Posts Tagged Syukur

Mimpi Berhadiah

No Comments »

May 18th, 2011 Posted 1:27 pm

(Yulita Nilawati)

Pagi-pagi bu Sentot sudah bangun, menyiapkan semua kebutuhan suami serta anak-anaknya. Ada sinar kebahagiaan di raut wajahnya, seperti hendak menceritakan sesuatu. Tak sabar hatinya untuk menceritakan mimpi semalam ke suami dan anak-anak.

“Pak.. pak.., ibu semalam bermimpi! kira-kira apa… arti mimpiku ini?” katanya.

“Apa sih bu, bapakkan mau pergi, sudah kesiangan nih! nanti saja ceritanya” sahut Pak Sentot sambil menyambar tasnya untuk berangkat ke kantor.

(more…)

MUJIZAT ITU NYATA

2 Comments »

May 18th, 2011 Posted 1:27 pm

(Yulita Nilawati)

Dari Pagi hari, keasyikanku bertambah satu. Pikiranku begitu asyiknya berkelana membaca sebuah buku yang baru kuterima.  Aku baru sempat beristirahat sebentar, ketika tiba-tiba dering telpon mengejutkanku. Terdengar anakku berteriak memanggilku, “Mamaaa…! ada telpon dari oma” sejenak kubatalkan keinginanku untuk melanjutkan membaca. Terdengar suara disana menanyakan obat yang dipesannya.

“Obat  baru diterima Benny hari ini, ma. Kalau tidak pulang malam, akan langsung diantar, atau baru besok  aku yang akan mengantarnya” sahutku menjawab pertanyaannya.

(more…)

Ah, Tuhan…

No Comments »

January 24th, 2011 Posted 8:21 pm

Ah, Tuhan…

Baru tanggal 1 sudah kuatir tanggal 31…

Baru tahun baru, sudah kepikiran akhir tahun…

Baru Januari, sudah cemas akan Desember…

Baru lahir bayi, sudah gelisah memikirkan kuliahnya…


Tipikal manusia yang penuh kecemasan, kekuatiran, kegelisahan, dan ketakutan. Tak ada salahnya berencana, namun ketika sudah begitu menghantui kepala dan bikin diri tak lagi fokus pada masa sekarang. Introspeksi diri agaknya diperlukan. Dengan melakukan hal-hal itu, hari ini jadi berlalu dengan gerutu… Seolah kehilangan mutu, padahal alunan musikal simfoni ‘present moment’ ini masih amatlah merdu.

Lihat teman naik motor sementara aku jalan kaki, kepengin…

Lihat teman naik mobil sementara aku naik motor, iri hati…

Lihat teman naik pesawat bisnis class sementara aku tak pernah ke luar negeri, cemburu…

Ah, gejala apa itu?


Gejala yang selalu sama di tiap waktu. Sulit bersyukur untuk apa yang dimiliki, dililit rasa iri dan cemburu terhadap apa yang dimiliki orang lain. Beberapa orang menganggap, tindakan bersyukur terkadang identik dengan kemalasan (tidak mau melakukan apa-apa, nrimo saja). Padahal, tentu saja yang diharapkan adalah terus berjuang tanpa henti… Walaupun sulit, walaupun banyak halangan menghadang… Tidak mudah putus asa. Malah terus maju dalam karya. Sambil melakukan hal itu, biarlah sikap syukur akan apa yang dimiliki tetap dipertahankan. Ada kalanya memang baik melihat ke atas, sehingga kita tidak mudah berpuas diri dan stagnan-tak melakukan apa pun lagi. Tetapi, tak ada salahnya pula untuk sesekali melihat ke bawah, mensyukuri bahwa begitu banyak hal yang sudah kita nikmati… Sementara bagi sebagian orang lainnya, itu adalah kelimpahan. Itu adalah kemewahan.

Banyak orang yang menjerit kelaparan,

Banyak pula yang tak punya rumah kediaman,

Banyak orang tak sempat mengenyam pendidikan,

Banyak pula yang hanya punya satu baju yang menempel di badan…


Lalu mengapa aku tak bisa mensyukuri apa yang ada? Lalu mengapa harus kucemas senantiasa? Bukankah burung pipit di udara pun Dia pelihara? Tak perlu kutakut akan kesusahan. Karena setiap hari akan ada kesusahan sendiri-sendiri, sekaligus ada jalan keluar juga dari-Nya. Asalkan ku tetap berusaha, bersyukur, serahkan kuatirku…

Ah, Tuhan… Engkau tak sebegitu jauh seperti pikirku…

Engkau sesungguhnya teramat dekat di hatiku…


Biarkan aku nikmati hari ini dengan senyuman,

Biarkan aku rasakan cinta dan kasih-Mu yang penuh kelembutan,

Biarkan aku kecap betapa besarnya kebaikan,

Yang selalu sertaiku yang berasal dari-Mu, Tuhan.


Ho Chi Minh City, 24 Januari 2011

-fon-

* copas, forward, share? Mohon sertakan sumbernya. Trims.

Being Mom: Permata

No Comments »

January 17th, 2011 Posted 12:32 am

*** Catatan seorang Ibu bagi permata hatinya…


Anakku…

bukannya Mama tak suka emas-permata

tetapi, jika harus kupilih

akan kuberikan kesempatan untuk miliki itu semua

untuk biaya pendidikan dan masa depanmu

Anakku…

bukannya Mama tak senang pesta-pora meriah senantiasa

tetapi, jika harus kupilih

kurelakan itu semua

bagi dirimu asal kupunya banyak waktu bersamamu

harta berlimpah atau kekayaan semata

takkan sanggup gantikan cinta

kebersamaan dalam keluarga

lebih berharga dari emas-perak

bahkan permata

kulakukan itu semua…

dengan hati sepenuh cinta…

sadari bahwa setiap detik ini adalah berharga

karena kupunya kau yang dititipkan-Nya

oh, Permataku tercinta…

Ho Chi Minh City, 17 Januari 2011

-fon-

*copas, forward, share? Harap sertakan sumbernya. Trims.

sumber gambar:

garysuttonshow.com

Tags:
Posted in Fonny Jodikin

(9 Juli 2010) Terima Kasih, Tuhan

No Comments »

July 12th, 2010 Posted 1:30 am

(Daesy Christina)

Terima kasih atas waktu tidur yang kurangTerima kasih atas makan pagi yang terlambatTerima kasih atas pekerjaan yang terus bertambahTerima kasih atas semua kesempatan bekerjaTerima kasih atas hujan hari iniTerima kasih atas cuaca yang sejukTerima kasih atas cemilan sore iniTerima kasih atas pekerjaan yang bisa perlahan kucicilTerima kasih atas pengertian merekaTerima kasih atas kebaikan[...]

Tags: ,
Posted in Daesy Christina

←Older