Posts Tagged Malaikat

RAPUH

No Comments »

January 11th, 2010 Posted 8:31 pm

(Theresia Rita)

Tak biasanya, sore ini langit cerah berbias warna abu-abu perak sisa matahari siang tadi. Sore ini cantik sekali, tetapi pikiran ku mengelayut letih ketika ingat kamu. Kamu adalah seseorang yang kukenal baik, lengkap dengan segala carut marut hidupmu, juga bening embun yang menetes setiap pagi dalam hari-hari manis kebersamaan kita. Aku sering menyebutmu malaikat, tetapi tidak punya sayap. Mungkin karena kamu tak punya sayap, sehingga kadang mengebaskan luka begitu dalam di hatiku.

Kenapa hari ini menjadi terasa berbeda, akupun mencoba menilik ke belakang berapa lama usia perkenalan kita. Tapi ternyata ukuran waktu tak cukup membantu memberi kesempatan pada kita untuk mengenal lebih dalam. Aku tahu apa yang membuat kamu gelisah dalam beberapa ribu detik yang lalu, semua tertangkap dalam kasat mataku. Tetapi sebait kejujuran tak juga mengalir dari bibir mungilmu walau aku terus menunggu. Hari ini aku menemukan dirimu yang lain, kamu yang rapuh atas nama sebuah kebutuhan hidup.

(more…)

MALAIKAT ITU TAK PUNYA SAYAP

No Comments »

December 9th, 2009 Posted 2:15 pm

(Theresia Rita)

Bertahun – tahun aku merayakan valentine dengan biasa saja meski jaman SMA dulu, valentine selalu hadir dengan nuansa istimewa karena hebohnya teman-teman merayakan. Tapi  tahun ini valentine menjadi sangat istimewa. Aku ketemu dengan dia saat retret valentine bersama. Semula yang sama sekali tak kenal., menjadi amat dekat dan kenal luar dalam.

Mungil dan cantik, mirip seperti burung pipit yang ada foto dan puisinya mbak femi….kakinya kecil,tetapi di balik semua kemungilannya itu Tuhan memakai dia untuk hal-hal besar dalam karya pelayanan. Aku suka memanggilnya burung pipit,bukan hanya karena mungilnya…tetapi karena cerewet…celotehnya ramai mirip burung-burung pipit di sawah di kampungku.

(more…)