Posts Tagged Tuhan

Catatan Tentang Iman, Percaya dan Tuhan (believe – faith – God)

No Comments »

July 1st, 2010 Posted 6:11 pm

(Margaretha Dwi Hastuti)

Perhatikan ilustrasi ini;

Seorang pria berteman dengan seorang wanita..belum lama, tapi tanpa perlu ragu, pria ini jatuh cinta pada teman wanitanya. Terjadilah adegan pengejaran…beberapa kali si pria menyatakan cintanya pada si wanita, tapi teman wanitanya tak pernah memberikan jawaban….sampai akhirnya setelah sekian kali pernyataan cinta, terjadilah adegan ini di malam Natal :
“kenapa sih kamu ngejar aku terus?!…” Tanya si wanita
“karena aku mau kamu jadi pacarku..”
“kenapa aku?!…” Tanya si wanita sambil menaikkan sebelah alisnya, bingung…
“karena aku percaya kamu jodohku……” jawab si pria malu – malu…
Gayung bersambut, akhirnya mareka pacaran… ;p

(more…)

Tags:
Posted in Margaretha Dwi Hastuti

HE is GREAT

No Comments »

May 21st, 2010 Posted 2:27 pm

(Astrid Tansidar)

God is Great
He give us not just a life to live
But a life with choices
Choices we make
Choices to mold our life
Uniquely
As our own
God give us free will and choices
To make our life special
Like ourselves
Unique & special to Him

12.04.10

Tags: ,
Posted in Astrid Tansidar

Renungan : Mawas Diri

No Comments »

March 17th, 2010 Posted 9:17 am

(Andri Cahyadi)

Hasil renungan dari Iman yang belum ajeg, apalagi mateng :
Hidup itu ada yang pasti …ada yg tidak pasti tapi sebenernya sudah pasti juga. Kalau yang pasti & pasti, yaitu : dilahirkan, hidup (kecil sampai dewasa ,entah sekolah / gak, married/gak, kerja/ gak) dan mati. Kalau yang tidak pasti tapi sebenernya pasti : rejeki, panjang usia, kesehatan? dll ( yg umum bilang gak bisa di rencanakan dan semua nya datang dari Atas ).
Trus, kenapa di bilang tidak pasti tapi sebenernya pasti? jawabnya: karena Tuhan pasti memberikan yg terbaik buat umatnya, tapi umat masih bebas memilih..tiap pilihan ada jalannya dan itu sudah pasti…cuman kita nya yg sebagai umat ( secara umum ) tidak bisa melihat jalan yg di pilih…
Jadi, utk hal yg pasti pasti, mabok ya orang jangan suka lupa kalau nanti pasti mati…ketemu Tuhan ( bagi yg percaya udah bener hidupnya) atau ketemu Setan??
Untuk hal yg tidak pasti tapi pasti , jadi orang kudu nerima apa yang ada…yakin kalau apa yg kita terima adalah pilihan l
kita sendiri dan yg terbaik dari Tuhan untuk kita
kita teruskan nanti di versi renungan y lain ala gue

Tags:
Posted in Andri Cahyadi

Tuhan yang dianggap gagal

2 Comments »

March 2nd, 2010 Posted 5:49 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

Berkatalah aku kepada seorang teman wanitaku, yang ber make-up sangat tebal, sedang hidungnya terlihat lebih mancung, entah karena telah di suntik, atau karena apapun itu. Rambutnya tak lagi keriting, lurus dan berwarna tak lagi hitam. Kataku kepadanya.

“ teman, kau lihat langit itu?”

“iya. Kenapa?” jawabnya.

“ indah ya,.. dan itu adalah keagungan Tuhan. Sekarang coba kau lihat bukit-bukit yang berbaris itu.” Kataku selanjutnya.

(more…)

HE NEVER SLEEPS

3 Comments »

February 16th, 2010 Posted 9:23 pm

(Yulita Nilawati)

Sudah hampir jam 10 malam, saat Bertha dan Tommy keluar dari Rumah Sakit. Menunggu giliran memang pekerjaan yang membosankan, habis banyak waktu yang terbuang. Hari yang cukup melelahkan setelah habis pulang dari kantor, tetapi semua ini merupakan syarat yang harus mereka jalani. Setelah beberapa saat menunggu kendaraan yang belum lewat, sehingga timbul perasaan kesal. Apalagi warna langit tampak memerah, rintik hujan mulai turun. Lengkap sudah, badan yang lelah ditambah dengan “acara” kehujanan.

Setengah berlari, kami mencari tempat untuk berlindung. Terlihat sebuah tenda sederhana, masih ada 1 penjual sate padang yang masih mangkal dipojok jalan itu. Segera kami memutuskan untuk berteduh, menjumpai bapak penjual yang sendirian, ditemani segelas kopi, sebatang rokok dan lampu petromak yang masih menyala. Dia menyilahkan kami duduk. “Disini saja nak, daripada kehujanan…”,begitu katanya saat kami meminta ijin berteduh.

(more…)

Tags:
Posted in Yulita Nilawati

Siapa Sahabatmu?

2 Comments »

February 15th, 2010 Posted 8:41 am

(Yohana Fransiska Lily)

Pagi datang dengan suara kicau burung,

Ku bertanya pada pagi, siapa sahabat mu?

Jawabnya, DIA adalah sahabatku.

Siang datang dengan teriknya matahari,

Ku bertanya pada siang, siapa sahabat mu?

Jawabnya, DIA adalah sahabatku.

(more…)

Lilin Kecil

2 Comments »

February 14th, 2010 Posted 4:38 pm

(Yohana Fransiska Lily)

Sebuah lilin kecil dapat terlihat dari jauh ketika berada di tengah kegelapan.

Anda bisa saja merasa kecil,

lemah dan tak berdaya,

tapi ada satu hal yang saya tahu sanggup Anda lakukan:

Anda dapat pergi ke luar sana dan menyalakan lilin – lilin yang belum dinyalakan di luar sana.

(more…)

Pecahan Hati

2 Comments »

January 21st, 2010 Posted 1:19 am

(Yohana Fransiska Lily)

Cinta mungkin bisa membuat dirimu menangis

Dan menghancurkan hatimu berkeping-keping…,

Tetapi karena cinta pula akan ada seseorang yang akan mengumpulkan serpihan-serpihan hati itu menjadi utuh kembali.

Pergantian tahun demi tahun disusul dengan perjalanan yang panjang, aku sendirian tapi aku tidak kesepian. Bangku-bangku panjang terlihat kosong di taman kota yang biasanya bising oleh keramaian dan kesibukan kota. Tapi hari ini sangat begitu sepi. Hanya beberapa bangku saja yang terlihat ada orang-orangnya sedang melamun, sedang merokok, dan ada juga yang sedang minum kopi menikmati siang hari. Sedangkan diriku, aku memikirkan seorang lelaki yang tiba-tiba menyusup di hatiku dan sesaat memberikan dadanya untuk menjadi sandaranku.

(more…)

Tags: ,
Posted in Yohana Fransiska Lily

RAPUH

No Comments »

January 11th, 2010 Posted 8:31 pm

(Theresia Rita)

Tak biasanya, sore ini langit cerah berbias warna abu-abu perak sisa matahari siang tadi. Sore ini cantik sekali, tetapi pikiran ku mengelayut letih ketika ingat kamu. Kamu adalah seseorang yang kukenal baik, lengkap dengan segala carut marut hidupmu, juga bening embun yang menetes setiap pagi dalam hari-hari manis kebersamaan kita. Aku sering menyebutmu malaikat, tetapi tidak punya sayap. Mungkin karena kamu tak punya sayap, sehingga kadang mengebaskan luka begitu dalam di hatiku.

Kenapa hari ini menjadi terasa berbeda, akupun mencoba menilik ke belakang berapa lama usia perkenalan kita. Tapi ternyata ukuran waktu tak cukup membantu memberi kesempatan pada kita untuk mengenal lebih dalam. Aku tahu apa yang membuat kamu gelisah dalam beberapa ribu detik yang lalu, semua tertangkap dalam kasat mataku. Tetapi sebait kejujuran tak juga mengalir dari bibir mungilmu walau aku terus menunggu. Hari ini aku menemukan dirimu yang lain, kamu yang rapuh atas nama sebuah kebutuhan hidup.

(more…)

Ketika keinginanku bukan kehendakNya

2 Comments »

December 4th, 2009 Posted 8:39 am

(Martha Liumei)

Aku terpana ketika aku melihat sosok yang aku kenal tepat berada di hadapanku. Ingin rasa nya aku menyapa dia, tapi ada kebimbangan yang membuat langkahku surut. Benarkah sosok itu adalah Tasia? Orang yang selama ini aku cari dan selalu hadir dalam mimpiku.

Ups….tiba – tiba sosok mungil itu membalikkan badannya dan aku merasa badanku melayang ketika aku melihat wajahnya….Benar, itu adalah Tasia…aku pejamkan mataku dan kemudian aku buka….Ya ampun, itu benar – benar Tasia…Tubuhku serasa kaku ketika dia menghampiri ku dan mengulurkan tangannya…

“Michael, benarkah kamu Michael ? “

(more…)

Tags: , , ,
Posted in Martha Liumei

Tuhan, apakah agamamu?

1 Comment »

November 11th, 2009 Posted 7:27 am

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

Ini adalah malam, untuk kesekian kalinya malam, dimana aku harus kembali bertanya kepada malam, itu sendiri. Betapa tidak, sepanjang perjalannanku melepas penat tadi, ketika aku berjalan di sepanjang jalanan kampung menuju ke sebuah lapangan tempat aku terbiasa menyendiri dan menikmati malam, aku harus kembali mendengar beberapa kelompok masyarakat yang satu dengan yang lainnya, dimana mereka saling membanggakan tentang agamanya masing-masing, dan tak jarang ku dengar, sesekali menjatuhkan agama lain yang tak di anutnya.

Sungguh, kemudian aku merenung dan bertanya kepada malam. Apa sesungguhnya yang menjadi landasan mereka untuk menganut agama-agama tersebut? Adakah kebenaran di dalam ajaran agama yang mereka anut, untuk menjatuhkan agama lain yang tidak mereka anut? Tak canggung tampaknya dari obrolan yang aku dengar dari mulut mereka tadi, dimana dengan “so” merasa benarnya, salah satu orang dari kelompok itu dengan bangganya menghina satu agama tertentu, dan mengejeknya, lantas menudingnya dengan lantang, “agama kafir!!!” katanya. Di sisi yang lain, pada suatu ketika, aku sempat bertemu dengan seorang yang menganut agama yang telah di jatuhkan orang yang aku jumpai tadi.  Pernah sekali dulu aku dengar, ia mengungkapkan hal yang sama seperti yang di ungkapkan orang yang menjatuhkan tadi, hanya pada waktu itu, orang ini lebih halus dalam gaya bahasanya. Sayang, ketika aku ungkapkan kepada malam tentang hal ini, seperti biasanya ketika aku menggunkapkan hal-hal lain kepadanya, malam tetap tak mau menjawab. Malam hanya tetap diam.

(more…)

celoteh burung pipit di pagi hari

2 Comments »

August 27th, 2009 Posted 3:58 pm

(Arie Setianingsih)

Tuhan.. Dipagi yg cerah ini, Aku si burung Pipit ingin berterima-kasih pada-Mu atas segala anugerah yang sudah Kau berikan kepadaku.

Aku bersyukur  karena Kau berikan aku pendamping yang begitu mencintaiku, Darinya aku belajar tentang arti sebuah cinta, Karena cintanya yang begitu sederhana, Cinta yang apa adanya, Cinta yang tanpa syarat, Cinta yang lahir dari sebuah ketulusan hati.  Kau juga anugerahi aku putri kecil yang begitu manis, Celotehnya selalu menguatkan aku,

Terimakasih Tuhan karena  sebagai Sang Pemilik Kehidupan Engkau telah menghadirkan aku ditengah kedua orang tuaku. Dari ayahku aku belajar tentang arti sebuah tanggung jawab, Kerja keras tanpa kenal lelah demi menghidupi kami, anak-anaknya, Dan dari ibuku, Aku belajar akan arti sebuah pengabdian cinta,  Tentang kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani hidup ini, Untuk  semua saudara – saudaraku, Aku sungguh sangat mencintai kalian.. walaupun kita sering berselisih paham tapi jauh dihati kecilku,  Aku ingin kita bersama seperti dulu lagi, bersama tanpa ada perasaan egois, tanpa merasa diri paling benar, bukankah persaudaraan itu ibarat air dimana tidak ada satu mahlukpun yang dapat memutuskannya….

(more…)

Tags:
Posted in Arie Setianingsih