Posts Tagged Pendidikan
Road to IRO 2010: Catat, Analisa, Perbaiki!
June 16th, 2010 Posted 9:19 am
Rapor sudah diterima! Libur telah tiba! Si Sulung dan Si Bungsu sudah pamitan dengan sekolah lamanya. Penuh menjadi homeschooler! Liburan. Hm… ngapain ya? Eh, lupa! Kan Si Sulung mau persiapan buat Indonesian Robotic Olympiad (IRO) 2010. Emang sih, masih tgl 14 Agustus nanti. Tapi kan, sekarang aja belum tau mau bikin model apa. Mumpung liburan, [...]
Tags: Pendidikan
Posted in G. Lini Hanafiah
Sharing: Homeschooler yang sudah jadi “orang” (1)
June 4th, 2010 Posted 5:00 pm
Surat dari Margareta Kesumadewi pelaku homeschooler yang sekarang sudah jadi “orang”. Mudah-mudahan sharing dari Reta menjadi “pelipur lara” atas segala label negatif homeschooling. hey mbak lini n smuaa reta dulu HS pas SMA, 2 taun. jujur, gara2nya ga suka sama sistem pendidikan sekolah formal. di kelas cuma nyatet yang didikte guru, yang dibahas pun semua [...]
Tags: Pendidikan, Surat
Posted in G. Lini Hanafiah
“Toilet!”
April 19th, 2010 Posted 9:37 am
Menjadi ibu beranak dua rasanya sama seperti ibu beranak satu: selalu penuh kejutan! Si Sulung memang menjadi “bahan eksperimen”. Jika berhasil, akan diterapkan pada Si Bungsu. Niatnya begitu. Pada kenyataannya, hasil ekperimen yang berhasil itu belum tentu juga berhasil pada adiknya. Kembali ke no: eksperimen ulang! Begitu juga di urusan membaca. Si Sulung diajarkan membaca [...]
Tags: Pendidikan
Posted in G. Lini Hanafiah
Disiplin pada Anak
October 31st, 2009 Posted 11:29 pm
(San San Tjahaya)
Akhir-akhir ini sangat banyak berita tentang kekerasan dalam rumah tangga, yang menyita perhatian saya khususnya kekerasan fisik terhadap anak-anak. Baru-baru ini seorang rekan mengutip berita kematian seorang gadis cilik berusia 2 tahun karena dipukuli ayah kandungnya sendiri. Si ayah mengajukan pembelaan tidak bersalah dengan alasan ingin mendisiplinkan putrinya . Dunia macam apa ini?
Baru minggu yang lalu di gereja, khotbah pendeta minggu itu bertema tentang mendidik dan mendisiplinkan anak. Sempat pula dikutip ayat tentang menghajar anak dengan tongkat. Yang menjadi masalah di sini mungkin penafsiran tentang “tongkat” itu sendiri. Apakah ayat ini harus diartikan secara harfiah?
Tags: Keluarga, Maaf, Pendidikan, Pola asuh
Posted in San San Tjahaya
Kemana Penerus Joshua Si Obok-obok?
July 26th, 2009 Posted 9:42 pm
(Rifqi Rizaldy)
sebagai abang dari adek-adek di rumah ,saya cukup prihatin akan tumbuh kembang mereka yang setiap hari di jejali akan musik-musik atau film-film yang bisa di kategorikan bukan porsi mereka , pernah sesekali bertanya sama mereka ” de masih apal gak lagu burung kakak tua?? ” tanyaku , mereka menjawab dengan polos ” ahh abang gak gaul , sekarang yang lagi ngetop itu lagunya the virgin ” cinta yang terlarang ..burung kakak tua mah gak ada di dahsyat ( salah satu program musik )
miris hatiku mendengarnya , the virgin ?? bukannya itu band remaja yang notabanenya bisa membedakan yang mana yang baik dan benar , bukan komsumsi untuk anak2 yang masih beranjak dewasa..lalu timbul lah sebuah pertanyaan , dimanakah joshua si obok-obok , atau tasya si gembala sapi ..penerus mereka seperti hilang di telan bumi.
Secara realistis saja, sekarang memang tidak ada lagu yang khusus buat anak-anak. Tidak ada album buat anak-anak yang beredar (mungkin karena kurang laku kali yah). Tidak ada lagi generasi penerus Joshua, Tasya, atau yang lebih jauh, Trio Kwek-Kwek. Nama-nama itu sekarang sudah tidak bisa lagi disebut anak-anak. yang sering ada di televisi kita malah yang memang bukan komsumsi anak-anak seperti TRIO MACAN dengan lagu sms nya .( GRRR, abangnnya saja klenger2 nontonnya ) …sungguh memprihatinkan ..
Tags: Keluarga, Pendidikan
Posted in Rifqi Rizaldy












