukur akan hal itu

tapi bila memang takdir memutuskan untuk membuat ending kita duka maka kita harus tetap bersyukur sang takdir pasti telah mrencanakna hal yang lebih indah untuk setiap manusia dan seharusnya bila memang kita memaknai cinta yang sebenarnya kita akan tetap bersyukur bahwa kita diberi kesempatan untuk merasakan jatuh cinta

Love’s Melody

No Comments »

May 31st, 2011 Posted 4:25 pm

(Yohanna Yang)

Love is like playing the piano. First you must learn to play by the rules…
Then you must forget the rules and play from your heart…

Especially for my best friend,
Jessie Melany in somewhwere with all good thoughts that she wants to break, burst her mind, and scream so loud, standing frozen on the rocks…and you’ll cry and say “Thanks God!It works…”

Love’s Melody…

(more…)

Tags:
Posted in Yohanna Yang

Mimpi Berhadiah

No Comments »

May 18th, 2011 Posted 1:27 pm

(Yulita Nilawati)

Pagi-pagi bu Sentot sudah bangun, menyiapkan semua kebutuhan suami serta anak-anaknya. Ada sinar kebahagiaan di raut wajahnya, seperti hendak menceritakan sesuatu. Tak sabar hatinya untuk menceritakan mimpi semalam ke suami dan anak-anak.

“Pak.. pak.., ibu semalam bermimpi! kira-kira apa… arti mimpiku ini?” katanya.

“Apa sih bu, bapakkan mau pergi, sudah kesiangan nih! nanti saja ceritanya” sahut Pak Sentot sambil menyambar tasnya untuk berangkat ke kantor.

(more…)

Leaving on a Jet Plane

No Comments »

November 16th, 2010 Posted 9:44 am



All my bags are packed, I'm ready to go
I'm standin' here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye

But the dawn is breakin', it's early morn
The taxi's waitin', he's blowin' his horn
Already I'm so lonesome I could die

So kiss me and smile for me
Tell me that you'll wait for me
Hold me like you'll never let me go

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

(Leaving on a Jet Plane – Chantal Kreviazuk).

Part 1:

Enam bulan setelah pernikahan kami…

Jordan mendapatkan tawaran untuk bekerja di sebuah hotel di Dubai selama setahun dengan kontrak ‘single’ tanpa boleh membawa istri. Berat bagiku, tapi aku merelakannya demi masa depan kami. Karena pundi-pundi dollar akan memenuhi tabungan kami. Pastinya untuk memenuhi kebutuhan kami beli itu-ini. Kami butuh, sebab rumah pun masih ‘ngontrak’. Aku menangis, tapi aku tak kuasa menolak, hanya bisa gigit jari. Jordan mengepak barang bawaannya, kubantu sebisaku sambil mengusap air mataku dengan kedua belah tanganku dan melepasnya pergi. Walaupun tidak rela, itu pasti!

Part 2:

Satu tahun kemudian.

Jordan sudah tiba. Menepati janjinya. Membawa banyak oleh-oleh dan yang jelas UANG dalam bentuk Dolar Amerika. Wajahnya ceria dan gembira. Ah, dia bahagia. Aku pun senang melihatnya.

Dia tertidur dengan pulasnya. Sudah setahun aku kangen menantikannya. Wajah ‘innocent’-nya tampak bahagia. Seketika ponselnya berbunyi, segera kuangkat karena tak ingin mengganggu tidurnya.

“ Hello, darling, how are you? I miss you,” desah suara wanita di seberang sana

Terperanjat, langsung kumatikan seketika.

Part 3:

Kuambil koper dan barangku seadanya. Tak sempat kuteliti berlama-lama.

Jordan, kini giliranku untuk angkat kaki dari hidup kita. Untuk selamanya? Entahlah…

Yang pasti, lagu yang sama mengiringi kepergianku seperti ketika kutangisi keberangkatannya…

'Cause I'm leaving on a jet plane
I don't know when I'll be back again
Oh, babe, I hate to go

Part 4:

Setahun di pengasinganku…

Kontak dari Jordan kuterima kembali.

“ Mengapa kaupergi tanpa pesan?” tanyanya via SMS.

Mungkin waktu itu aku terlalu emosi, desisku perlahan. Hanya berucap dalam hati walaupun kutahu emosiku tertahan. Tetapi, aku pun tak menyesali. Kalau dia punya seorang kekasih yang lain lagi, apa harus kupertahankan cinta ini?

Kuputar lagu itu kembali. Lagi dan lagi.
Memenuhi seisi ruangan ini.

Mencoba mengisi…

Ruang kosong bernama hati…

Tiba-tiba, entah kekuatan dari mana memaksaku pergi.

Berkemas lagi.

‘Leaving on a jetplane’ berpadu tangisku.

Aku ingin jumpa kamu..

Jordanku…

Ho Chi Minh City, 11 Nov-final touch 16 Nov 2010

-fon-

* thanks to Chantal and her Leaving on a Jet plane for the inspiration on this story…

sumber gambar:

mononoaware.concretebadger.net

Tags:
Posted in Fonny Jodikin

Pohon

No Comments »

September 6th, 2010 Posted 9:05 am

(Winda Priyosa)

Ku ibarat pohon berdiri,
daun bak cinta dalam hati;
rasa cinta yang kumiliki,
dan cinta kasih yang kauberi

(more…)

Tags: ,
Posted in Winda Priyosa

←Older