Posts Tagged Terima kasih

Gak Enak

No Comments »

November 21st, 2010 Posted 10:14 pm


* sebuah catatan terima kasih

terima kasih untuk hal-hal yang ‘gak enak’, Tuhan…

karena mereka malah membuatku semakin bersyukur

atas hal kecil dan sederhana yang mungkin terlupa…


terima kasih untuk kejadian yang menyedihkan, Tuhan…

karena oleh mereka aku jadi makin dekat pada-Mu

dan mampu menghargai hal-hal yang membahagiakan…


terima kasih untuk setiap kegagalan, Tuhan…

karena dari mereka aku belajar menghargai kesuksesan

yang Kauizinkan mampir di hidupku…


terima kasih untuk setiap kehilangan, Tuhan…

karena aku semakin sadar bahwa hidup ini sementara

yang abadi hanya diri-Mu


terima kasih untuk setiap kemalangan, Tuhan…

karena dari situlah aku belajar berdiri tegar

tidak selalu mudah namun bisa terjadi dengan bimbingan-Mu.


terima kasih untuk setiap kekuatiran, Tuhan….

karena dengan demikian, aku datang dan membawa mereka pada-Mu

sambil menyerahkan kehidupanku seutuhnya ke dalam tangan-Mu


terima kasih untuk setiap kesukaran dan permasalahan, Tuhan…

karena dengan adanya mereka aku belajar berusaha

mencari solusi kreatif sekaligus berserah pada-Mu…


terima kasih untuk semua yang ‘gak enak’ itu, Tuhan…

karena hidup bukanlah melulu kemapanan ataupun kenyamanan…

namun juga proses pembelajaran…


terima kasih, Tuhan untuk itu semua…

karena kutahu, Kaubertujuan agar aku terus naik kelas

dalam sekolah kehidupan bersama-Mu.


Ho Chi Minh City, 21 November 2010

-fon-

sumber gambar:

detroitfashionpages.com

Terima kasih Papa

8 Comments »

January 14th, 2010 Posted 5:30 pm

(Max Bona)

Libur akhir tahun telah tiba. Sudah hampir dua minggu saya menjalani masa liburan. Meski tidak keluar kota, inilah kesempatan yang baik untuk menikmati hari-hariku yang selama ini kurang ‘kunikmati’. Selama liburan ini saya bisa bangun kesiangan dan tidak merasa dikejar apa pun. Bahkan ketika isteriku pamit masuk kerja, biasanya saya hanya menjawabnya dari balik selimut. Putrakulah yang selalu membangunkanku. “Papa, mataharinya sudah ada tuh, bangunlah.” Kebetulan putraku sedang liburan juga. Dia adalah murid TK di sebuah sekolah swasta.

Entah siapa yang ajarkan, putraku selalu menjadikan matahari sebagai patokan untuk bangun atau tidur. Ketika putraku (28 Desember kemarin genap berusia 5 tahun) membangunkanku, saya sebetulnya sudah tidak tidur lagi. Hanya saja saya mencoba menikmati hangatnya tempat tidurku, menikmati berada dibalik selimut hingga pukul 6.30 AM. Saya sudah tidak tidur lagi sejak jam 5 pagi tadi ketika saya bangun untuk berdoa sebagaimana biasanya pada hari kerja. Entah kenapa, semenjak liburan tanggal 17 Desember yang lalu, berbaring sambil memikirkan banyak hal, melamun di pagi hari menjadi kebiasaan baruku. Nikmat sekali rasanya tak dikejar apapun.

(more…)

Tags: , ,
Posted in Max Bona