Posts Tagged Hari Kartini

Kartini ini adalah isteri, ibu dan juga teman

2 Comments »

April 22nd, 2010 Posted 11:55 pm

(Mercy Sitanggang)

Pagi ini indah betul, dari atas tempat tidur, aku melirik kalender dengan angka 21 di bulan april, yaitu hari ini, terlingkar dengan spidol warnanya merah, aku tersenyum, menguncir rambut , lalu bangun dan berdiri, menyibak tirai yang terkunci, menghadirkan cahaya, walau masih  malu – malu keliatannya, membuka tirai dan mencium bibir belahan jiwa yang masih bergulat dengan bantal yang disangka isteri. Tidak sabar, tanpa berganti baju, hanya membasuh muka saja, aku langsung bergegas melesat ke dapur bercanda dengan para sahabat, ” Hai penggorengan sayang, bantu aku menyiapkan sarapan buat yang tercinta.” Mereka saling berpandangan, bahkan kuali tercantik, hasil arisanku dengan ibu – ibu sekitar rumah itu, tersipu melihat aku yang berpipi semu merah, layaknya seperti perempuan yang sedang jatuh cinta, aku membuka kulkas dan menculik beberapa telur dari sana, menciuminya sebelum dipecahkan dan dibuat jadi garing, untuk teman nasi gorengku pagi ini.

(more…)

Tags:
Posted in Mercy Sitanggang

Wangi, tak lagi semerbak

3 Comments »

April 22nd, 2010 Posted 9:40 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)
*Tulisan ini, hanya khayal semata. Jika ada kesamaan nama, hanyalah kebetulan.*

Wangi adalah seorang anak perempuan yang lahir dan dibesarkan dalam sebuah keluarga yang kurang harmonis. Orang tuanya sering bertengkar, bahkan tak jarang mereka melakukannya didepan Wangi. Sebegitu seringnya, hingga menyebabkan Wangi menjadi trauma, sehingga Wangi tak berani untuk menatap kemasa depannya. Rasa trauma Wangi, telah menyebabkan dirinya menjadi takut untuk menjadi remaja. Wangi merasa tak percaya diri. Ia takut, jika pada masa remajanya nanti, ia harus mendapatkan cemooh dari teman-temannya, karena perilaku kedua orang tuanya tersebut.

(more…)

ibuku, kartiniku

No Comments »

April 21st, 2010 Posted 11:59 pm

(SHAFIRA SULAIMAN)

Aku punya seorang ibu yang hebat. Kurasa kalian juga..sedikit saja yang ingin kubagi,bukan karena aku tak menyayanginya. Namun jika kutulis semua kekagumanku akan dia maka kurasa tak cukup waktuku menjabarkan kebaikannya.

Aku ditinggalkan ayah saat berusia sepuluh tahun. Perih memang, saat anak – anak seusiaku masih bisa ngelendot manja , aku harus diam, iri, namun kutepis semuanya. Aku masih punya ibu yang spektakuler. Dia ibuku, pahlawanku.

Saat kabar kepergian ayah kuterima dalam gedoran pintu di pagi buta, saat itu masih jam dua malam, aku hanya terdiam didepan pintu rumahku. Ibuku sendirian di rumah sakit. Hanya ia sendiri, sedangkan kami anak – anaknya sama  sekali tak diminta tinggal bersamanya menjaga ayah, ya, ia yang begitu tegar merawat ayahku bahkan sampai cuti dari pekerjaannya selama dua hingga tiga bulan. Syukurlah rekan – rekannya berbaik hati, menerima alasan tanpa ricuh dibelakang.

(more…)

Tags:
Posted in Shafira Sulaiman

Kartini ( Hanya Milik ) Ku

No Comments »

April 21st, 2010 Posted 7:23 pm

(Vinna Kurniawati)

Hari ini adalah hari Kartini dan aku sedang menatap seorang Kartini yang membuatku terkagum-kagum sampai tidak bisa berkata apa-apa selain menggelengkan kepala.

Semangatnya masih sama seperti dulu, memperjuangkan hak-haknya sebagai seorang wanita yang ingin dihormati dan dihargai, dicintai dan disayangi. Perbuatannya masih sama, dimana untuk membuktikan dirinya, dia harus berjuang sekuat tenaga untuk melawan penjajahan kaum lelaki yang superior atau bahkan melawan sesama wanita yang sama sekali tidak mengerti bagaimana caranya saling mendukung.

Tapi Kartini ini tidak lagi mengenakan kebaya sederhana dan sanggul dikepala. Sekarang beliau sudah mengenakan celana jeans, dengan rambut yang dicat kecoklatan dan sudah sangat terlatih menggunakan teknologi secanggih handphone atau bahkan laptop.

(more…)

Tags:
Posted in Vinna Kurniawati

Kartini ( Hanya Milik ) Ku

No Comments »

April 21st, 2010 Posted 7:23 pm

(Vinna Kurniawati)

Hari ini adalah hari Kartini dan aku sedang menatap seorang Kartini yang membuatku terkagum-kagum sampai tidak bisa berkata apa-apa selain menggelengkan kepala.

Semangatnya masih sama seperti dulu, memperjuangkan hak-haknya sebagai seorang wanita yang ingin dihormati dan dihargai, dicintai dan disayangi. Perbuatannya masih sama, dimana untuk membuktikan dirinya, dia harus berjuang sekuat tenaga untuk melawan penjajahan kaum lelaki yang superior atau bahkan melawan sesama wanita yang sama sekali tidak mengerti bagaimana caranya saling mendukung.

Tapi Kartini ini tidak lagi mengenakan kebaya sederhana dan sanggul dikepala. Sekarang beliau sudah mengenakan celana jeans, dengan rambut yang dicat kecoklatan dan sudah sangat terlatih menggunakan teknologi secanggih handphone atau bahkan laptop.

(more…)

Tags:
Posted in Vinna Kurniawati

←Older