Posts Tagged Penulis
BAHASA YANG MENUNJUKKAN BANGSA
November 23rd, 2009 Posted 6:18 pm
(V. Olsy Vinoli Arnof)
Mahasiswi-mahasiswa Sastra Inggris, tentunya tahu bahwa karakter bahasa Inggris yang kita kenal saat ini berbeda dengan bahasa literer yang dipergunakan oleh Shakespeare, misalnya. Atau bila ingin lebih mencolok lagi perbedaannya, akan berbeda lagi dengan karakter dan bentuk bahasa dalam mitologi Beawulf. Demikian juga dengan bahasa Jerman. Perkaranya jadi lebih jelas lagi bila kita menyimak artefak filologi bahasa literer Jerman, khususnya pada teks kesusastraan pada masa sebelum reformasi Gereja yang dirangsang oleh Martin Luther dengan masa sesudahnya.
Untuk bahasa Jerman ada perihal yang agak serupa dengan bahasa Indonesia, yakni ada kesengajaan dalam membentuknya. Bahasa Jerman yang kita kenal sekarang, yang sangat matematis itu, berkembang sejalan dengan kebutuhan penerjemahan Injil-injil berbahasa Latin untuk kepentingan khalayak awam di luar hirarki gereja. Namun, kondisi sintaksis bahasa Jerman kuno, tidak cukup mampu menampung gagasan-gagasan injili yang diungkapkan lewat mekenisme bahasa Latin yang keluasan semantikanya dapat dibatasi (agar tidak multitafsir, kalo istilah orang sekarang, meski hasil pembacaan, potong kuping saya, pasti multitafsir). Karena itulah, kemudian bahasa Jerman pun mengenal kasus akusativ, nominativ, genetif, dativ yang merupakan kasus khas bahasa Latin. Sedangkan bahasa Latin memiliki dua kasus lain yakni vokatif dan ablatif. Konjugasi bahasa Jerman pun agak mirip dengan bahasa latin. Yang saya maksud sama dengan perihal bahasa Indonesia adalah, sama-sama menciptakan atau tepatnya, mengubah bentuk suatu praktek bahasa tertentu demi kepentingan tertentu. Bahasa Melayu adalah bahasa yang dikembangkan menjadi bahasa Indonesia, secara resmi untuk kepentingan kolonial Belanda dan terus dikembangkan penggunaannya hingga bahasa Indonesia EYD.
BUKAN JAGOAN
October 22nd, 2009 Posted 9:56 pm
(V. Olsy Vinoli Arnof)
Saya sering heran, kenapa banyak orang menganggap, atau tepatnya menuduh saya jago menulis. Padahal yang saya lakukan hanya memindahkan pikiran saya ke dalam tulisan. Namun bila saya dipandang memahami apa yang tengah saya pikirkan dan kemudian saya tulis, mungkin benar.
Mehamami bukan berarti saya paham pada satu tema tertentu. Bisa juga saya menulis karena saya tidak paham pada satu tema, dan, yang saya pahami, berarti saya paham bahwa saya tidak memahami suatu tema. Misalnya, saya menulis tentang ketidakmengertian saya terhadap perilaku aneh orang di Facebook. Jelas, saya tidak sepenuhnya paham dengan perilaku aneh itu, tapi saya paham terhadap ketidakpahaman saya.
Tags: Menulis, Penulis
Posted in V. Olsy Vinoli Arnof
Metamorfosa Menjadi Penulis
October 15th, 2009 Posted 12:27 am
(Oleh : Femikhirana)
Penulis, apa yang membuat seseorang dapat menganggap dirinya penulis?
Pertanyaan ini mungkin harus ditelaah oleh mereka yang ‘ngaku’ suka menulis, hobi menulis.
Saya sendiri terus terang tidak tahu apakah ada ukuran empiris tentang seseorang bila ingin disebut penulis. Beberapa orang yang bertanya kepada saya, apakah saya penulis, sering saya jawab dengan,
“Penulis di blog, karena media saya memang sekarang baru blog.”
Tags: Kaidah Bahasa, Menulis, Penulis, Yuk Nulis!
Posted in Femikhirana










