Posts Tagged Menulis
Karena Menulis
February 21st, 2010 Posted 9:02 pm
Aku ingin gila karena menulis.Apalagi di saat tak aku temukan setitik ide.Aku ingin gila karena mencari.Apalagi di saat aku begitu ingin menulis.Apapun jadi.Apapun jadi.Jika tak ada rotan, akarpun jadi.Jika tak ada ide, isi hatipun jadi.Ups! Lha ya memang yang ditulis isinya hati.Masa isinya panci?Kalau begitu..jadinya sih resep masakan.Aku ingin gila karena menulis!Dan mem-valid-kan semua yang
Tags: Menulis
Posted in Daesy Christina
BAHASA YANG MENUNJUKKAN BANGSA
November 23rd, 2009 Posted 6:18 pm
(V. Olsy Vinoli Arnof)
Mahasiswi-mahasiswa Sastra Inggris, tentunya tahu bahwa karakter bahasa Inggris yang kita kenal saat ini berbeda dengan bahasa literer yang dipergunakan oleh Shakespeare, misalnya. Atau bila ingin lebih mencolok lagi perbedaannya, akan berbeda lagi dengan karakter dan bentuk bahasa dalam mitologi Beawulf. Demikian juga dengan bahasa Jerman. Perkaranya jadi lebih jelas lagi bila kita menyimak artefak filologi bahasa literer Jerman, khususnya pada teks kesusastraan pada masa sebelum reformasi Gereja yang dirangsang oleh Martin Luther dengan masa sesudahnya.
Untuk bahasa Jerman ada perihal yang agak serupa dengan bahasa Indonesia, yakni ada kesengajaan dalam membentuknya. Bahasa Jerman yang kita kenal sekarang, yang sangat matematis itu, berkembang sejalan dengan kebutuhan penerjemahan Injil-injil berbahasa Latin untuk kepentingan khalayak awam di luar hirarki gereja. Namun, kondisi sintaksis bahasa Jerman kuno, tidak cukup mampu menampung gagasan-gagasan injili yang diungkapkan lewat mekenisme bahasa Latin yang keluasan semantikanya dapat dibatasi (agar tidak multitafsir, kalo istilah orang sekarang, meski hasil pembacaan, potong kuping saya, pasti multitafsir). Karena itulah, kemudian bahasa Jerman pun mengenal kasus akusativ, nominativ, genetif, dativ yang merupakan kasus khas bahasa Latin. Sedangkan bahasa Latin memiliki dua kasus lain yakni vokatif dan ablatif. Konjugasi bahasa Jerman pun agak mirip dengan bahasa latin. Yang saya maksud sama dengan perihal bahasa Indonesia adalah, sama-sama menciptakan atau tepatnya, mengubah bentuk suatu praktek bahasa tertentu demi kepentingan tertentu. Bahasa Melayu adalah bahasa yang dikembangkan menjadi bahasa Indonesia, secara resmi untuk kepentingan kolonial Belanda dan terus dikembangkan penggunaannya hingga bahasa Indonesia EYD.
Apakah Kamu Masih Patah Hati?
November 1st, 2009 Posted 3:15 am
(Ratna Fri)
Beberapa hari ini banyak sekali status teman-temanku di fb yang lagi patah hati, yang pasti melow dan penuh dengan luapan kemarahan. Sayapun 1 bulan yang lalu mengalaminya, dan merasakan bahwa dunia ini berhenti karena dia sudah tidak bersamaku lagi. Yang membuat saya merasa sangat sedih adalah karena saya tidak bisa mempertahankan hubungan ini dikarenakan sebuah perbedaan, mungkin jika permasalahannya ada orang ketiga di dirinya itu akan membuat saya mudah melupakannya.
Sudah hampir 1 bulan lebih bayang-bayang dia tak mampu untuk saya hapus dari pikiran dan hati saya. Pedih sakit dan kecewa pasti ada, dan rasa itu semakin bercampur aduk yang membuat saya mengasihi diri sendiri dan semakin sedih. Lalu saya bertanya-tanya kenapa saya bisa sesedih ini? Kenapa saya tidak bersemangat seperti dulu? Bukannya saya seorang wanita yang tegar, mandiri dan tidak tergantung dengan orang lain. Banyak hal yang bisa dilakukan daripada mengasihani diri dan larut di dalam kesedihan. Saya ingat pada suatu ungkapan bahwa dunia tidak akan berhenti hanya karena kesedihan saya, dunia terus berjalan dari hari demi hari, jika saya terlalu larut di dalam kesedihan maka saya akan menyia-nyiakan hidup saya.
Library of Yogya
October 31st, 2009 Posted 11:36 pm
(Ratna Fri)
Beberapa waktu yang lalu ketika saya pergi ke sebuah toko buku, saya melihat ada buku yang menarik dan membacanya sebentar, ketika saya membolak balik halaman demi halaman buku itu ada sebuah ungkapan yang sampai saat ini selalu saya ingat “dengan mengajar saya belajar dan dengan membaca saya berpikir”
Ungkapan ini benar-benar saya ingat di dalam hati dan pikiran saya, dan memang benar adanya dengan mengajar saya pun turut belajar dan dengan membaca saya diajak untuk berpikir.
BUKAN JAGOAN
October 22nd, 2009 Posted 9:56 pm
(V. Olsy Vinoli Arnof)
Saya sering heran, kenapa banyak orang menganggap, atau tepatnya menuduh saya jago menulis. Padahal yang saya lakukan hanya memindahkan pikiran saya ke dalam tulisan. Namun bila saya dipandang memahami apa yang tengah saya pikirkan dan kemudian saya tulis, mungkin benar.
Mehamami bukan berarti saya paham pada satu tema tertentu. Bisa juga saya menulis karena saya tidak paham pada satu tema, dan, yang saya pahami, berarti saya paham bahwa saya tidak memahami suatu tema. Misalnya, saya menulis tentang ketidakmengertian saya terhadap perilaku aneh orang di Facebook. Jelas, saya tidak sepenuhnya paham dengan perilaku aneh itu, tapi saya paham terhadap ketidakpahaman saya.
Tags: Menulis, Penulis
Posted in V. Olsy Vinoli Arnof
Metamorfosa Menjadi Penulis
October 15th, 2009 Posted 12:27 am
(Oleh : Femikhirana)
Penulis, apa yang membuat seseorang dapat menganggap dirinya penulis?
Pertanyaan ini mungkin harus ditelaah oleh mereka yang ‘ngaku’ suka menulis, hobi menulis.
Saya sendiri terus terang tidak tahu apakah ada ukuran empiris tentang seseorang bila ingin disebut penulis. Beberapa orang yang bertanya kepada saya, apakah saya penulis, sering saya jawab dengan,
“Penulis di blog, karena media saya memang sekarang baru blog.”
Tags: Kaidah Bahasa, Menulis, Penulis, Yuk Nulis!
Posted in Femikhirana
Jalan Tuhan Bukan Jalanku 2 (Menulis adalah Jalan Spiritual)
July 18th, 2009 Posted 11:12 pm
(Femikhirana)
“Menulislah… menulislah..!” ujar Suara itu kepadaku.
Aku menangis kembali, dalam lipatan tangan dan wajah menunduk, aku bertanya kepada Suara itu,
“Menulis apa lagiiiii, Tuhan…?” tanyaku lirih walau tak bersuara dari tenggorokan, aku tahu nadaku lirih sekali, karena luapan beban dalam hati yang kuserahkan ke Tuhan saja.
“Menulislah… tulis tentang semua tentang-Ku, tentang apa yang sudah Aku buat bagi kamu…” jawab Suara yang jelas itu. Tak terdengar di telinga namun jelas membahana dalam pikiran.
Entah apakah ada yang pernah mendengar suara-Nya selama ini. Namun saat ini akhirnya aku dapat menjawab,
Tags: Menulis, Tuhan
Posted in Femikhirana













