Posts Tagged Motivasi

Salahkah diriku??

3 Comments »

February 22nd, 2010 Posted 2:24 pm

(Meyti Ridirta)

Aku berbicara sebagai perempuan, yang belum pernah menikah dan sedang mencari pasangan hidup yang terbaik  dunia akhirat. Aku berbicara sebagai wanita yang terbelenggu oleh “jeratan” berbagai macam pria, yang sedang berusaha mendapatkan diriku untuk dijadikan sebagai pendamping hidup selamanya.

Aku hanya merasa heran terhadap mereka para pria, yang berani mendekatiku. Setiap kali aku bertanya “mengapa kamu suka aku?” dan mereka pun menjawab “karena kamu berbeda, kamu baik, dewasa, dsb.”

Tidak satu jawaban pun yang bisa mengena di hatiku, apa bedanya aku dengan wanita lain, masih banyak yang lebih baik dari aku. Tapi mengapa aku yang etrpilih oleh mereka…..

(more…)

Terusik Sang Pemimpi

2 Comments »

January 15th, 2010 Posted 11:55 am

(Puji Lestari)

Sehabis menonton “Sang Pemimpi” aku memilih pulang dengan berjalan kaki. Suasana sore yang temaram membuatku tak kepanasan. Perjalanan santai menuju rumahku membawa angan-anganku lebih jauh lagi dari langkah kakiku.Potongan adegan film “Sang Pemimpi” mau tak mau mengingatkanku pada impianku sendiri. Impian yang telah lama kulupakan. Impian yang kini tiba-tiba hadir mengusik pikiranku.

Tiga puluh tahun yang lalu aku dilahirkan di sebuah desa terpencil dekat pantai selatan Jawa. Kampungku tak tercantum di peta apalagi di Googlemaps. Letaknya di sebelah selatan kota Malang. Menembus hutan jati lebat sepanjang kurang lebih 3 Km. Menyeberangi sungai Berantas melalui jembatan kecil yang hanya cukup dilewati satu mobil. Setelah itu bersiaplah melalui jalan berkelok, naik turun dan beraspal sangat buruk. Jalanan beraspal halus hanya sedikit terlihat dengan lubang-lubang berbatu yang lebih banyak.

(more…)

Tags: ,
Posted in Puji Lestari

WHAT’S FOREVER FOR

No Comments »

January 7th, 2010 Posted 9:43 am

“What’s Forever For” by BILLY GILMAN
I’ve been looking at people
And how they change with the times
And lately all I’ve been seeing are people
Throwing love away and losing their minds
Or maybe it’s me that’s gone crazy
‘Cause I can’t understand why
All these people keep hurting each other
When good love is so hard to come by
So what’s the glory in leaving
Doesn’t anybody ever stay together anymore
And if love never lasts forever
(more…)

Tags:
Posted in Simon Nagari

Terinspirasi ‘So You Think You Can Dance’

No Comments »

December 17th, 2009 Posted 1:18 pm

(Fonny Jodikin)

Inspirasi bisa timbul dari mana saja, kapan saja, di mana saja. Walaupun ada masa-masa di mana inspirasi itu rasanya begitu jauh, tapi ketika saya lebih teliti melihat, lebih teliti menggali, tiba-tiba ‘ting ting ting!’ timbullah inspirasi di kepala. Bagaikan tokoh ‘Lang Ling Lung’ dalam majalah Donal Bebek yang tiba-tiba mendapatkan ilham dan digambarkan dengan bola lampu yang menyala di majalah kartun itu. Begitulah yang saya alami dan rasakan.

Setelah beberapa hari agak kurang terinspirasi, saya mencoba mencarinya melalui ‘you tube’ dengan mencari ‘best advertisement’ atau ‘best ads’. Salah satu yang sangat mengena di hati dan sangat saya sukai, ‘rap battle’ yang merupakan iklan ‘Taco Bells’, salah satu restoran cepat saji dari Amerika Serikat. Cerita singkatnya: pemesan di ‘drive thru’ memesan dengan cara ‘rap’ yang cukup keren dan canggih. Ketika bertanya kepada karyawan/karyawati ‘Taco Bells’ apakah mereka mendapatkan info pemesanan tersebut, dibalas pula dengan’rap’. Yang hebatnya, karyawati ‘Taco Bells’ itu nge-rap dengan lebih cepat, lebih canggih, dan lebih keren. Saya dan suami tertawa terbahak melihat ekspresi melongo dari kedua pemesan yang masih berada di mobil. Dalam hati, pastinya mereka membatin, “ Gile, nggak nyangka, Man! Waitress-nya lebih canggih nge-rapnya… Kirain gue udah hebat, gak taunya? Wakakaka…”

(more...)

Tags: ,
Posted in Fonny Jodikin

Kelinci Pembenci Wortel

No Comments »

December 7th, 2009 Posted 10:07 pm

(Vinna Kurniawati)

Ada seekor kelinci, seluruh bulu yang menutupi badannya berwarna hitam sedangkan matanya yang bulat kecil cemerlang berwarna coklat. Kelinci ini begitu lincah, suka melompat ke sana kemari dan selalu mengendus semua hal yang ada di hadapannya dengan penuh ingin tahu. Tapi kadang kala kelinci itu juga bisa duduk termenung menatap jendela atau di pojok kandangnya tanpa melakukan apa-apa, seperti melamun.
Tapi yah, bagaimana pun kelinci itu tetap menarik hati. Semua orang akan tertarik untuk mengenalnya lebih dekat lagi, walaupun hanya untuk sekedar mengelus kepalanya, menarik telinganya yang panjang ataupun hanya mengacak-acak bulunya yang cukup lembut itu.
Memang begitulah kelinci hitam itu.
Hanya saja, ada satu hal yang cukup membingungkanku. Sebenarnya bukan sesuatu yang serius, tapi kalau mengingat bahwa sesuatu itu sangat di luar kebiasaan, lama-lama kebingunganku berubah menjadi kekhawatiran. Pasalnya, kelinci hitam itu tidak menyukai wortel.

(more…)

Tags: ,
Posted in Vinna Kurniawati

buronan

2 Comments »

November 27th, 2009 Posted 11:16 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

Menggila,..tak cukup rasanya satu baris. Berbaris dan semakin memanjang. Berurut, dan kian menurut pada jalurnya. Tak mau keluar, enggan juga beranjak dari semua kekalutan. Tetap setia pada baris keterpaksaan. Menghuni pada sebuah penjara yang di bangun di dalam jiwa. Ini bukan tahanan percobaan, tapi ini sudah tervonis dan palu sudah terlanjur di ketukan. Menerobos dinding berlapisnya, tak mungkin. Sedang pasrah adalah menyerahkan diri kepada kejamnya para tahanan yang lain. Sebentar,. Coba ku rentangkan kembali sayapku yang sudah patah ini. Barangkali masih dapat ku habiskan sisa tenagaku, untuk mengepakkannya, dan terbang melalui celah kecil yang terdapat pada halaman penjara ini, tanpa harus melalui lapisan penyekat dan para penjaganya. Lompat..!! Lompat…!! Lompat!!! Sedikit terasa sakit namun tak apa, harus ku coba kembali. Lompat…!! Lompat…!! Lompat…!! Para tahanan lain dan para penjaga mencibirku sebagai orang gila dengan usahaku. Tak apa. Coba lagi. Lompat…!! Lompat..!! Lompat..!! Auw…!! Sakit sekali,…namun taka pa, coba terus,.. lagi…lagi..dan lagi…Lompat..!!!! dan Yeahhhh..!!!!! Aku berhasil…!!! Aku terbang dan selamat tinggal kemelut. Selamat tinggal penjara jiwa. Selamat datang di angkasa nan biru, burung-burungpun berlomba cepat denganku. Sesekali menjulurkan tangannya dan memberikan ucapan selamat kepadaku. Aku bebas…!!! Aku merdeka…!!! Sejenak aku merasa tenang, meski kutau, kini aku telah menjadi seorang buronan. Aku tau, bahwa masalah-masalah itu pasti tetap akan mencariku, dan suatu saat pasti akan menemukanku (lagi). Namun biarlah. Kini harus ku cari sebuah tempat peristirahatan yang baik, agar mendaratku pada tempat tersebut, dan kemudian mengobati patahan-patahan sayapku, lalu ku sempurnakan (lagi).

Cape Deehhh!!!

No Comments »

November 14th, 2009 Posted 11:49 pm

(San San Tjahaya)

Seonggok bangunan besar mendominasi pemandangan di jendela kamarku di lantai 2. Letaknya menyisi, sehingga aku bisa melihat sisi samping dan belakangnya.

Dari depan, aku pernah melihatnya. Dicat berwarna pink, dengan jendela-jendela yang cantik berhiaskan tirai berwarna senada.

Tapi bagian samping dan belakangnya, berwarna abu-abu semen yang buruk dan kusam. Beberapabagian mulai retak, dan bahkan lumut berwarna hijau kehitaman menandai tempat mengalirnya air hujan. Jendela-jendela yang mati bejejer, menatap nanar dalam kekosongan. Apakah isinya? Gudangkah? Rumahkah? Ditingkahi antena rumah sebelah dan semrawutnya kabel-kabel PLN, sungguh menyedihkan.

(more…)

Tags: ,
Posted in San San Tjahaya

Filosofi Pak Man

No Comments »

November 5th, 2009 Posted 5:03 pm

(Frans Yustiana)

Pagi ini aku terbangun cukup pagi sehingga tidak perlu terburu-buru mempersiapkan diri untuk berangkat kerja.

“Wah asyik juga pagi ini tidak harus buru-buru ke kantor. Aku masih punya banyak waktu.” batinku. Sambil terus beres-beres dan mempersiapkan diri aku berpikir apakah hari ini akan mendatangkan sesuatu yang baik untukku. Adakah sesuatu yang bisa kupelajari dan kuambil hikmahnya. Seorang bijak pernah aku baca tulisannya, bahwa jika kita mengharapkan sesuatu yang baik akan terjadi pada kita dan kita meyakininya, maka mungkin saja sesuatu yang baik itu akan terjadi. Karena itulah setiap pagi aku selalu berusaha men-sugesti diriku sendiri untuk bisa mendapatkan sesuatu yang baik.

Well, sudah siap sekarang.” kataku sendiri masih sambil mematut-matut diri di depan cermin. “Ayo berangkat. Semangat!”

(more…)

Tags: ,
Posted in Ferni Yustiana

Ternyata Aku Fobia Juga

3 Comments »

November 5th, 2009 Posted 12:53 am

(Ratna Fri)

Sore ini ketika saya membeli rokok untuk ayah di warung dekat rumah, pemilik warung sebut saja namanya Ibu Sirun bercerita kalau cucunya yang bernama Reza yang berusia 7 tahun itu sangat takut dengan yang namanya Kuda Lumping. Dan beberapa hari yang lalu ada pengamen kuda lumping sekitar 2 orang yang datang ke area pemukiman kami. Waktu itu Reza sedang asyik main sepeda di jalan, ketika melihat pengamen kuda lumping ini dari kejauhan, Reza sangat kaget dan dia langsung saja meninggalkankan sepedanya di jalanan dan sandalnya di buang begitu saja, dia berlari ke arah warung tempat Ibu Sirun berjualan. Sambil berteriak-teriak “Nenek….nenek…takut nek! Cepat itu….orangnya di kasih uang biar cepat pergi” Reza begitu histerisnya melihat pengamen itu. Neneknya yang sedang duduk sambil menimbang telur-telur untuk dijual keheranan dengan tingkah Reza ini. “Kenapa mas Reza, kamu takut apa” tanya sang nenek yang belum mengerti mengapa Reza tiba-tiba saja ketakutan. “Itu nek, ada kuda lumping, Reza takut…., cepat di kasih uang biar cepat pergi” teriak Reza lagi sambil menarik-narik baju sang nenek. “Kuda Lumpingnya masih jauh, belum ke sini mas” jelas Ibu Sirun sambil menenangkan Reza. “Tidak usah takut, cuma kuda lumping saja mas” kata neneknya lagi. “Ayoo…nek, jangan sampai masuk ke sini, cepatan di kasih uang…” rengek Reza lagi yang badannya sudah gemetaran dan keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya. Neneknya yang melihat Reza benar-benar ketakutan jadi kasihan, lalu beliau keluar ke depan warung sambil membawa uang kecil untuk pengamen kuda lumping itu.

(more…)

Tags: ,
Posted in Ratna Fri

petuah bijak, dari seorang petani

No Comments »

November 5th, 2009 Posted 12:51 am

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

Pagi ini, seperti biasanya, aku duduk di halaman teras depan rumahku. Sambil menikmati secangkir kopi, dan beberapa batang rokok, dan melakukan perbincangan sendiri bersama mata, dan hati. Dan seperti pagi-pagi sebelumnya juga, pak Amir, seorang petani yang tinggal bersebelahan dengan tempat tinggalku, berkemas untuk segera melakukan tugasn di kebun miliknya.

Dan seperti biasanya pula, kemudian aku menyapanya. “pagi pak,..”

pak Amir pun menjawab.” Eh, de’ ode, pagi juga de’, masih santai nih??”

“he,..iya nih pak;, biasa pengangguran..he..” jawabku

(more…)

Ketika Aku Mati

No Comments »

August 27th, 2009 Posted 9:05 am

(Onggo Lukito)

Ketika aku mati,

aku tidak ingin dikenang sebagai seorang beriman yang takut akan Tuhan,

atau orang yang hanya berdoa sebagai sebuah ritual.

Ketika aku mati,

aku tidak ingin dikenang sebagai orang kaya raya yang kelimpahan harta,

atau orang miskin yang hanya bisa mengemis dan tidak punya apa-apa.

Ketika aku mati,

aku tidak ingin dikenang sebagai seorang tokoh masyarakat yang dihormati orang,

atau orang biasa yang hanya tahu nama tetangganya.

(more…)

Tags: , , ,
Posted in Onggo Lukito