Posts Tagged Doa
Hujan Putih
March 11th, 2011 Posted 11:40 am
Menikmati hujan, merasakan hembusan angin yang sampai ke wajahku
Hujan kali ini berwarna putih
Putih abu-abu
Tak ada bayanganmu, apalagi keberadaanmu
Aku mengumpulkan keberanianku
Untuk merindukanmu dan berdoa kaupun begitu
Lewat butiran hujan yang lewat hari ini
Aku mendoakan keselamatanmu
Menyampaikan rasa yang mulai tak mampu kubendung
Aku mau kamu
Tags: Doa
Posted in Agustina Ika
(9 Juli 2010) Terima Kasih, Tuhan
July 12th, 2010 Posted 1:30 am
(Daesy Christina)
Terima kasih atas waktu tidur yang kurangTerima kasih atas makan pagi yang terlambatTerima kasih atas pekerjaan yang terus bertambahTerima kasih atas semua kesempatan bekerjaTerima kasih atas hujan hari iniTerima kasih atas cuaca yang sejukTerima kasih atas cemilan sore iniTerima kasih atas pekerjaan yang bisa perlahan kucicilTerima kasih atas pengertian merekaTerima kasih atas kebaikan[...]
Tags: Doa, Syukur
Posted in Daesy Christina
Terima Kasih Tuhan
July 12th, 2010 Posted 1:29 am
(Daesy Christina)
Untuk pagi hari iniUntuk kesibukan di kantorUntuk sakit kepala hari iniUntuk makanan hari iniUntuk omelan dari bosUntuk dompet yang kosongUntuk kedatangannya yang singkatUntuk kekesalan malam iniUntuk waktu yang semakin sempitUntuk cita-cita yang masih belum terlaksanaUntuk tugas yang tiada akhirnyaUntuk kesehatannyaUntuk daftar obatnya yang bertambahUntuk semua yang terjadi hari iniDan yang[...]
Tags: Doa, Syukur
Posted in Daesy Christina
Selamat Jalan, Koh
May 9th, 2010 Posted 9:39 pm
“Lin, Koh Gwan Hok meninggal jam 1 semalam.” Aku terhenyak. Kuberikan ponselku pada Si Ayah. “Siapa?” tanyanya bingung. “Koh Gwan Hok meninggal,” cuma itu yang keluar dari mulutku. Koh Gwan Hok adalah kakak sepupu-iparku. Mertuanya dan mertuaku kakak-adik. Rumah kami bersebelahan komplek. Anak kami pernah satu sekolah. Ngkoh mungkin tidak istimewa tapi menjadi salah satu [...]
Tags: Doa
Posted in G. Lini Hanafiah
My Kids : Prying
April 4th, 2010 Posted 11:24 am
(Olyvia Santoso)
Paskah…
Tapi malahan aku tidak bisa ke rumah Bapa.
Sibuk?
Alasan konyol… Karena emang ga tauk sibuk apa.
Ditengah kejengkelanku pada diri sendiri, aku belakar satu hal lagi dari anak-anakku. Berdoa.
Berbeda dengan belajar berdoa sederhana yang penuh syukur seperti yang dulu pernah kuceritakan. Kali ini aku belajar berdoa “dimana saja, kapan saja.” Seperti yang dilakukan oleh kedua malaekatku, Michael (4,5) dan Angel (2) setiap saat.
Tags: Doa, Paskah
Posted in Olyvia Santoso












