Posts Tagged Sahabat

SAtu HAdiah heBAT..

No Comments »

July 28th, 2010 Posted 11:23 am

(Winda Priyosa)

Helo my dear sahabat…
Sejenak bayangmu muncul mencuat.
Aku teringat sosok imut dan cekat.
Wajah bulat rambut lebat,
warna kulit kuning langsat,
bola mata nan hitam lekat,
juga senyum yang memikat.

(more…)

Tags:
Posted in Winda Priyosa

Sahabatku

2 Comments »

June 13th, 2010 Posted 11:17 am

( Malinda Shan Yuan )

Hari itu
Kau datang
Sungguh di luar dugaan

Banyak kenangan masa kecil
Waktu seolah – olah berjalan mundur

Sekian lama tak bertemu
Dikau masih tak berubah

(more…)

Tags: ,
Posted in Malinda Shan Yuan

Kisah Ballerina dan Robot

No Comments »

May 17th, 2010 Posted 7:18 am

(Levina Widyarsa)

Ballerina kecil itu berputar perlahan sambil memandangi rumah mewah di seberang jalan. Jendela toko mainan yang besar dan terbuat dari kaca, membuatnya bisa terus memandangi rumah besar bercat putih dari etalasenya. Matanya membulat penuh rasa penasaran dan takjub. Tangannya terangkat gemulai dan lehernya menjulur anggun. Setiap hari dilihatnya tiga gadis kecil bermain di lapangan rumput rumah itu dengan gembira, tertawa dan berguling kesana kemari dengan boneka-bonekanya. Boneka itu sama cantiknya dan sama anggunnya dengan pemilik-pemiliknya. Mereka berpakaian begitu indah dengan pita dan renda warna warni, senada dengan tiga gadis itu.

(more…)

Tags: , , ,
Posted in Levina Widyarsa

Kita dan Teman Sejati

No Comments »

April 22nd, 2010 Posted 2:22 pm

(Melly Sutjitro)

Banyak pepatah bijaksana yang menjelaskan apa artinya seorang teman sejati. Wejangan mengenai teman sejati biasanya berkisar kepada sifat-sifat seorang teman sejati, yaitu selalu siap di sisi kita pada saat senang dan susah. Wejangan selanjutnya menegaskan betapa sedikitnya orang-orang di sekeliling kita yang bisa disebut teman sejati. Teman sejati itu bak barang mewah, yang tidak mungkin bisa didapat secara diskon, buy one get one free atau di acara midnight sale. Ada yang mengistilahkan teman sejati itu ibarat branded product limited edition. Kalau sudah begini, keluarlah segala macam keluh kesah kita, yah mana bisa kebeli dengan harga segitu, jumlahnya limited banget, masa mesti rebutan antri berhari-hari. Mesti beli yang asli kah? Beli yang imitasi aja kali sudah cukup…kan gak ada yang tau ini… mungkin betul, tapi kita sendiri kan tahu. Masa mau membohongi diri sendiri?

(more…)

Tags:
Posted in Melly Sutjitro

Ulang Taon

2 Comments »

February 25th, 2010 Posted 11:00 pm

(fransyustiana)

“Woi bro, met ulang taon ye.”

“Thanks deh.”
“Kenapa gak semangat gitu lo? Ulang taon seharusnya hepi bro. Kemana kita ntar?”

“Kemana kita gimana maksud lo?”

“Ah jangan belagak pilon deh. Lo mau traktir gue dimana? Di Balsem juga boleh.”

Aku menghela nafas dalam-dalam. Sepanjang hari ini sepertinya aku terpaksa harus bersabar menanggapi teman-temanku yang taunya dan maunya hanya makan gratis.

(more…)

Tags: ,
Posted in Ferni Yustiana

Sajak untuk Kota Lahirku : Langsa

No Comments »

February 20th, 2010 Posted 10:58 am

(shafira Sulaiman)

rindupun kian terulur
lahir ber-ikut sajak lapar
dan berabjad namapun lahir tanpa terbawa semilir

jejak bala – bala jedakan mimpi
pungut potongan tersisa dalam alunan melodi
lalu susun berikat temali
: temali sepi (more…)

Tags: ,
Posted in Shafira Sulaiman

Gebetan Baru

2 Comments »

February 16th, 2010 Posted 7:46 am

(Yohana Fransiska Lily)

Hari yang indah, dan Matahari yang bersinar dengan cerah.

Pagi ini, tak ingin ku lewatkan hanya dengan berdiam diri.

Karna pagi ini aku akan pergi sama gebetan baru..!!!!


“Saaa, gw pagi ini ga bisa lari pagi sama elu… ga apakan????” dengan suara manjanya Martha merayu Sasa di telphone.

“Emangnya, lo mau kemana sich???” Tanya Sasa sambil ngucek-ngucek matanya yang masih belekan. Dengan nada kebinggungan “Guuu…gue…gue mau nemenin nyokap pergi… sorry yach.. ga apakan??”

“huhhh… pagi-pagi mau kemana sich loe ma nyokap lo yang METAL itu??”

“Ah… lo mau tau aje…, udah ah.. gue pegi dulu yach! dadaaadaaa…” buru-buru Martha menutup telphone biar Sasa ga banyak nanya.

Martha tidak ingin Sasa mengetahui kalau dia punya gebetan baru…!!! Martha takut kalau gebetannya yang baru ini nich.. lebih suka and udah pasti jadian ama Sasa daripada dirinya. Makanya Martha tidak ingin Sasa mengetahui kepergiannya.

“Andi…di…woy.. bengong lagi.. entar kaya ayam tetangga gue loh! diem-diem tau-taunya mati kesamber petir.. heeheeehhh” Teriak Martha.

“ehh.. ta… udah dari tadi?” tanya Andi.

“Udah setaon kali…” jawab Martha kesal.

“Ya udah… mau pergi apa engga nich…??” tanya andi lembut.

“Mau lah.. gmana sich…!!” jawab Martha marah.

“Kita pergi makan aja yah… aku laperrrrr banget..!!” ajak Andi sambil menggoyang-goyangkan tangan Martha.

“Iya.. aku juga laperr… tapi ada syarat-nya..!” balas Martha dengan manja.

“Apa lagi sich Martha-ku yang imoet?” tanya andi dengan mesra dan mencubit pipi martha.

“Syaratnya..kamu harus gandeng tangan aku yach!!!!” kata Martha sambil tersipu malu.

Andipun menggandeng tangan Martha dengan penuh mesra. Maklum aja mereka masih PDKT jadi masih hangat-hangatnya, serasa dunia milik bedua yang lain nge-kos belom pada bayar. Pikiran Martha langsung melayang-layang dan udah dengan PD-nya dia yakin kalau Andi pasti akan jadi COWO-nya, apalagi setelah sekian banyak cowo-cowo yang PDKT ama dia tapi ternyata jadiannya dengan Sasa. Makanya dia udah yakin pasti pacaran dengan Andi, jika Sasa tidak tau dan tidak dikenalin before mereka jadian.

Kejadian ini sudah berjalan 3 hari. Martha tidak pernah jalan bareng lagi dengan Sasa.. karena dia sibuk dengan sang pangeran ‘ANDI’.

“Ta… kemana aja sich lo sekarang lo sibuk dengan dunia lo yang ga jelas!!!” tanya Sasa heran dan dongkol.

“Emmm….mmmm…sorry sa.., gue lagi banyak masalah dirumah.. jadi gue ga boleh keluar-keluar rumah ma bonyok!” jawab Martha sambil menggulung-gulung tissue yang dipegangnya.

“Masalah?? masalah apaan sich ampe ga boleh keluar rumah segala?? biasanya juga bonyok lo tau kalo lo sering nginep dirumah gue!!!” jawab Sasa cemberut.

“Gue ga bisa cerita sekarang.. maaaf bangett… I’m so sorry!” jawab Martha memelas.

“Yach udah dech… kalo emang ga bisa lo cerita-in and privasy banget… yach udah..” balas Sasa kecewa.

“Sorry banget yach Sa…” jawab Martha lembut.

Dan tentu aja Sasa curiga ada apa dengan Martha! Sasa-pun mencari tau masalah apa yang membuat teman-nya itu sampe-sampe ga ada watku dan ga bisa pergi lagi dengan dia. Saat, Martha janjian dengan sang pangeran ANDI di mall, dibuntutin dech ama Sasa.

“Mau kemana tuch anak???” tanya Sasa dalam hati dengan heran didalam mobil honda jazz-nya yang ngejreng.

“Katanya ga boleh pergi tapi dia ke mall dirian??? ga Martha banget!!” terheran-heran Sasa melihat Martha yang pergi masuk ke mall sendirian.

Tak lama kemudian ketemulah Martha dengan sang pangeran ANDI di depan cafe. Dan Sasa kaget setengah mati setelah melihat Martha duduk manies sambil ketawa-ketawi dengan cowo, dan yang lebih membuat Sasa terkejut dan kesal serta kecewa adalah ternyata selama ini Martha punya cowo baru tapi Martha tidak tau kalo itu cowo adalah cowo-nya Sasa juga. Akhirnya, Sasa menyusul mereka ke cafe dengan marah.

“Ta…!!!!” teriak Sasa marah.

“Ehhhh…saaa…saaa…” jawab Martha pucat.

“ngapain lo di….????” tanya sasa memotong sautan martha.

“eh.. elu sa….sa.ma sapa?” jawab Andi bingung.

“Sama sapa, apanya maksud loe???? jadi selama ini lo be-dua pada bohongin gue??? ucap Sasa dengan nada sewot.

“Gue kecewa ma lo,ta… kenapa lo harus bohongin gue???? loe kan bisa bilang ma gue kalo lo udah punya cowo…!!! kenapa hanya kaya gini lo harus bohongin gue sich? dan asal lo tau yach.. nich cowo yang lo puja-puja…. ternyata cuma kecoa WC yang tipis kaya opak….!!!! Dia… nich… ANDI sang pangeran… dia juga PDKT ma gue.. dari 4 hari yang lalu. PUAS LOE?” kata Sasa dongkol.

“Di.. betul??? apa kamu betul PDKT ke kita be-dua???” tanya Martha bingung.

“Sorry…sorry banget Ta…, gue…., gue minta maaf… sebetulnya gue…” anda memberikan penjelasan.

“Ahhhh.. udah dech….percuma jgn berantem depan g! Ta..kita ga usah kenal lagi…gue benci ama lo…” saut Sasa penuh kecewa dan pergi meninggalkan mereka.

“kamu jahat Di…..!” sambil mendorong badan Andi.

“tapi.. ta…..please…!” andi mencoba menjelaskan.

Marta pun meninggalkan Andi sendirian, sasa tau hati martha sangat terluka maka sasa mengejar martha keluar mall dan menarik tanganya. Martha memeluk Sasa sambil menangis dan kecewa karena dia telah berbohong pada temannya, apalagi demi seorang cowo.

“Sa.. gue minta maaf… Gue terpaksa berbuat ini, karena gue takut sa…gue takut kalo gue jujur ke elu gebetan gue akan sukanya ke lo daripada ke gue… padahal gue juga kan pengen punya cowo kaya elo…” jelas Martha

“Gue ngerti… tapi kenapa lo harus kaya gini??? Lagian Ta.. kalo tuch cowo emang sayang ma elo… jika dia ngeliat cewe lain kaya apapun juga ga akan berpindah hati.” Sasa mencoba menasehati.

“ahh.. sudahlah kita lupakan saja… lagian emang gue juga yang salah!! Gue minta maaf yach!” Martha memelas.

“Coba dari pertama kalo lo bilang, kan gue bisa kasih tau tuch cowo buaya apa komodo!!!” saut Sasa becanda.

“Sasa….” jawab Martha maniez. ?Lily

Siapa Sahabatmu?

2 Comments »

February 15th, 2010 Posted 8:41 am

(Yohana Fransiska Lily)

Pagi datang dengan suara kicau burung,

Ku bertanya pada pagi, siapa sahabat mu?

Jawabnya, DIA adalah sahabatku.

Siang datang dengan teriknya matahari,

Ku bertanya pada siang, siapa sahabat mu?

Jawabnya, DIA adalah sahabatku.

(more…)

SAHABAT SEJIWA

1 Comment »

February 12th, 2010 Posted 3:27 pm

(Grace Ekanegara)

Disebuah kursi pesawat udara yang kutumpangi dalam suatu penerbangan panjang, aku membolak balikan tubuhku. Aku mencoba untuk tidur sejenak dan menenangkan pikiranku. Bahkan aku sudah menelan pil Antimo dengan pengharapan agar aku dapat jatuh tertidur selama perjalanan ini. Kegelisahan yang menyergapku ternyata lebih kuat . Ya, aku gelisah mereka-reka seperti apa pertemuan yang akan terjadi nanti. Tentang apa yang akan kukatakan ketika kita bertemu, perasaan-perasaan yang kira-kira akan bergejolak hingga pikiran yang bertanya adakah ia masih seperti dulu. Adakah kami masih mempunyai perasaan-perasaan seperti dulu.

Sesungguhnya adiknyalah yang pertama kali menjadi temanku. Kami menjadi baik dan akhirnya keluargaku dan keluarganya pun saling berkenalan. Aku juga sudah tidak ingat bagaimana mulanya aku menjadi lebih akrab dengan kakak perempuannya ini. Mugkin karena aku tidak mempunyai kakak sehingga bila bersamanya aku merasa disayang atau karena sifat kami sama sehingga omongan kami nyambung bahkan kata-kata seringkali tidak lagi kami perlukan untuk mengutarakan pikiran-pikiran kami. Tapi itu sudah lama sekali.

(more…)

Menemukan kembali Sahabat yang hilang 8 tahun yang lalu

2 Comments »

February 10th, 2010 Posted 3:57 pm

(Malinda Shan Yuan)

Seorang sahabatku bercerita…

Dia mempunyai seorang teman yang sudah dikenalnya 9 tahun yang lalu.
Kenal secara fisik tapi tidak secara batin.

Mereka begitu asing.
Tidak saling bertegur sapa.
Tidak pernah berbicara sepatah katapun…
Bahkan dia tidak pernah mendengar suaranya..

Tak terasa…waktu pun memisahkan mereka..
Mereka terpisah oleh waktu dan tempat.

(more…)

Tags:
Posted in Malinda Shan Yuan

Aku Suka Lini

3 Comments »

January 12th, 2010 Posted 12:14 pm

Aku suka Lini

cekingnya

rambutnya

senyumnya

tawanya

bahkan marahnya

(more…)

Tags:
Posted in Martina Felesia

A Tribute to Fredy Widjaja

2 Comments »

January 8th, 2010 Posted 10:54 pm

(San San Tjahaya)

Pada hari Sabtu, tanggal 26 Desember 2009 yang lalu, saya mendapat kabar yang sangat mengejutkan. Seorang teman meninggal dunia di usianya yang masih sangat muda karena serangan jantung mendadak. Padahal selama ini tidak ada gejala bahwa dia mengidap kelainan jantung. Dia meninggalkan seorang istri dan seorang putri berusia 8 bulan.

Dia bernama Fredy Widjaja. Pertama kali aku mengenalnya kira-kira 10 tahun yang lalu. Saat itu kami tergabung dalam suatu kelompok persekutuan yang bertempat di rumahku. Sebetulnya, dia adalah teman kuliah adikku. Adikku kemudian mengajaknya bergabung dalam pertemuan persekutuan doa kami.

(more…)

Tags: ,
Posted in San San Tjahaya

I lost my friend a week before christmas…

1 Comment »

December 27th, 2009 Posted 2:27 pm

(Margaretha Dwi Hastuti)

His name is Dominic Colucci. He lives in Los Angeles, America but I don’t know the exact. We met around 6 months ago through one site. At the first time, I never thought that our friendship become like this…this close….this personal…

But suddenly, a week before Christmas, a time for sharing our love, our hope, our soul, our dream….I lost him…. I lost someone that I never met, but unfortunately play a bit important role in my life….
Now I really understand the proverb that said, it’s no matter how long you enter this world or someone’s life, one thing that really matter is how you touch that someone’s life through your presents…. (more…)

Untuk Terakhir Kalinya…

No Comments »

December 10th, 2009 Posted 10:50 am

(Fonny Jodikin)

Pernahkah kau mengalami kesakitan yang amat sangat. Terlukai yang amat dalam. Dan kau pikir kau takkan pernah sanggup berhadapan dengan orang yang begitu melukai hatimu?

Hmmm, aku pernah. Memikirkannya saja sudah membuat diriku ketakutan. Bahkan tak pernah sanggup kubayangkan untuk bertemu kembali dengannya dalam waktu dan tempat yang berbeda. Membayangkannya saja tak sanggup, apalagi menjalaninya. Tetapi alur hidup membawaku menemuinya untuk terakhir kali. Untuk mendamaikan kegalauan di hatiku. Untuk menyembuhkan luka yang berdarah dan menganga itu. Luka itu terlalu lebar, terlalu dalam untuk betul-betul disembuhkan. Namun, waktu jualah yang menyembuhkan diriku dan menguatkanku sekali lagi ketika aku berjumpa dengannya. Seperti yang sudah kukatakan tadi, untuk terakhir kalinya.

(more...)

MALAIKAT ITU TAK PUNYA SAYAP

No Comments »

December 9th, 2009 Posted 2:15 pm

(Theresia Rita)

Bertahun – tahun aku merayakan valentine dengan biasa saja meski jaman SMA dulu, valentine selalu hadir dengan nuansa istimewa karena hebohnya teman-teman merayakan. Tapi  tahun ini valentine menjadi sangat istimewa. Aku ketemu dengan dia saat retret valentine bersama. Semula yang sama sekali tak kenal., menjadi amat dekat dan kenal luar dalam.

Mungil dan cantik, mirip seperti burung pipit yang ada foto dan puisinya mbak femi….kakinya kecil,tetapi di balik semua kemungilannya itu Tuhan memakai dia untuk hal-hal besar dalam karya pelayanan. Aku suka memanggilnya burung pipit,bukan hanya karena mungilnya…tetapi karena cerewet…celotehnya ramai mirip burung-burung pipit di sawah di kampungku.

(more…)

4 Sekawan part.2 (The Reunion)

No Comments »

November 11th, 2009 Posted 6:17 pm

(San San Tjahaya)

Akhirnya, terjadi juga reuni 4 sekawan yang dinanti-nanti. Lokasinya di rumah Amul, waktunya Hari Minggu jam 11 siang (menjelang makan siang). Acaranya makan siang bersama dan ngobrol ngalor ngidul tentunya.

Sejak beberapa hari sebelumnya aku sudah berkirim-kiriman SMS dengan anggota 4 Sekawan lainnya, memastikan kehadiran mereka dan mengatur menu yang akan disajikan untuk acara makan siang bersama nanti. Diputuskan setiap orang akan membawa makanan untuk kemudian memakannya bersama-sama.

Seperti anak sekolah menanti rencana darmawisata, kami pun tidak sabar menanti hari reuni kami. Bahkan malam hari sebelum hari H aku sempat bermimpi sedang berkumpul bersama teman-teman 4 sekawanku.

(more…)

Tags: , ,
Posted in San San Tjahaya

BUNTU

3 Comments »

November 10th, 2009 Posted 12:33 pm

(Dede AM Setiadi)

Buntu, mampet,stuck, no  way out, can’t breath,bumpet,macet,berhenti,stop,tak ada ide, mati angin dan masih banyak lagi istilah yang bisa kita pakai dan kita ungkapkan. Tetapi ketika rasa itu datang dan datang dan datang dan datang tak ada satu pun yang dapat membantu memberikan jalan keluar.

Sudah hampir 3 minggu perasaan itu sangat mengganggu, membuat ku kehilangan semangat dan ide untuk bekerja, beraktifitas bahkan kegiatan yang aku sukai (jalan-jalan) pun tak mampu mengusir rasa gundah dan gulana yang menyerang. Rasa yang ada hanya rasa ingin menghilang, ingin keluar, ingin pergi dan bahkan ingin bersembunyi dari semua orang. Tak merasakan nyaman lagi hang out bersama teman-teman, berkumpul sekedar untuk merayakan ulang tahun bersama, berbagi cerita karena lama tak bertemu. Kebosanan ini sangat berat melanda dan terasa sulit untuk menghilang dan menguap seperti biasa.

(more…)

Tags: , ,
Posted in Dede AM Setiadi

Suatu Hari

9 Comments »

October 28th, 2009 Posted 5:57 pm

(Martina Felesia)

Suatu hari, ketika aku membuka profile seorang teman di salah satu jejaring pertemanan dunia maya.  Aku melihatnya.  Fotonya terpampang sebagai salah satu bagian dari teman yang kubuka profilenya.  Aku melihatnya setelah bertahun-tahun kami kehilangan kata-kata.  Kehilangan secercah sinar penunjuk arah, yang pernah menjadi penghantar hari-hari kami dalam sebuah persahabatan menyejukkan.

Yap.  Tiba-tiba saja semua gambar itu terbayang kembali dengan jelas di benakku.  Gambar-gambar manis masa lalu, yang jujur saja sudah mulai kubuang satu persatu dari ingatan.  Bukannya aku tak mau menyimpannya.  Hanya saja bagiku, cerita itu telah usai, meskipun perjalanan belum lagi selesai.  Dan tidak mesti harus selesai dalam sepersekian detik ketika waktu memisahkan segalanya.  Kusadari pasti, aku dan dia bukanlah kami yang dulu lagi.

*******

(more…)

Tags:
Posted in Martina Felesia

Penari – Cerpen

No Comments »

September 22nd, 2009 Posted 12:00 pm

(Fonny Jodikin)

Tigabelas tahun yang lalu… Jakarta, 1996

Di umur sepuluh tahun, pertama kali kulihat kakakku menyetel VCD Michael Jackson. Smooth Criminal. Itu yang diputar berulang-ulang. Di antara semua video Michael Jackson, memang itu yang paling menarik hatinya. Kakakku ini agak jauh jaraknya dariku. Umur kami beda sekitar 5 tahunan. Karena beda 5 tahun itulah, dia yang tengah ABG memiliki hobi yang berbeda dengaku. Tetapi aku menikmatinya, apalagi ketika dia mau berbagi denganku.

Kuamati gerakan Michael di Smooth Criminal. Mulai dari dandanannya. Baju kemeja warna biru, setelan jas putih dan celana panjang putih, dipadukan dengan dasi putih berbintik kecil-kecil biru. Topi putihnya plus pita kehitaman di sekeliling bagian tengah topi. Dan ikatan pita hitam yang sama, ada di lengan kanannya. Juga celana panjangnya yang sebetulnya agak menggantung, tidak betul-betul memadai panjangnya celana normal.

(more...)

Tags: ,
Posted in Fonny Jodikin

Dara – The Series part 1

No Comments »

September 15th, 2009 Posted 4:39 pm

(Fonny Jodikin)

Dara baru saja selesai mendengarkan CD favoritnya, Valentine-Martina Mc Bride...

And even if the sun refused to shine Even if romance ran out of rhyme You would still have my heart until the end of time cause all I need is you, my love my Valentine...

Di sini, di kamar tidurnya, Dara menerawang jauh. Matanya memandangi langit-langit kamarnya. Masih terlintas dengan jelas, last week adalah saat di mana sahabat terbaiknya, Diva melangsungkan pernikahan. Lagu Valentine, juga mengiringi ending dari sakramen itu saat kedua sejoli yang berbahagia saat itu berfoto-foto bersama kerabat dan teman, termasuk Dara tentunya...

(more...)

Tags: ,
Posted in Fonny Jodikin

←Older