Posts Tagged Harapan
selalu tentang hujan
July 6th, 2010 Posted 4:36 pm
(Carlita Rozetta)
seketika saya bekerja, dan hujan mulai bertandang. cukup berisik sampai saya jadi jadi terganggu juga. petirnya juga besar dan mengerikan. saat-saat seperti ini lah yang mengingatkan saya kepada kematian.
rasanya kalau hujan turun, saya seperti berada dekat sekali dengan kematian. funeral comes to you after the rain. kayak musik aja, kata2 sejenis gitu terngiang-ngiang…bikin merinding sendiri jadinya.
kalo hujan turun, saya selalu ingin ada yang menemani. siapapun itu. entah rekan, ayah-ibu, adik, kakak, anyone…
Tags: Curhat, Harapan, Inspirasi
Posted in Carlita Rozetta
Rancangan Pabrik dan Rindu Dalam Satu Paket
March 3rd, 2010 Posted 2:16 pm
(Shafira Sulaiman)
Beberapa yang sudah terlewati ternyata tak cukup menutup pintu – pintu rindu, semua terbuka bahkan tanpa kunci khusus. langit banda aceh masih arak awan rindu ini, yang entah sampai atau tidak kedepan pintu yang selalu kurindukan. rindu pulang, dan akhir – akhir ini selalu saja jika rindu sudah menggedor, meski jadwal rancangan pabrik sedang dalam masa – masa padatnya, hadirlah abjad yang berserak, sekedar menghilangkan beban yang mengganjal agar kepala tak penuh muatannya dengan rasa – rasa yang harus benar – benar sabar dijaga.
rancangan hari ini sudah menginjak kearah perhitungan neraca massa, aneh memang, biasanya jika deadline sudah didepan mata tak peduli apakah asupan gizi cukup atau tidak, tak ada jeda pengerjaan selain untuk ritual – ritual harian. namun kali ini entah mengapa rasanya saya memang harus menuliskan beberapa kenangan ini, sebagai perekam hari – hari yang berpeluh dalam deretan nama tugas akhir.
Tags: Curhat, Harapan, Kehidupan
Posted in Shafira Sulaiman
Cinta kasih, ketulusan, dan harapan
January 24th, 2010 Posted 9:51 pm
(Petrus bayu puja mega irawan)
“Bunda lihat bun,..!!! bunda,..!!! cepat kesini bunda,..!!! cepat,..!!!”.
Teriak seorang suami kepada istrinya yang sedang berada di dapur, dengan ekspresi yang mungkin untuk kita sangatlah berlebihan ketika untuk pertama kalinya sang suami tersebut melihat anak pertamanya dapat berjalan.
“bunda,…cepat bunda,..!!! sini cepat.!!
Dan sang istripun kemudian mendekat kearah sang suami, dan tak lama setelah itu, sang istri mendorong kursi roda yang memang sudah diduduki oleh sang suami sejak lahir, karena kelumpuhan yang diderita oleh sang suami, mendekat kearah sang anak, yang meski sesekali tejatuh, tetap berusaha untuk berjalan.
Tags: Cinta, Harapan, Kasih
Posted in Petrus Bayu Puja Mega Irawan
Pemenang atau Pecundang?
December 29th, 2009 Posted 1:56 pm
(Martina Felesia)
Sering dalam hidup ini, kita mengalami suatu peristiwa yang sungguh tidak diharapkan. Tapi apa mau dikata, peristiwa yang sungguh tidak diharapkan itu, terkadang malah mampir dan singgah di rumah kita, mencakar dan melukai dengan jari jemari yang runcing, tajam dan menyakitkan. Pada akhirnya, kita hanya mampu berteriak ,”Why, God?”
Banyak orang terluka, malah menjauh dari obat yang bisa menyembuhkan lukanya. Banyak orang tersesat, malah lari dari lampu penerang yang bisa menunjukkan jalannya. Banyak orang hilang harap, malah menghindar dari berbagai asa yang mendekat di hidupnya. Hingga akhirnya, yang tertinggal hanyalah rasa benci, frustasi, hilang iman dan harapan, bahkan hilang kendali atas diri sendiri.
Tags: Belajar, Doa, Harapan, Maaf
Posted in Martina Felesia
TEMAN SEBANGKU (sebuah cerita pendek)
October 3rd, 2009 Posted 11:12 pm
(Fani Yunata)
Ada yang berbeda hari ini karena kakiku terlihat mengenakan sepatu baru pemberian Ayah. Ia mendapatkannya dari salah satu tempat sampah perumahan orang-orang elit. Walau begitu, aku senang, senang bukan kepalang. Sepatu bekas, biar dipungut dari tong sampah paling jorok sekali pun, apabila bisa dibersihkan dan layak dipakai, tak masalah. Setidaknya setelah kubanding-bandingkan, ternyata jauh lebih layak kukenakan ketimbang sepatu yang sebelumnya kupakai, yang mana ada banyak mulut menganga kelaparan.
Ketika Aku Mati
August 27th, 2009 Posted 9:05 am
(Onggo Lukito)
Ketika aku mati,
aku tidak ingin dikenang sebagai seorang beriman yang takut akan Tuhan,
atau orang yang hanya berdoa sebagai sebuah ritual.
Ketika aku mati,
aku tidak ingin dikenang sebagai orang kaya raya yang kelimpahan harta,
atau orang miskin yang hanya bisa mengemis dan tidak punya apa-apa.
Ketika aku mati,
aku tidak ingin dikenang sebagai seorang tokoh masyarakat yang dihormati orang,
atau orang biasa yang hanya tahu nama tetangganya.
Tags: Doa, Harapan, Motivasi, Puisi
Posted in Onggo Lukito











