Posts Tagged Mimpi

Mimpi Berhadiah

No Comments »

May 18th, 2011 Posted 1:27 pm

(Yulita Nilawati)

Pagi-pagi bu Sentot sudah bangun, menyiapkan semua kebutuhan suami serta anak-anaknya. Ada sinar kebahagiaan di raut wajahnya, seperti hendak menceritakan sesuatu. Tak sabar hatinya untuk menceritakan mimpi semalam ke suami dan anak-anak.

“Pak.. pak.., ibu semalam bermimpi! kira-kira apa… arti mimpiku ini?” katanya.

“Apa sih bu, bapakkan mau pergi, sudah kesiangan nih! nanti saja ceritanya” sahut Pak Sentot sambil menyambar tasnya untuk berangkat ke kantor.

(more…)

Way to Future

No Comments »

July 30th, 2010 Posted 1:32 pm

(Winda Priyosa)

Ibarat pohon sedang meranggas,
asa ini daun yang terpangkas.
Gugur lantas hilang tak berbekas..

Keluarkan ku dari sangkar,
biar kuhirup kembali udara segar,
rasakan lagi dunia hingar bingar..

(more…)

Tags: ,
Posted in Winda Priyosa

Sepotong Jari di Mulutku

4 Comments »

June 4th, 2010 Posted 2:58 pm

(Puji Lestari)

Kami biasa bercanda di sore hari setelah semua kesibukan selesai dilakukan. Saling menggoda satu sama lain untuk melepas penat. Tetapi kadang-kadang cara bercanda kami kelewat batas. Misalnya sore itu, aku menggigit telinganya ketika kami sedang nonton tv bersama. Cuma bercanda. Tidak benar-benar digigit sebenarnya. Tapi tetap saja, dia berteriak-teriak ketakutan. Dan kami pun tertawa bersama-sama. Lain waktu, ketika aku sedang mengupas buah, aku menakuti-nakutinya dengan pisau yang kugenggam. Kuketuk-ketukkan di lantai mendekati jari-jari kakinya seakan hendak memotong jari-jari itu. Dan dia akan menjerit-jerit ketakutan. Kengerian yang diperlihatkannya justru membuatku senang dan tertawa terpingkal-pingkal.

(more…)

Tags: , ,
Posted in Puji Lestari

Terusik Sang Pemimpi

2 Comments »

January 15th, 2010 Posted 11:55 am

(Puji Lestari)

Sehabis menonton “Sang Pemimpi” aku memilih pulang dengan berjalan kaki. Suasana sore yang temaram membuatku tak kepanasan. Perjalanan santai menuju rumahku membawa angan-anganku lebih jauh lagi dari langkah kakiku.Potongan adegan film “Sang Pemimpi” mau tak mau mengingatkanku pada impianku sendiri. Impian yang telah lama kulupakan. Impian yang kini tiba-tiba hadir mengusik pikiranku.

Tiga puluh tahun yang lalu aku dilahirkan di sebuah desa terpencil dekat pantai selatan Jawa. Kampungku tak tercantum di peta apalagi di Googlemaps. Letaknya di sebelah selatan kota Malang. Menembus hutan jati lebat sepanjang kurang lebih 3 Km. Menyeberangi sungai Berantas melalui jembatan kecil yang hanya cukup dilewati satu mobil. Setelah itu bersiaplah melalui jalan berkelok, naik turun dan beraspal sangat buruk. Jalanan beraspal halus hanya sedikit terlihat dengan lubang-lubang berbatu yang lebih banyak.

(more…)

Tags: ,
Posted in Puji Lestari

Sebuah Mimpi di Tailor Famous (2005)

No Comments »

January 15th, 2010 Posted 11:53 am

(Daesy Christina)

Wajah wajah itu
Berautkan mimpi mimpi sepanjang hidupnya
Dalam setiap tarian mereka
Dalam setiap getaran hati mereka
Ku rasakan seluruh alunan kesedihan dan harapan mereka
Coba gapai sebuah perubahan
Atau hanya sekedar penghiburan
Tapak demi tapak dilalui
Berat namun menyimpan harga yang manis

Kala sebuah pintu terkunci di mata mereka
Tangis tak terbendung
Serasa seluruh dunianya runtuh
Tak mampu gapai kebahagiaan
Seakan bumi ini akan jatuh dalam serpihan
Tak sisakan sebuah tempat penuh tawa tuk mereka

Namun kala sebuah jembatan tercipta di depan bentangan jurang
Berlari meloncat dan berteriaklah mereka
Seakan cinta tak lebih indah dari itu
Dunianya mendadak penuh warna bukan lagi sekedar abu
Senyuman penuh arti mengembang
Lama…sangaat lama….
Doa pun terpanjat,
Oh terima kasih Yang Kuasa

November 24th 2005
Untuk mereka yang terus mengejar mimpi-mimpinyanya

Tags: ,
Posted in Daesy Christina