RAPUH

(Theresia Rita)

Tak biasanya, sore ini langit cerah berbias warna abu-abu perak sisa matahari siang tadi. Sore ini cantik sekali, tetapi pikiran ku mengelayut letih ketika ingat kamu. Kamu adalah seseorang yang kukenal baik, lengkap dengan segala carut marut hidupmu, juga bening embun yang menetes setiap pagi dalam hari-hari manis kebersamaan kita. Aku sering menyebutmu malaikat, tetapi tidak punya sayap. Mungkin karena kamu tak punya sayap, sehingga kadang mengebaskan luka begitu dalam di hatiku.

Kenapa hari ini menjadi terasa berbeda, akupun mencoba menilik ke belakang berapa lama usia perkenalan kita. Tapi ternyata ukuran waktu tak cukup membantu memberi kesempatan pada kita untuk mengenal lebih dalam. Aku tahu apa yang membuat kamu gelisah dalam beberapa ribu detik yang lalu, semua tertangkap dalam kasat mataku. Tetapi sebait kejujuran tak juga mengalir dari bibir mungilmu walau aku terus menunggu. Hari ini aku menemukan dirimu yang lain, kamu yang rapuh atas nama sebuah kebutuhan hidup.

Setulus-tulusnya, sejujur-jujurnya manusia tetaplah manusia…….
Betapa sulitnya mengukir kekuatan ketika manusia dihadapkan dengan persoalan,
Betapa sulitnya mengukir keberanian ketika manusia dibayangi ketidakpastian,

Duh Gusti…alangkah keringnya sebuah harapan atas iman……
Sehingga godaaan materi mengerogoti Cinta Mu………

Malaikat kecil ku, maafkan aku karena aku bukanlah Juru selamat mu,
Aku hanya bisa menekan rasa hati, dengan untaian doa penuh tanya….
Mengapa engkau begitu rapuh……………..

Tertarik dengan yang ini?

  • MUJIZAT ITU NYATA
  • (Feels like) Stranger in My Own House Part 1
  • Ah, Tuhan…
  • aku manusia – Engkau TUHAN
  • Catatan Tentang Iman, Percaya dan Tuhan (believe – faith – God)
  • HE is GREAT
  • Tuhan yang dianggap gagal
  • HE NEVER SLEEPS
  • Siapa Sahabatmu?
  • Lilin Kecil

Leave a comment

Your comment