Posts Tagged Cinta

Perpisahan di Sore Itu

No Comments »

March 4th, 2010 Posted 8:41 pm

(Puji Lestari)

Sore itu terasa lebih sepi dari biasanya. Matahari serasa tenggelam lebih cepat. Lampu neon kami mendadak tak menyala terang. Suasana redup seperti hati kami berdua. Kami lantas memutuskan untuk duduk di teras saja. Keputusan yang diambil tanpa sepatah kata pun. Hanya bahasa tubuh kami menggambarkan keinginan itu.

Kami duduk berjauhan. Masing-masing menghadap ke arah yang berbeda. Diam tanpa kata, mencoba menyelami hati masing-masing yang galau. Ternyata duduk di teras dan menunggu malam yang hampir turun tak juga mengusir mendung di hati kami.

Kurang lebih tiga puluh menit berselang, nyamuk-nyamuk mulai berdatangan. Suaranya berdenging di atas kepala. Beberapa menghisap darah kami dengan rakus, tapi kami tak menghiraukannya. Malam mulai menjamah dengan hitamnya yang pekat. Aku tak bisa lagi memandang wajahnya dengan jelas dan dia juga tak bisa memandang wajahku. Maka kupikir inilah saat yang tepat untuk mencurahkan hatiku yang remuk redam. Air mataku mengalir seperti air bah. Benteng pertahananku runtuh seketika.

(more…)

Tags: ,
Posted in Puji Lestari

Seperti Orang Yang Jatuh Cinta

1 Comment »

February 23rd, 2010 Posted 9:28 pm

(Ferni Yustiana)

Aku seperti orang yang jatuh cinta. Hanya melihat wajahnya dari jauh saja, aku sudah girang luar biasa. Jantung ku berdegup kencang, hati ku melompat-lompat, aku menahan pekik jerit ku agar tidak terlontar keluar, aku berusaha dengan segala cara untuk bisa sekedar melihat wajahnya, meski hanya sekilas lintas.

Walaupun aku tau dia tak akan pernah menoleh padaku, aku tetap begitu. Walaupun aku sadar dia tak akan tertarik padaku, aku tetap berupaya. Walaupun aku mengerti bahwa harapan ku hanya kosong dan hampa, aku tetap mencari wajahnya. Walaupun impian ku sedemikian tinggi, tetaplah hanya bagai pungguk yang merindukan bulan.

Matanya, alisnya, hidungnya, bibirnya, suaranya, nada bicaranya, tubuhnya, gerakannya … semua membuat ku terpana dan seakan tak bisa jauh. Aku selalu menunggunya, merindukannya. Begitu saja dia menarik hati ku. Entah dengan cara apa dia melakukannya. Aku seperti tersihir oleh pesona yang sedemikian kuat. Aku dijeratnya. Aku terjerat tanpa aku mampu menghindar.

(more…)

Tags: ,
Posted in Ferni Yustiana

Pokoke cinta!

5 Comments »

February 22nd, 2010 Posted 7:10 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

Cintakah cintanya, cintanya cintakah

Cintaku cinta kau, cintakau cintakah

Cintaku, cinta kau, cinta-cintanya

Cintaku cintanya cintaku

Cinta-cintanya cintaku, cintanya cinta

Cintanya cinta, cintaku

Cintaku cinta cinta cinta

Cintakah kau cinta?

Cinta kau ku cinta. Cintakah kau cinta?

Cintaku kau cinta, cintaku kah kau cinta?

Cinta dicinta cintanya cinta

Cinta mencinta, cintanya cinta

Cintakan cinta. Cinta dicinta cinta

Cintakan cinta. Cintanya cinta

Cinta dan cinta, cintanya tercinta

Cinta mencinta, cintanya dicinta

Cinta cinta cinta

Cinta dicinta dan cinta

Cinta cinta cinta

Cinta mencinta dan cinta

Cinta mendekat cinta, menjadi cinta

Cintaku tercinta mari bercinta

Cintailah cinta, cinta mencinta

Cinta cintailah, mencintalah cinta

Cinta cinta dan cinta

Tak akan usai di tuliskan

Takkan habis dibicarakan

Satu kata yang melahirkan banyak kejadian

Cinta oh cinta…

Mengenang 12 Tahun Lalu, Saat Sang Pahlawan Pulang

2 Comments »

February 21st, 2010 Posted 10:38 pm

(Shafira Sulaiman)

sejumlah penat benar – benar hadir hari ini, lha ini kan week end sist? ya, mau bagaimana lagi, bayangan rancangan pabrik masih setia hadirkan potongan tanya, kapan pulang, kapan pulang, kapan pulang? :D

hari ini tepat 12 tahun kepergian seorang pemimpin keluarga, tepat 12 tahun lahir para yatim disebuah rumah dikota kelahiran saya : kota langsa, dengan bungsu yang kala itu masih berseragam putih merah. sibungsu yang mencoba menjadi sosok paling tegar, bahkan saat gedoran pintu dikisaran pukul 3 dini hari, hanya beberapa tetes air mata yang terjuntai, ya, hanya beberapa saja. (more…)

from “Honey Bee”

2 Comments »

February 19th, 2010 Posted 5:37 pm

Felicia Yin

Hari Kamis, 18 Februari kemarin, Airen mengikuti lomba “Rhymes Reading” yang diadakan oleh Gramedia.  Bukan soal lombanya yang mau saya ceritakan, bukan masalah menang kalahnya yang mau dibagi di sini tetapi saya ingin berbagi mengenai pengalaman persiapan lombanya.  Ada beberapa hal manis yang saya dapatkan selama beberapa hari ini dalam rangka persiapan lomba tersebut. (more…)

Kekuatan cinta

No Comments »

February 18th, 2010 Posted 9:03 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

Ketika cinta, tak lagi berjalan dengan mulus. Rintangan menghadang tanpa belas kasih, mengusik dan teruslah menjadi halangan. Kekuatanku muncul seakan dibimbing oleh ruh-ruh yang bertebangan namun tak tampak. Mempertahankan cinta ini, merangkainya menjadi ikatan-ikatan yang tak lagi kusut. Mencoba menerjang restu orang tua yang terkunci dengan rapat. Menggenggamnya, seakan kuncinya telah jauh terbuang ke samudera kepedihan, hingga sulit untuk mengambilnya kembali.

Cintaku, jangan pernah menyerah. Mari kita lanjutkan, mari kita tunjukkan kekuatan cinta kita. Hantam kerasnya dunia dengan cinta kita. Jangan pernah menyerah, teruslah menjadi terang. Tegar, menjadi batu karang dihati kita. Berdiri kokoh, takkan terhempas badai.

(more…)

Apalah Artinya Cinta

No Comments »

February 17th, 2010 Posted 1:38 pm

(Yohana Fransiska Lily)

Berbicara tentang CINTA memang tidak pernah ada habisnya…

Cinta menguras tenaga dan pikiran…

Cinta???

Apa itu cinta?

Cinta menimbulkan kepedihan;

cinta menyembuhkan dan

cinta itu sendiri adalah KEPEDIHAN.

(more…)

Tags:
Posted in Yohana Fransiska Lily

Gebetan Baru

2 Comments »

February 16th, 2010 Posted 7:46 am

(Yohana Fransiska Lily)

Hari yang indah, dan Matahari yang bersinar dengan cerah.

Pagi ini, tak ingin ku lewatkan hanya dengan berdiam diri.

Karna pagi ini aku akan pergi sama gebetan baru..!!!!


“Saaa, gw pagi ini ga bisa lari pagi sama elu… ga apakan????” dengan suara manjanya Martha merayu Sasa di telphone.

“Emangnya, lo mau kemana sich???” Tanya Sasa sambil ngucek-ngucek matanya yang masih belekan. Dengan nada kebinggungan “Guuu…gue…gue mau nemenin nyokap pergi… sorry yach.. ga apakan??”

“huhhh… pagi-pagi mau kemana sich loe ma nyokap lo yang METAL itu??”

“Ah… lo mau tau aje…, udah ah.. gue pegi dulu yach! dadaaadaaa…” buru-buru Martha menutup telphone biar Sasa ga banyak nanya.

Martha tidak ingin Sasa mengetahui kalau dia punya gebetan baru…!!! Martha takut kalau gebetannya yang baru ini nich.. lebih suka and udah pasti jadian ama Sasa daripada dirinya. Makanya Martha tidak ingin Sasa mengetahui kepergiannya.

“Andi…di…woy.. bengong lagi.. entar kaya ayam tetangga gue loh! diem-diem tau-taunya mati kesamber petir.. heeheeehhh” Teriak Martha.

“ehh.. ta… udah dari tadi?” tanya Andi.

“Udah setaon kali…” jawab Martha kesal.

“Ya udah… mau pergi apa engga nich…??” tanya andi lembut.

“Mau lah.. gmana sich…!!” jawab Martha marah.

“Kita pergi makan aja yah… aku laperrrrr banget..!!” ajak Andi sambil menggoyang-goyangkan tangan Martha.

“Iya.. aku juga laperr… tapi ada syarat-nya..!” balas Martha dengan manja.

“Apa lagi sich Martha-ku yang imoet?” tanya andi dengan mesra dan mencubit pipi martha.

“Syaratnya..kamu harus gandeng tangan aku yach!!!!” kata Martha sambil tersipu malu.

Andipun menggandeng tangan Martha dengan penuh mesra. Maklum aja mereka masih PDKT jadi masih hangat-hangatnya, serasa dunia milik bedua yang lain nge-kos belom pada bayar. Pikiran Martha langsung melayang-layang dan udah dengan PD-nya dia yakin kalau Andi pasti akan jadi COWO-nya, apalagi setelah sekian banyak cowo-cowo yang PDKT ama dia tapi ternyata jadiannya dengan Sasa. Makanya dia udah yakin pasti pacaran dengan Andi, jika Sasa tidak tau dan tidak dikenalin before mereka jadian.

Kejadian ini sudah berjalan 3 hari. Martha tidak pernah jalan bareng lagi dengan Sasa.. karena dia sibuk dengan sang pangeran ‘ANDI’.

“Ta… kemana aja sich lo sekarang lo sibuk dengan dunia lo yang ga jelas!!!” tanya Sasa heran dan dongkol.

“Emmm….mmmm…sorry sa.., gue lagi banyak masalah dirumah.. jadi gue ga boleh keluar-keluar rumah ma bonyok!” jawab Martha sambil menggulung-gulung tissue yang dipegangnya.

“Masalah?? masalah apaan sich ampe ga boleh keluar rumah segala?? biasanya juga bonyok lo tau kalo lo sering nginep dirumah gue!!!” jawab Sasa cemberut.

“Gue ga bisa cerita sekarang.. maaaf bangett… I’m so sorry!” jawab Martha memelas.

“Yach udah dech… kalo emang ga bisa lo cerita-in and privasy banget… yach udah..” balas Sasa kecewa.

“Sorry banget yach Sa…” jawab Martha lembut.

Dan tentu aja Sasa curiga ada apa dengan Martha! Sasa-pun mencari tau masalah apa yang membuat teman-nya itu sampe-sampe ga ada watku dan ga bisa pergi lagi dengan dia. Saat, Martha janjian dengan sang pangeran ANDI di mall, dibuntutin dech ama Sasa.

“Mau kemana tuch anak???” tanya Sasa dalam hati dengan heran didalam mobil honda jazz-nya yang ngejreng.

“Katanya ga boleh pergi tapi dia ke mall dirian??? ga Martha banget!!” terheran-heran Sasa melihat Martha yang pergi masuk ke mall sendirian.

Tak lama kemudian ketemulah Martha dengan sang pangeran ANDI di depan cafe. Dan Sasa kaget setengah mati setelah melihat Martha duduk manies sambil ketawa-ketawi dengan cowo, dan yang lebih membuat Sasa terkejut dan kesal serta kecewa adalah ternyata selama ini Martha punya cowo baru tapi Martha tidak tau kalo itu cowo adalah cowo-nya Sasa juga. Akhirnya, Sasa menyusul mereka ke cafe dengan marah.

“Ta…!!!!” teriak Sasa marah.

“Ehhhh…saaa…saaa…” jawab Martha pucat.

“ngapain lo di….????” tanya sasa memotong sautan martha.

“eh.. elu sa….sa.ma sapa?” jawab Andi bingung.

“Sama sapa, apanya maksud loe???? jadi selama ini lo be-dua pada bohongin gue??? ucap Sasa dengan nada sewot.

“Gue kecewa ma lo,ta… kenapa lo harus bohongin gue???? loe kan bisa bilang ma gue kalo lo udah punya cowo…!!! kenapa hanya kaya gini lo harus bohongin gue sich? dan asal lo tau yach.. nich cowo yang lo puja-puja…. ternyata cuma kecoa WC yang tipis kaya opak….!!!! Dia… nich… ANDI sang pangeran… dia juga PDKT ma gue.. dari 4 hari yang lalu. PUAS LOE?” kata Sasa dongkol.

“Di.. betul??? apa kamu betul PDKT ke kita be-dua???” tanya Martha bingung.

“Sorry…sorry banget Ta…, gue…., gue minta maaf… sebetulnya gue…” anda memberikan penjelasan.

“Ahhhh.. udah dech….percuma jgn berantem depan g! Ta..kita ga usah kenal lagi…gue benci ama lo…” saut Sasa penuh kecewa dan pergi meninggalkan mereka.

“kamu jahat Di…..!” sambil mendorong badan Andi.

“tapi.. ta…..please…!” andi mencoba menjelaskan.

Marta pun meninggalkan Andi sendirian, sasa tau hati martha sangat terluka maka sasa mengejar martha keluar mall dan menarik tanganya. Martha memeluk Sasa sambil menangis dan kecewa karena dia telah berbohong pada temannya, apalagi demi seorang cowo.

“Sa.. gue minta maaf… Gue terpaksa berbuat ini, karena gue takut sa…gue takut kalo gue jujur ke elu gebetan gue akan sukanya ke lo daripada ke gue… padahal gue juga kan pengen punya cowo kaya elo…” jelas Martha

“Gue ngerti… tapi kenapa lo harus kaya gini??? Lagian Ta.. kalo tuch cowo emang sayang ma elo… jika dia ngeliat cewe lain kaya apapun juga ga akan berpindah hati.” Sasa mencoba menasehati.

“ahh.. sudahlah kita lupakan saja… lagian emang gue juga yang salah!! Gue minta maaf yach!” Martha memelas.

“Coba dari pertama kalo lo bilang, kan gue bisa kasih tau tuch cowo buaya apa komodo!!!” saut Sasa becanda.

“Sasa….” jawab Martha maniez. ?Lily

Apa Aku Bisa?

2 Comments »

February 15th, 2010 Posted 8:41 am

(Yohana Fransiska Lily)

Bagaimana bisa, kau menghilang saat aku memikirkanmu puluhan ribu tik tak? bagaimana bisa kau justru menghilang saat aku sangat ingin menggenggam tanganmu, menyentuhkannya di pipiku. bagaimana bisa kau menghilang, saat aku sangat ingin memelukmu, melepaskan peluh di bahumu, saat aku sangat ingin melihat senyummu dan membiarkanmu membuatku tersenyum. bagaimana bisa kau menghilang saat aku sangat amat merindumu?

Bagaimana bisa, kau, oh sayangku, justru pergi meninggalkanku dalam keadaan lumpuh dan memanggil-manggil namamu. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa semuanya begitu nyata. NYATA KAU TAK LAGI ADA atau nyata, aku meniadakanmu.

(more…)

SALAHKAH AKU MENCINTAIMU?

No Comments »

February 13th, 2010 Posted 7:32 pm

(Yenny Auw)

Menikah!? Kenapa aku mau saja mengiyakan? Kenapa?! Tapi bagaimana dengan Papa Mama, kalau aku menolaknya?! Aku tidak bisa menahan tangisku.

“Nin?! Kamu sudah tidur, Nak?”

Cepat-cepat aku menghapus air mataku. Untung lampu sudah kumatikan dari tadi, jadi Mama tidak lihat kalau aku menangis.

“Belum, Ma.”

Mama menghampiriku. Mama juga tidak menyalakan lampu.

“Nin, Mama dan Papa mau minta maaf.”

(more…)

Tags:
Posted in Yenny Auw

Berdarah lagi

No Comments »

February 13th, 2010 Posted 7:31 pm

(H.A.I.N Wahyuningsih)

Tuhanku

lukaku berdarah lagi
tertusuk ,terkoyak
duri mawar setangkai

keindahannya tak pernah tahu
pedihnya luka ini

keharumannya tak pernah peduli
nyerinya koyak ini

Tags:
Posted in H.A.I.N Wahyoe

di bus itu

No Comments »

February 13th, 2010 Posted 10:27 am

(Nanang Taruna K)

Hem.. hari ini kejadian menarik sekaligus membuat ku teringat akan masa lalu..Cerita nya dari Blok M mau ke rumah rawamangun naek bus yang ada jalur nya.. orang menyebutnya busway

Tak di duga tak dinyana.. seorang wanita dari belakang menyapa ku dengan tepokan di punggung sambil menyebut namaku.. aku spontan melengos ke belakang.. wew… dia.. yah dia.. wanita dari masa lalu ku yang sangat ku kenal dengan baik.. kini hadir di hadapan ku dengan membawa anak laki2nya. Spontan dia mengulurkan tangannya..sambil menanyakan kabar ku..

Dalam bus yang berjalan pelan itu, yang jumlah penumpang nya tak seberapa, terlibatlah perbincangan basa basi awalnya. Lalu dia perlahan-lahan mulai curcol. Ehm.. edan..kenapa mesti curhat ke gw sih.. ratap ku dalam bathin. Jadilah selama 40 menit perjalanan blok m – dukuh atas – rawamangun jadi ajang curhat sang mantan itu.

(more…)

Tags:
Posted in Nanang Taruna K

entahlah

No Comments »

February 12th, 2010 Posted 6:15 pm

(Nanang Taruna K)

Entah mengapa namamu begitu tak ingin ku ingat akhir-akhir ini. Begitu lenyap tak berbekas di hatiku. Begitu ingin kutinggalkan jauh-jauh sebagai memori ku yang tak ingin lagi kuingat.

Hampa… yah hampa ketika ku coba menggali makna hadir mu malam itu. Ketika kita mencoba membuka kembali komunikasi kita yang tersendat belakangan ini. Dan kau berusaha untuk tak lagi acuh padaku seperti yang sudah-sudah. Mencoba memberikan kembali perhatian mu padaku…

Ah.. terlambat Fatima.. terlambat.. aku sudah tak lagi begitu merasakan getar-getar cinta di hatiku ketika senyum mu memukul lebut mata ku. Matamu menubruk relung-relung jiwaku yang kini hampa karena kebohongan mu. Sinar indah di wajah mu kian redup karena ketidiakjujuran mu. Haruskah ku uraikan disini Fatima?? Rasanya tidak perlu .

(more…)

Tags:
Posted in Nanang Taruna K

SAHABAT SEJIWA

1 Comment »

February 12th, 2010 Posted 3:27 pm

(Grace Ekanegara)

Disebuah kursi pesawat udara yang kutumpangi dalam suatu penerbangan panjang, aku membolak balikan tubuhku. Aku mencoba untuk tidur sejenak dan menenangkan pikiranku. Bahkan aku sudah menelan pil Antimo dengan pengharapan agar aku dapat jatuh tertidur selama perjalanan ini. Kegelisahan yang menyergapku ternyata lebih kuat . Ya, aku gelisah mereka-reka seperti apa pertemuan yang akan terjadi nanti. Tentang apa yang akan kukatakan ketika kita bertemu, perasaan-perasaan yang kira-kira akan bergejolak hingga pikiran yang bertanya adakah ia masih seperti dulu. Adakah kami masih mempunyai perasaan-perasaan seperti dulu.

Sesungguhnya adiknyalah yang pertama kali menjadi temanku. Kami menjadi baik dan akhirnya keluargaku dan keluarganya pun saling berkenalan. Aku juga sudah tidak ingat bagaimana mulanya aku menjadi lebih akrab dengan kakak perempuannya ini. Mugkin karena aku tidak mempunyai kakak sehingga bila bersamanya aku merasa disayang atau karena sifat kami sama sehingga omongan kami nyambung bahkan kata-kata seringkali tidak lagi kami perlukan untuk mengutarakan pikiran-pikiran kami. Tapi itu sudah lama sekali.

(more…)

Cinta

2 Comments »

February 12th, 2010 Posted 2:47 pm

(Malinda Shan Yuan)

Kau datang tanpa diundang

Tanpa kusadari
Kau merasuki jiwaku
Membawa seberkas cahaya
Mendebarkan hati
Membuat jantung bekerja keras

Badan gemetar
Bukan karena gempa bumi
Bukan karena kedinginan
Tapi karena teringat padamu

(more…)

Tags: ,
Posted in Malinda Shan Yuan

←Older