kisah sedih di malam minggu

(Veronica Setiawati)

Pertama kali kami berkenalan di sebuah pesta, karena waktu itu ada gadis cantik datang sendirian , aku datang menghampirinya. Keesokan harinya kami bertemu lagi dia masih mengenaliku dan kami berbincang. Kemudian pertemuan kami berikutnya menemaninya ke mal untuk menemaninya membeli baju. Aku kira dia akan membeli baju untuknya tetapi yang dia beli adalah kemeja laki-laki. Entahlah filiingku mengatakan itu untuk kekasihnya, tetapi karena dia mengatakan untuk saudaranya aku percaya saja. Dan sejak dari situ hubungan kami semakin akrab apalagi kami satu satu kantor hanya beda  kota cabang.

Hampir setiap hari komunikasi kami berjalan baik, aku pun sering menyempatkan diri untuk berkunjung ke kostnya yang ada diluar kota. Dan tiap jumat malam kami hampir selalu nonton bioskop, karena aku kurang suka nonton , ketika kami pergi nonton aku hanya tertidur di dalam. Dan hal ini yang sering menjadi pertengkaran kami. Tetapi aku tidak mempermasalahkan hal itu, karena pikirku hal itu bisa aku perbaiki.

Pada suatu hari. Ketika aku datang ke tempat kostnya. Aku melihat sebuah mobil parkir di depan kostnya. Pikirku itu milik salah satu tamu di situ. Tetapi ketika aku menuju tempatnya, aku melihat dia dan seorang laki-laki bermesraan. Saat itu juga , aku memutuskan untuk pulang. Ternyata dia menyadari kehadiranku disana. Aku tidak lagi menghubunginya sejak itu. Berulang kali no hp nya menghubungi dan sms tetapi tidak aku jawab satupun. Sampai akhirnya , ada sebuah nomor lain yang tidak aku kenal dan ternyata itu dari dia. Kami bertemu dan dia menjelaskan panjang lebar tentang laki-laki itu. Tetapi aku sudah tidak bisa karena itu merupakan satu prinsip buatku. Aku pernah memberikan kesempatan kepadanya, tetapi ternyata dia melakukannya lagi. Ketika aku selidiki , ternyata dia mempunyai 4 nomor hp, dua nomor untuk ku dan dua nomor lagi dipakainya untuk laki-laki itu. Dan aku juga heran , kapan dia punya waktu berduaan dengan laki-laki itu karena hampir setiap hari waktunya bersamaku.

Aku tidak menyalahkan dia, walaupun aku kesal setengah mati karena telah dihianati aku berusaha untuk membuka pikirannya,tentang laki-laki pilihan orangtuanya. Tetapi dia punya suara hati , punya pikiran untuk pertimbangannya. Karena ini menyangkut masa depannya. Jika pilihan orangtuanya itu ternyata hanya membawa petaka bagi anak perempuannya , apa mereka tidak lebih malu telah memilih laki-laki itu? Atau bagaimana mungkin dia bisa menjalani hidup rumah tangga jika dia sendiri tidak sepenuh hati menerima suaminya… , jika menurutnya itu benar dia tidak akan dianggap sebagai anak yang tidak berbakti.

Karena aku tetap pada pendirianku dan itu merupakan satu prinsip buatku, dia mulai menjauhiku sepertinya dia membenciku. Dan saat aku kedengaran oleh nya dekat dengan perempuan lain, dia menerima laki-laki pilihan orangtuanya karena pelarian. Semua ini aku tau  dari teman-temannya karena menurut mereka di dalam hati, dia masih mengharapkan aku.  Bahkan jaket pemberianku waktu ulangtahunnya masih dipakai olehnya.

Padahal, aku sudah berusaha untuk mengerti dia, aku sudah sungguh-sungguh dengannya akan berada dijalan yang benar, karena aku merasa lengkap dengannya, dia mengerti pekerjaanku dan apa yang aku lakukan, kami bicara nyambung, tetapi dia yang menyimpang dan aku tidak bisa meneruskannya lagi.  Tetapi aku tidak memutuskan tali silaturahmi dengannya bahkan jika dia datang kerumahku , aku akan tetap menerimanya dengan baik. Kepada orangtuapun aku mengatakan ini bukan kesalahannya mengapa kami berpisah agar orangtuaku pun mau menerima kehadirannya dengan baik meskipun kami sudah tidak bersama lagi.

Aku juga tidak seemosional ketika mantan pacarku dahulu melakukan hal yang sama seperti ini, aku hampir gila dan mau bunuh diri ketika dia meninggalkan aku untuk menikah dengan laki-laki lain. Bahkan aku sampai menghajar calon suaminya.. Tetapi itu adalah hal yang salah aku akui. Walaupun kesalnya setengah mati menghadapi kejadian seprti ini, aku masih bisa terima dengan lapang dada dan mampu menahan diri.

Aku tidak tau siapa jodohku kelak, aku berharap menemukan yang terbaik apalagi dengan apa yang telah aku alami aku ingin menemukan wanita yang benar-benar memiliki aku. Setiap kejadian yang buruk selama aku menjalani hubungan asmara dengan perempuan-perempuan yang menghianati aku , aku mencoba belajar dan memahami apa yang sebenarnya mereka cari setidaknya aku bisa tau dan tidak mengalami hal yang sama kembali.

veronica setiawati

*curhat seorang teman di malam minggu

Baca juga

  • kanvas
  • Rasa…
  • Merek
  • #12HariBerceritaPagi- Dua Putih Untuk Kenangan Satu Pagi
  • Married via Facebook….????
  • Jika Kau Cinta Dia (1)
  • Usia Lalu Akan Bersekongkol Dengan Masa Muda Part II
  • Keripik eh…Kritik!
  • Sajak dari seberang
  • Biarkan Aku

Comments (1)

Ahmad Olie SopanOctober 16th, 2009 at 1:31 am

Memang perjodohan adalah misteri dan lawan jenis adalah kunci pembuka misteri itu!
Saya rasa tulisan ini cukup merefleskikan diri penulisnya (bukan sekedar curhat seorang teman), heheheee…maaf, tapi memang kenyantaannya hampir mayoritas pria/wanita dewasa pernah mengalami peristiwa/penghianatan yang sama. setuju???

Leave a comment

Your comment