Posts Tagged Lomba Nulis Hari Aksara 2009
And The Winner Is…
September 18th, 2009 Posted 12:01 am
Terima kasih bagi para peserta yang udah ikutan berpartisipasi dalam Lomba Nulis Hari Aksara 2009.
- Selamat Tinggal Sahabatku (Ratna Fri)
- Memori Bulan September (Martina Felesia)
- Aku Membutuhkan Bebanmu (Maria Rosa Anggraini)
- Sobatku Bernama Iin (Veronica Setiawati)
- 4 Sekawan (San San Tjahaya)
- Tertusuk Padaku, Luka Padamu Jua (Rini Giri)
- Eng, Harga Sebuah Keputusan (Simon Nagari)
- Teman, Apakah Masih Boleh Kau Kupanggil Teman? (Shandra Syailendra)
Setelah berembug sana-sini. Maka dipilihlah pemenang yang berhak ikut dalam buku yang sedang dalam proses penerbitan.
Memori Bulan September (Martina Felesia)
Selamat buat Tina!
Bagi yang tidak terpilih – karena ini TK Yuk Nulis!, semua bisa terjadi – akan diterbitkan dalam bentuk e-book berbarengan dengan peluncuran buku nanti.
Atas kerja kerasnya, kami ucapkan selamat!
Anita | Angel | Bekti | Danny | Dede | Fachad | Femi | Fonny | Grace | Hanna | Henny | Lini | Pamuji
Yuk Nulis!
“To write well, you have to write what you know”
(Never Been Kissed, 1999)
Didukung sepenuhnya oleh Via Lattea Foundation
Tags: Lomba Nulis Hari Aksara 2009, Woro-woro, Yuk Nulis!
Posted in Via Lattea Foundation
Selamat Tinggal Sahabatku
September 8th, 2009 Posted 4:30 am
(Ratna Fri)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Dua hari lagi aku akan meninggalkan kota Jakarta untuk kembali ke kampung halamanku. Selagi masih ada waktu aku menyempatkan diri pergi ke tanah abang untuk membeli beberapa barang titipan adik-adikku. Aku pergi dengan naik transjakarta dari Cempaka Putih menuju Bank Indonesia. Selama perjalanan aku tidak menyangka kalau aku akhirnya pergi juga dari kota yang keras ini. Dan di dalam busway aku kembali merenung tentang sesuatu yang baru bisa aku pahami. Selama hampir 6 tahun ini aku ada di Jakarta, jauh dari keluarga dan saudara. Aku benar–benar bisa merasakan susahnya orang yang hidup merantau, pergi jauh dari kampung halaman menuju ibukota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Aku bersyukur di Jakarta aku memiliki teman–teman yang baik, yang tidak terpengaruh dengan kehidupan malam kota besar ini. Mungkin aku termasuk orang yang kurang pandai bergaul dan tidak bisa mengikuti gaya hidup yang ada saat ini. Tapi aku tak pernah ambil pusing dengan hal itu, tidak masalah aku di katakan tidak gaul yang penting aku bisa hidup baik.
Tags: Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Posted in Ratna Fri
Memori Bulan September
September 8th, 2009 Posted 4:00 am
(Martina Felesia)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009
7 September.
Seperti tahun-tahun lalu aku mengenangmu. Tiada pernah bosan meskipun aku tak pernah tahu apakah engkau masih mengingatku atau tidak. Hanya saja bagiku, 7 September selalu mengalirkan magma. Kehangatan dan kenangan akan tawamu, jauh menusuk relung hati, dulu dan sampai saat ini.
Hari itu aku bertemu makhluk aneh. Makhluk yang dibawa pulang Anas teman satu asramaku. Makhluk sok jaim, yang senyumnya aduh, sungguh amat sangat mahal dan pelit sekali. Padahal wajahnya nggak keren-keren amat. Dengan kacamata minus begitu terus terang dia bukan tipikal cowok yang (bakalan) kusukai. Pasti model serius dan nggak bisa diajak ”guyon”. Minimal dari gayanya yang acuh tak acuh aku bisa menilai, dia pasti bukan tipe cowok yang menyenangkan.
Tags: Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Posted in Martina Felesia
Aku Membutuhkan Bebanmu
September 8th, 2009 Posted 3:30 am
(Maria Rosa Anggraini)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Hari ini ia memelukku lagi. Ia membagi beban hidupnya dan berkata bahwa ia sangat membutuhkanku. Ia tak tahu, justru aku yang membutuhkannya. Aku membutuhkan pelukan seorang sahabat seperti ini.
***
Ketika duduk di bangku kuliah, aku baru menyadari makna persahabatan yang sesungguhya. Bukan karena aku mendapatkan sahabat sejati saat kuliah, justru sebaliknya. Aku tidak memiliki seorang pun yang dapat kusebut sebagai sahabat.
Kumpulanku dan tiga orang teman mungkin lebih cocok disebut sebagai koloni. Kami berempat berteman, kompak, dan seakan-akan sehidup-semati-sepenanggungan. Itu yang terlihat dari luar. Namun bila ditelisik lebih dalam. Kami hanyalah kumpulan yang terpaksa berkumpul. Kami berkumpul bukan karena kami ingin bersatu, namun karena kami harus berkumpul agar tidak sendirian.
Tags: Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Posted in Maria Rosa Anggraini
Sobatku Bernama Iin
September 8th, 2009 Posted 3:00 am
(Veronica Setiawati)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Sebentar lagi akan ada acara reuni temen-temen sma kelas biologi. Aku teringat dengan teman sebangku bernama Indarti. Aku sudah tidak mengetahui dimana dia berada sekarang. Kabar terakhir yang aku dapat, ia masih bekerja di rumah sakit serang banten.
Aku dan dia kenal pertama kali ketika aku pindah rumah ke cengkareng. Kami memang sama-sama dari kalibata , tetapi rumah kami berjauhan dan aku tidak mengenalnya. Waktu itu aku masih tetap melanjutkan SMP kelas 3 di kalibata. Pergi subuh , pulang sore naik kendaraan umum tetapi untungnya aku tidak sendirian, kami pergi beramai – ramai. Sedangkan Indarti ini SMP kelas 3 nya di cengkareng sejak kepindahannya.
Ketika lulus sekolah, aku mencari rayon SMA di cengkareng dan bertemulah kami di SMAN 33 cengkareng. Karena NEM yang aku miliki angkanya masuk di dalam persyaratan sekolah tersebut , diterimalah aku di sana masuk di kelas 1-7 . Dan ternyata aku sebangku dengan indarti karena begitu dia masuk kelas itu aku melihat dia juga kebetulan bangku sebelah ku kosong. Di sinilah awalnya kami kenalan dan sama-sama menjalani orientasi selama seminggu.. uuhh pernak pernik serta apa yang garus di bawa pada saat ospek aneh-aneh belum lagi seniornya galak-galak ! Sebel!apalagi kalau terlambat neh wah habis deh dimarah-marahin.
Tags: Lebaran, Lomba Nulis Hari Aksara 2009, Natal
Posted in Veronica Setiawati
4 Sekawan
September 8th, 2009 Posted 2:30 am
(San San Tjahaya)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009
“Empat Sekawan”, begitulah orang-orang menjuluki kami berempat di sekolah dulu, karena kami selalu bersama, sejak awal masuk SMP, sampai kami lulus SMA, bahkan sampai sekarang. Entah bagaimana awalnya, kami berempat merasa cocok satu sama lain, sehingga tanpa dikomando, setiap jam istirahat dan sepulang sekolah kami selalu saling mencari dan berkumpul untuk makan, jalan-jalan atau sekedar mengobrol ngalor-ngidul tak ada habisnya. Inilah kami :
Vera, si mungil berhati baja, idealis, smart, naturalis, seniman sejati dan galaknya minta ampun. Julukannya : “Amul Cakar Setan”.
Ingrid, si bongsor bertenaga kuli, gampang marah, tapi gampang tertawa, berbadan besar tapi feminin, pintar masak dan sangat sangat lucu. Julukannya : “Adag” (singkatan dari Amoy Badag, badag dalam Bahasa Sunda berarti besar).
Wina, si pendiam yang manis, keriting, berkaca mata, sangat pandai, pendengar yang baik, kalem, tapi senang tertawa, terutama kalau melihat tingkah polah si Adag. Julukannya : “Pinguin Galing” (pinguin, karena orang-orang selalu menyapanya dengan “Win!Win!”, galling dalam Bahasa Sunda berarti keriting).
Tags: Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Posted in San San Tjahaya
Tertusuk Padaku, Luka Padamu Jua
September 8th, 2009 Posted 2:00 am
(Rini Giri)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Persahabatan kami sudah berumur 28 tahun. Sejak kami mulai masuk SD, 1982. Jangan sangka kami memiliki banyak kesamaan sehingga klop. Kami sangat berbeda, namun saling mengisi dan melengkapi. Apa yang tidak kupunya dia ada. Apa yang tidak dikuasainya aku mampu. Keunggulan dan kelemahan itu membuat kami saling menghargai dan membantu. Berbagi adalah nyawa hubungan ini.
Dia pandai pelajaran eksak, aku telmi abis. Makanya aku selalu belajar padanya. Keunggulanku menggambar dan kami bisa membuat lukisan cat air bersama. Aku banyak ketularan sifat baiknya. Antara lain jadi rajin belajar. Tapi aku gak bisa ikut suka pada pelajaran eksakta.
“Aku mumet, Re. Lebih baik aku cari pacar anak eksakta aja deh. Yang jago matematika, fisika, kimia, gitu.” Keluhku suatu hari.
Tags: Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Posted in Rini Giri
Eng, Harga Sebuah Keputusan
September 8th, 2009 Posted 1:30 am
(Simon Nagari)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009
“Gimana kabar Eng?,” tanya Slamet ketika aku berkunjung kerumahnya, “Baik, sangat baik, tidak seperti yang kita bayangkan disini,” jawabku, “Maksudmu gimana?,” Slamet seperti kebingungan dengan jawabanku, “jelaskan sedetail mungkin, biar aku bisa tahu dengan jelas,” aku tersenyum, “Dia cukup sehat, cukup bahagia hidup dengan seseorang yang dicintai dan mencintai, mereka seiring dan saling melengkapi, mengerjakan pekerjaan bersama dan bergantian,” aku mulai menyulut rokokku, kuhisap pelan-pelan, Slamet memandangiku penasaran, “aku tak tidur semalam, kami habiskan untuk bercerita,” aku jelaskan semua dialog yang terjadi antara aku dan Eng, “mungkin dia benar bahwa wanita yang dinikahi dulu, membuatnya gila, membuatnya bagaikan hidup dineraka, sehingga demi menyelamatkan anak-anaknya dari tontonan menyakitkan yang terus menerus, dia nekat untuk mengambil pilihan terburuk, pergi dan tak kembali, terlunta-lunta di berbagai kota, hingga dia bisa mulai bisa berpijak lagi sekarang, menyedihkan memang, tapi aku merasakan kedamaian yang diperolehnya sekarang, merasakan ketentraman untuk menutup sisa-sisa hidupnya,” lanjutku, “pilihan yang tidak gampang, tapi sungguh keberanian yang luar biasa, aku salut, aku yakin dia tetap punya rencana besar untuk anak-anaknya kelak,” kututup cerita itu seiring dengan tegukan tetes terakhir kopi yang disuguhkan padaku.
Tags: Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Posted in Simon Nagari
Teman, Apakah Masih Boleh Kau Kupanggil Teman?
September 8th, 2009 Posted 1:00 am
(Shandra Syailendra)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Tiga puluh dikalikan lima dan tiga puluh satu dikalikan tujuh hasilnya adalah tiga ratus enam puluh lima.
Teman, kalau boleh aku memanggilmu itu.
Ingatkah kau, betapa indahnya kala itu, saat kita berdua berbagi awan, bergulingan tanpa peduli embun yang setetes demi setetes membasahi kita?
Aku masih ingat, teman.
Lalu lagi-lagi teman, ingatkah kau, betapa indahnya kala itu, kala kita berbagi ranting seperti dua burung gereja yang kelelahan tersapu derasnya angin?
Aku masih ingat teman
Dan teman, sekali lagi aku bertanya masih ingatkah kau? Masih ingatkah kau janji yang pernah terucap dari kedua bibir kita?
Aku masih ingat teman.
Tags: Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Posted in Shandra Syailendra











