Berkunjung ke pulau tidung

(Veronica Setiawati)

(* Acara ini diadakan oleh travel writer /penulis pengelana )
Pukul 7 pagi hari sabtu yang cerah , kapal berangkat dari pelabuhan Muara Angke menuju Pulau Tidung yang terletak di sebelah utara pulau jawa ( termasuk dalam kepulauan seribu ). Perjalanan 3 jam untuk sampai ke sana. Angin laut sangat terasa kencang ketika kapal sudah berada di tengah laut membuat saya masuk angin.. Sayangnya saya tidak membawa jacket/sweater.
Pukul sepuluh lebih , kapal yang kami naiki mendarat dengan sukses di dermaga pulau tidung besar. Para penumpang yang ada di atap dan di dalam kapal bergegas turun. Barang-barang bawaan kami selama menginap di pulau tidung dikumpulkan pada dua buah becak yang telah di sewa oleh panitia acara untuk kemudian dibawanya ke tempat penginapan kami yakni di “penginapan lima saudara” , tidak jauh dari dermaga.

Selesai istirahat dan makan siang, perjalanan di mulai mengelilingi pulau tidung dengan memakai sepeda yang telah di siapkan. Sepeda yang saya gunakan cukup menguras tenaga dan membuat pegal ke dua kaki. Karena jalan yang dilalui melewati pasir dan rumput liar,beberapa kali terpaksa saya tuntun. Belum lagi rem sepeda saya tidak berfungsi dengan baik. Cukup lama saya beradaptasi dengan sepeda saya. Uugh mulai terasa pegal..


Pemandangan menarik yang dapat dilihat di Pulau Tidung adalah lautnya yang luas sepanjang mata memandang. Pulau ini dikelilingi laut yang teduh dan tidak bergelombang tinggi. Menurut penduduk di sini, pulau tidung yang merupakan satu kecamatan ini tidak pernah terjadi gelombang tinggi seperti tsunami ataupun gempa. Menyenangkan sekali buat saya yang sudah lama tidak berjalan-jalan memakai sepeda apalagi melewati perkampungan seperti yang ada di pulau tidung . Namun cuaca siang hari kurang mendukung, begitu panas menyengat kulit dan membuat saya juga beberapa teman untuk mampir sejenak membeli minuman es.


Setelah berkelililing, kami bergerak ke arah timur dari pulau tidung dan menemui sebuah jembatan penghubung antara pulau tidung besar dan pulau tidung kecil. Untuk sampai ke jembatan penghubung ini dapat menyewa perahu. Tetapi jika pembangunan jembatan telah selesai dapat dilakukan dengan berjalan kaki saja dari pinggir daratan pulau tidung besar. Sepanjang jembatan penghubung ini dapat dilihat dengan mata telanjang ,isi dari panorama laut yang ada dibawah, seperti melihat aquarium. Air lautnya jernih berwarna hijau dan sangat teduh.
Berlama-lama dijembatan penghubung ini juga tidak akan membosankan karena selain dapat berenang atau menyelam , juga dapat menunggu panorama langit yang sangat indah saat matahari tenggelam serta suasana menjelang malam. Apalagi saat kami datang , dilangit sedang bulan purnama dan agak sedikit mendung. Setelah maghrib , perkampungan di pulau tidung ini sangat sepi, tidak ada yang keluar rumah lagi. Hanya beberapa orang saja yang terlihat ada diluar dan itupun hanya para bapak. Sepanjang jalan menuju penginapan ada beberapa tempat yang belum diterangi lampu jadi sebaiknya membawa senter ataupun headlamp.
Sewaktu pagi hari karena cuaca kurang begitu bagus, kami tidak mendapat suasana laut saat matahari terbit. Pukul 7.30 pagi , perahu yang akan membawa kami menyebrang ke jembatan penghubung untuk melanjutkan bersepeda menuju pulau tidung kecil sudah datang.

Dari jembatan penghubung mengikuti jalan yang cukup lebar sampai menemukan tempat perkembangbiakan mangrove. Nah dari sini kami naik sepeda melewati jalan setapak yang penuh dengan ilalang dan rumput-rumput yang tajam.Kami sampai di sebuah mushola dan didepannya terdapat makam panglima hitam yang konon sebagai penghuni pertama pulau tidung. Di tempat ini kami parkir sepeda kemudian berjalan kaki menyusuri jalan setapak lagi sampai menemukan laut berpasir putih dan sangat sepi. Indah tempatnya.
Dari sini kami berjalan menyusuri pantai pulau tidung kecil, melewati bibir pantai yang dangkal sampai ke ujung pulau ini. Bagi yang ingin berjemur, menyelam atau sekedar berbasah-basahan dapat dinikmatii kenyamanannya tanpa risih dilihat orang yang berlalu lalang. Tetapi jika mencari warung-warung kecil yang menyediakan makanan , disini tidak ada lebih baik membawa makanan atau minuman sendiri. Juga fasilitas WC umum juga belum ada.

Perjalanan pulang dari pulang tidung kapal yang kami naiki singgah sekitar 45 menit pulau payung. Hujan mulai menguyur kapal yang membawa kami pulang menuju pelabuhan muara angke – Jakarta ketika kami masih di tengah laut. Ombak laut yang meninggi , menggucangkan isi kapal ke kiri kanan termasuk isi perut saya, seperti naik perahu kora – kora di Dufan rasanya. Belum lagi atap kapal yang bocor membangunkan saya yang sudah pulas tertidur. Saya merasakan pusing , panas dingin yang luar biasa sampai tak tertahankan sampai akhirnya saya mengeluarkan isi perut dengan sukses. Yaah walaupun saya mabok laut , namun pendaratannya sukses di Jakarta dan syukur kepada Tuhan semua selamat dan itu yang penting.
Thanks to :
*panitia penulis pengelana, jadi pengen juga bercerita tentang Indonesia lewat tulisan dengan lebih baik lagi dan mau doonk sampai menembus media..
*teman-teman seperjalanan pulau tidung..
*semua pihak yang telah terlibat hehe..
veronica setiawati

http://g1g1kel1nc1.blogspot.com

mail to : g1g1kel1nc1@live.com

Comments (16)

shinta mirandaOctober 7th, 2009 at 1:50 am

Menarik sekali ya, perjalanan, panorama di Pulau Tidung. Indonesia punya banyak tempat yang indah, tapi sayang, fasilitas belum banyak memadai.enang bisa membaca perjalanan ini..semoga kesampaian juga untuk ke sana…..

veronicaOctober 7th, 2009 at 9:30 pm

yup, sayangnya begitu tetapi semoga dengan promosi pariwisata dari semua pihak, bisa membantu warga setempat juga untuk mendapat penghasilan lebih. tetapi ya tetap dijaga juga lingkungannya dari sampah, jangan hanya duitnya saja yang di raup sebanyak-banyaknya.
thx ya commentnya shinta..

salam
vero

fekhiApril 24th, 2010 at 11:36 am

lagi search pulau tidung, eh nyasar di tulisan vero hihihi…

ali cobarApril 29th, 2010 at 4:27 pm

ver…mohon informasinya dunk…..sewa penginapan di p.tidung brapa y…trus di sana gmn dah bnyk penduduknya g…..gw g sempet ksana pingin sih ksana….kemarin gw + tmn” k psemak daun..champing..susah air tawar disana….di p.tidung bagus buat mancing g…trus kapal yg dari angke langsung ada y….mohon informasi biayanya y…
…ali_cobar2000@yahoo.com……

dafieMay 18th, 2010 at 4:59 pm

slm knal veronica, numpang lewat nih! buat temen2 yg ingin ke tidung tp pnya budget yg pas2an, terutama buat para mahasiswa, terlebih yg ingin bikin penelitian di pulau tidung. ingin nginep di homestay yg murah dg segala kebutuhan wisata hub aja saya di 081511092222 atau email pulau_seribuwisata@yahoo.com atau facebook : pulau seribu wisata trims!

DianaMay 18th, 2010 at 5:19 pm

Salam,

Saya Diana dari Langit Biru Adventure. Kami menawarkan jasa jalan2 dengan harga dan gaya backpacker ke Kepulauan 1000, termasuk ke pulai tidung. =D
Check our blog: http://www.langitbiruadventure.blogspot.com
FB: langit biru adventure

Diana (0856 877 8889)

subarnaJune 12th, 2010 at 10:51 pm

Saya merencanakan untuk wisata sekeluarga berlima. Tolong dong beri informasi agen yang menyelenggarakan kunjungan ke Tidung, beserta biaya yang diperlukan untuk itu.

G. Lini HanafiahJune 13th, 2010 at 5:27 pm

info Pulau Tidung

http://www.facebook.com/pulautidung

http://www.thousandislandtraveling.blogspot.com

CP:
085719585867 (adam)
085781075512 (billah)

HengkiJuly 3rd, 2010 at 6:41 am

Ver..,aku cuma mo share pengalamanku rencana mo ke P tidung G.A.T.O.T alias Gagal Total karena menggunakan jasa “Dewi Yanthi Razalie Pulau Tidung Sorga Dunia ” setelah aku transfer Rp 808.500 sebagai DP 30% untuk 7 orang @ Rp 385.000, aku tetap ga bisa berangkat, bahkan Dewi menuduhku sebagai “Pembohong” karena transferanku dikatakan ga masuk, aku minta no fax u kirim bukti transfer ga direspons, aku mengajukan u bayar lunas ditempat pemberangkatan ( Muara Angke ) dan transferanku dikembalikan kemudian setelah dia yakin kalau dananya masukpun tidak disetujui dan tetap aku ga bisa berangkat, anak2 ku menangis semua meratapi kebodohan bapaknya percaya saja dengan iklan dunia maya…:-((

Veronica SetiawatiJuly 9th, 2010 at 11:34 pm

justru itu pak yang sangat dikawatiekan,, sekarang banyak tour guide yang menyediakan jasa seperti itu.
mungkin sebagai referensi saya bisa berikan ke bapak..
apalagi biaya cukup besar seperti itu ,,

Veronica SetiawatiJuly 12th, 2010 at 9:26 pm

up : pak hengki Ibu Dewi itu dulu pernah minta jadi temankju di FB, tapi ternyata untuk ngambil foto2 Tidung untuk dia pasang untuk promo paket ke Tidung (meskipun waktu itu dia belum pernah ke sana). Setelah aku komplain, namaku diblok, jadi aku nggak bisa lihat FB-nya (termasuk akun Pena juga diblok sama dia).
Kalau nggak salah di FB dia itu ada no telp travel agent teman dia di P. Tidung, coba deh si bapak itu cek dan telpon, dan juga bisa telpon Kapolsek Kec. P. Seribu Selatan di Tidung, Bapak Harsono Sugino (0818-144041). Beliau janji akan menindak tegas travel agent yang nakal, karena perbuatan semacam itu sudah masuk kategori tindak pidana.
Bisakah komplain si bapak itu juga diposting di the tidungers?

from : http://www.facebook.com/?ref=home#!/teguh.sudarisman

dhamzJuly 13th, 2010 at 10:37 am

@G. Lini Hanaafiah thx 4 share our blog n facebook (salam Kenal)
@hengky…tuntut aja tuh bu dewi

__adam__ (thx jg buat mbak veronica)

G. Lini HanafiahJuly 13th, 2010 at 6:10 pm

@ Dhamz: salam kenal :)

Dewi Yanthi RazalieOctober 8th, 2010 at 12:20 am

Saudara Hengky dan Teguh Sudarisman,
menurut saya justru Anda berdua yang bisa saya tuntut melalui jalur hukum karena sudah dengan sangat berani mencemarkan nama baik saya di tempat umum seperti ini.
Masyarakat PULAU TIDUNG maupun Pejabat Pemerintahan di PULAU TIDUNG menganggap saya sebagai Duta Wisata PULAU TIDUNG tanpa pernah saya kehendaki.
Bahkan pada saat long weekend, mulai tgl 27 – 31 Mei, saya dijamu menginap oleh Pak Camat PULAU TIDUNG di Rumah Dinas Kecamatan setempat.
Dan semua orang mengatakan bahwa hanya sayalah satu2nya orang pertama yang boleh menginap di tempat tsb.
Saya disambut dan diperlakukan dengan sangat baik oleh Pak Camat, Bu Camat, para penjaga rumah dinasnya, dan juga para karyawan Kecamatan serta Kelurahan.

Saudara Hengky, jelas saya tidak berani memberangkatkan Anda.
Karena sesudah saya print (cetak) buku tabungan BCA saya, jelas2 menunjukkan bahwa Anda sudah “berbohong”.
Pada saat pertama kali Anda sms saya mengatakan sudah mentransfer sejumlah uang, sebenarnya saat itu Anda belum mentransfer uang tsb.
Tapi sesudah saya curiga dan ketahui bahwa Anda telah berbohong, pada saat itulah Anda mungkin merasa takut karena kebohongan Anda sudah saya ketahui dan Anda buru2 mentransfer dana yang dimaksud.
Hal yang saya lakukan, sangat membutuhkan kejujuran dan azas saling percaya.
Saya tidak bisa dengan begitu saja memberangkatkan orang2 yang tidak saya yakini kebenaran ucapannya.
Lagipula, wisata bahari itu bukan seperti jasa rumah sakit yang sangat dibutuhkan secara mendesak. Masih bisa menunggu.
Bukan tipe yang malam ini transfer karena besok pagi harus buru2 berangkat.
Desakan2 yang bersifat agak kasar itulah yang mengundang rasa curiga.

Untuk Saudara Teguh Sudarisman, Anda lah yang pertama kali request add ke FB saya. Lalu Anda menawari saya untuk memajang foto2 Anda di wall saya karena Anda mungkin ingin menumpang alias beriklan secara gratis di FB saya.
Saya minta ijin copy paste 3 foto Anda, tapi tidak Anda ijinkan. Ok, saya turuti.
Lalu Anda minta saya hanya tag foto2 Anda saja.
Yang berarti Anda memang benar2 ingin numpang beriklan di wall saya.
Dan saya menolak. Saya sama sekali tidak berminat.
Foto2 Anda itupun saya hapus.
Memang pada saat itu pula Anda langsung saya remove dan block dari FB saya.
Karena saya tidak mau FB saya dicemari oleh orang2 semacam Anda.
Yang mengaku2 sebagai warga asli PULAU TIDUNG bahkan memajang alamat lengkap di PULAU TIDUNG.
Padahal sampai detik ini, hanya 2 travel yang merupakan warga asli PULAU TIDUNG yaitu Ridwan dan Alamsyah.
Yang lain2nya adalah orang2 dari perkotaan Jakarta, yang mungkin ingin mengeruk keuntungan dan memanfaatkan PULAU TIDUNG sebagai lahan bisnis serta mencari uang.

Banyak orang mengakui yang mengetahui PULAU TIDUNG dari FB saya karena saya memang memajang foto2 PULAU TIDUNG.
Dan mereka sendiri yang mengakui bahwa saya lah yang berhasil mendongkrak popularitas PULAU TIDUNG melalui Facebook sehingga meledak dan menjadi booming.
Bukan saya yang mengatakan, tapi mereka lah yang bercerita kepada saya.
Dan saya juga yakin, sesudah itu banyak sekali orang2 yang memanfaatkan popularitas PULAU TIDUNG untuk kepentingan pribadi mereka.

Sejak 16 April 2010 (pertama kali saya memperkenal PULAU TIDUNG melalui Facebook) hingga detik ini, sudah ribuan orang yang berangkat melalui saya maupun yang tau mengenai PULAU TIDUNG melalui FB saya.
Klo Anda mau bukti, silahkan tanyakan kepada tokoh2 masyarakat setempat, maupun para pejabat pemerintahan di PULAU TIDUNG.
Mereka tau persis siapa saya dan apa yang sudah saya lakukan untuk PULAU TIDUNG.

Untuk Veronica, klo Anda tidak menghapus tulisan kedua orang tsb yaitu Hengky dan Teguh Sudarisman, Anda juga bisa dimasukkan ke dalam perbuatan “PENCEMARAN NAMA BAIK” orang lain melalui Internet.

Saya harap kita bisa menjadi manusia2 yang elegan dan intelek.
Tidak memilih cara2 yang kampungan seperti ini.
Saya tidak dendam kepada Anda.
Tapi saya pun tidak pernah takut, karena saya yakin saya berada di pihak yang benar.

Bahkan saya mempunyai bukti berupa sebuah surat dari Menteri Pariwisata dan Kementrian Pariwisata bahwa mereka memberikan rekomendasi kepada saya bila saya ingin membuat acara2 di PULAU TIDUNG dalam rangka mempromosikan PULAU TIDUNG sebagai Pariwisata Indonesia, dan mereka menghimbau kepada semua pihak untuk membantu dan memberikan dukungan kepada saya.

@Dewi Yanthi Razalie

Teguh SudarismanOctober 12th, 2010 at 2:21 am

Maaf Mbak Dewi, saya tidak ingin berdebat dengan Anda. Silakan saja kalau Anda ingin menggugat saya ke pengadilan, saya tunggu dengan senang hati.

Dari pernyataan Mbak bahwa “Sejak 16 April 2010 (pertama kali saya memperkenal Pulau Tidung melalui Facebook)…” dan seterusnya, menunjukkan bahwa Anda ingin menyombongkan diri, namun di tempat yang keliru. Pulau Tidung sudah banyak dikenal sejak hampir setahun sebelumnya. Mungkin Mbak bisa cek di sini:

http://sudarisman.multiply.com/photos/album/71/Pulau_Tidung_The_New_Paradise

http://sudarisman.multiply.com/photos/album/73/Paradise_Revisited

http://sudarisman.multiply.com/photos/album/75/New_Pictures_from_Paradise

http://www.facebook.com/album.php?aid=88539&id=746281242

Mohon maaf, sebagian foto ini mungkin tidak bisa Anda lihat, karena Anda tidak menjadi kontak saya lagi. Mungkin Anda ingat, Anda memblok saya setelah saya peringatkaan untuk tidak mengambil foto-foto saya tanpa izin.

pulau tidungApril 21st, 2012 at 4:26 am

terimakasih atas infonya

Leave a comment

Your comment


six − 2 =