Posts Tagged Luka Batin

Nothing has Changed

No Comments »

August 22nd, 2010 Posted 8:00 am

(Yulita Nilawati)

Malam semakin larut, laptop yang menemaniku baru hendak ku tutup, ketika layar kecil disudut bawah kanan muncul. Siapakah dia..? Sudah beberapa bulan ini, layar itu tertutup seperti tertutupnya pintu kecil direlung hatiku yang terdalam. Baru beberapa minggu ini aku membukanya kembali. Begitu sensitifnyakah aku ? Mungkin ada benarnya, tapi aku banyak belajar bahwa hal itu tidak membawa hal positif.

Mengalami dan merasakan hal-hal yang diluar keinginan membuat hatiku gundah.  Sudah benarkah jalan yang kupilih untuk menjalin persahabatan ini. Setelah sekian lama kututup rapat, ketika kucoba membuka kembali pintu ini, kembali hatiku kecewa. Setiap kali kecewa itu muncul, secepat itu pula kututup pintu itu. Aku merasa membutuhkan waktu untuk mengembalikan rasa yang ada.

(more…)

Tags:
Posted in Yulita Nilawati

Na, Jaga Diri Lu (2)

No Comments »

June 30th, 2010 Posted 7:26 pm

Sambungan dari Na, Jaga Diri Lu Aku masih bengong di ruang medical check up sebuah rumah sakit mewah di barat Jakarta. Sudah dua jam berlalu. Kulirik jam tanganku, jam 1 siang. Pff… masih satu jam lagi diambil darah terakhir. Aku bukan sakit, mumpung dapat voucher gratis seharga satu juta, rugi kalau dilewatkan. Sekalian cari tahu [...]

Akupun Memilih (Sebuah Pisau dengan Ukiran yang Indah)

3 Comments »

May 29th, 2010 Posted 10:01 am

(Agustina Ika)

Karena ternyata tetap akan tumpah, mengalir tanpa mampu terbendung.
Menyadari sepenuhnya bahwa hati tidak memilih tapi dipilih
Menyayangkan hatiku yang menginginkannya
Sudah lama bersiap seperti bermain dengan pisau dan mengasahnya pelan-pelan
Kusayat pada saat yang tepat agar darahnya mengalir cepat
Berharap tak ada yang tersisa
Tak perlu ada beku atau memar

(more…)

Tags:
Posted in Agustina Ika

Artikel Patah Hati

6 Comments »

January 27th, 2010 Posted 1:15 pm

(Dilla Maulina)

Pukul 12.00

Bukan waktu yang tepat untuk menyandarkan kepala di atas meja kerja. Setumpuk pekerjaan harus segera di selesaikan sore ini. Perut keroncongan, tapi tak ada nafsu untuk mengisi. Kepala sakit bukan main. Tapi malang tak dapat di tolak, untung tak dapat di raih. Apa pun itu. Apa saja itu. Sesuatu tentang seseorang yang sekarang sedang duduk manis di sebelah sekat dinding meja kerjanya. Aini membenci nya.

Alfa. Alfa. (more…)

Tags: , ,
Posted in Dilla Maulina

Untuk Terakhir Kalinya…

No Comments »

December 10th, 2009 Posted 10:50 am

(Fonny Jodikin)


Pernahkah kau mengalami kesakitan yang amat sangat. Terlukai yang amat dalam. Dan kau pikir kau takkan pernah sanggup berhadapan dengan orang yang begitu melukai hatimu?

Hmmm, aku pernah. Memikirkannya saja sudah membuat diriku ketakutan. Bahkan tak pernah sanggup kubayangkan untuk bertemu kembali dengannya dalam waktu dan tempat yang berbeda. Membayangkannya saja tak sanggup, apalagi menjalaninya. Tetapi alur hidup membawaku menemuinya untuk terakhir kali. Untuk mendamaikan kegalauan di hatiku. Untuk menyembuhkan luka yang berdarah dan menganga itu. Luka itu terlalu lebar, terlalu dalam untuk betul-betul disembuhkan. Namun, waktu jualah yang menyembuhkan diriku dan menguatkanku sekali lagi ketika aku berjumpa dengannya. Seperti yang sudah kukatakan tadi, untuk terakhir kalinya.

(more…)

←Older