Posts Tagged Tahun Baru
Selamat Menikmati Tahun Baru 2011!
December 31st, 2010 Posted 11:48 pm
Baik dalam kesendirian
Baik bersama-sama
Baik dalam mimpi indah
Ataupun dalam kemacetan
Baik sudah terlewati
Ataupun sedang dinanti
2011 menunggu
Dengan harapan baru
Dengan cita-cita baru
Dengan resolusi baru
Dengan tekat baru
Untuk bisa lebih baik lagi
Panjatkan doa
Teriakkan selamat
Dan beraksilah!
2011 menanti
Dalam pesta berbekyu
Dalam permainan kembang api
Dalam doa bersama
Ataupun dalam acara tukar kado
Nikmatilah
Rasakanlah
Petualangan baru telah menantimu
Dengarkanlah
Beratus-ratus ribu doa
Berjuta-juta harapan
Dipanjatkan
Agar bisa jadi anak yang berbakti
Agar bisa sukses dalam karir
Agar bisa memiliki kesehatan
Ataupun agar bisa berbahagia
Dengarkanlah
2011 memanggilmu
Dan mengajakmu bersenang-senang.
Selamat Menikmati Tahun Baru 2011, Kawan!
Karena 2010 akan segera berakhir.
Selamat Berpetualang!
31 Desember 2010
11:48 PM
Tags: Tahun Baru
Posted in Daesy Christina
CUNG BALONTHET!
January 7th, 2010 Posted 10:10 am
Cung balonthet
Sangu gedang kemepet
Ora entek diepret-epret.
Itu adalah tembang dolanan bocah dari masa lampau yang terakhir kali ku dengar ketika aku masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Waktu itu aku diolok-olok karena berak di celana merah yang gombrong menutup setengah lutut. Mereka menyanyi sambil idal-idul dan jejingkrakkan dengan paduan suara mereka yang parau nan cempreng yang menandai mulai tumbuh membesarnya jakun alias apelnya Mbah Adam yang mirip tembolok. Remah-remah ingredient berakan yang melekat di celana itulah yang dianalogikan sebagai pisang yang matang dan terpenyet.
Tags: Perjalanan, Sharing, Tahun Baru
Posted in L. Bekti Gojagie
Selamat Tahun Baru 2010
January 6th, 2010 Posted 11:25 am
(Daesy Christina)
Tahun yang baru telah tiba.
Petasan, terompet semakin menggema.
Suaranya melebihi tiga jam yang lalu.
Dua jam yang lalu.
Bahkan setengah jam yang lalu.
Bagai pesta yang tak tiada henti.
Semua bersorak!
Semua mengucapkan selamat!
Saling mengirimkan kartu di wall.
Semua serentak merubah statusnya.
Mengirimkan sms, atau bahkan menelfon yang dikasihinya.
Terompet terus dibunyikan.
Petasan tidak terhenti.
Bagai pesta yang tiada henti.
Tags: Puisi, Tahun Baru
Posted in Daesy Christina
I wish…. (sebuah catatan menjelang Natal…)
December 14th, 2009 Posted 6:30 pm
(Margaretha Dwi Hastuti)
Tubuh pria montok itu menggapai – gapai ranting paling atas untuk menggantungkan wishing card-nya….karena tidak didukung tinggi tubuh yang memadai, jari – jari kaki yang mungil itu terpaksa jadi tumpuan badan yang +/- 90 kg beratnya….Wajar saja kalau si jari2 itu akhirnya menyerah…hilang keseimbangan, nyaris jatuh…
Wuuuuuuuuusssssssshhhhhhhhh……
angin pun gak bisa diajak kerja sama…dia meniup wishing card itu…………..melayang – layang dan…………Pluk…..dan jatuh di ujung kakiku
Reflex aku mengambil kartu itu dan mencuri baca wish yang ditulis pria montok itu……
“Semoga Diet saya sukses tahun ini….”
Sambil menahan cengiran yang sudah kadung meluncur dari bibirku, aku mengembalikan kartu itu pada si empunya yang mengulurkan tangan padaku dengan senyum sedikit dipaksakan….mungkin dia malu, wish-nya terbaca olehku.
Tags: Natal, Tahun Baru
Posted in Margaretha Dwi Hastuti
Never on Holiday
November 23rd, 2009 Posted 9:30 pm
(Fonny Jodikin)
Libur tlah tiba! Setiap orang senang, setiap orang bahagia. Siapa yang tidak suka liburan? Setelah sumpek bekerja, setelah stress ujian, setelah kelelahan, setiap orang butuh istirahat. Istirahat atau liburan, tidak harus berupa jalan-jalan ke luar kota atau ke luar negeri. Tidur bisa jadi alternatif juga, karena terlalu lelah terkadang yang dibutuhkan hanya istirahat dalam bentuk bobo yang panjanggg. Kalau bisa ya bobonya di Bali, siapa takut? Syukur-syukur di ‘Carribean Islands’ atau di ‘Disneyland’ di Hongkong, juga tidak menolak, ya kan?
(maunya tuh wakakaka
).
Tapi ada orang-orang tertentu yang tidak selalu bisa libur. Contohnya operator MRT di malam tahun baru, di mana banyak masyarakat Singapura ataupun turis yang berdatangan memenuhi sekitar ‘Esplanade’ dan ‘City Hall’, justru harus bekerja di saat itu. Di hari-hari libur semacam itu yang jadi libur besar bagi banyak keluarga, banyak satpam yang harus tetap jaga. Tukang ojek, sopir taksi, masinis kereta, pengemudi busway, yang masih berusaha mengais rezeki di hari-hari yang semakin mendekat dengan hari raya atau hari libur juga termasuk dalam jajaran ini. Begitu pula dengan dokter dan perawat yang harus masuk dan meninggalkan pesta pora, keriuhan di luaran demi tanggung jawab dan dedikasi pada pekerjaan. Dan satu pekerjaan yang tak bisa libur apalagi ‘resign’ adalah posisi seorang Ibu (seorang Bapak juga sih, nanti dipikir mentang-mentang Ibu, gak nulis yang Bapak…Trus para Bapak sensi lage…peace ya, Pak
). Tidak ada kata berhenti untuk jadi seorang Ibu. Dia tetaplah ibu. Begitupun setelah jadi Bapak. Walaupun terpisah, walaupun bercerai, walaupun lari dan sembunyi, Bapak tetaplah Bapak. Dan…Ibu tetaplah ibu.
Tags: Tahun Baru
Posted in Fonny Jodikin













