Sobatku Bernama Iin

(Veronica Setiawati)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009

Sebentar lagi akan ada acara reuni temen-temen sma kelas biologi.  Aku teringat dengan teman sebangku bernama Indarti. Aku sudah tidak mengetahui dimana dia berada sekarang. Kabar terakhir yang aku dapat, ia masih bekerja di rumah sakit serang banten.

Aku dan dia kenal pertama kali ketika aku pindah rumah ke cengkareng.  Kami memang sama-sama dari kalibata , tetapi  rumah kami berjauhan dan aku tidak mengenalnya. Waktu itu aku masih tetap melanjutkan SMP kelas 3 di kalibata. Pergi subuh , pulang sore naik kendaraan umum tetapi untungnya aku tidak sendirian, kami pergi beramai – ramai. Sedangkan Indarti ini SMP kelas 3 nya di cengkareng sejak kepindahannya.

Ketika lulus sekolah, aku mencari rayon SMA di cengkareng dan bertemulah kami di SMAN 33 cengkareng. Karena NEM yang aku miliki angkanya masuk di dalam persyaratan sekolah tersebut , diterimalah aku di sana masuk di kelas 1-7 . Dan ternyata aku sebangku dengan indarti karena begitu dia masuk kelas itu aku melihat dia juga kebetulan bangku sebelah ku kosong. Di sinilah awalnya kami kenalan dan sama-sama menjalani orientasi selama seminggu.. uuhh pernak pernik serta apa yang garus di bawa pada saat ospek aneh-aneh belum lagi seniornya galak-galak ! Sebel!apalagi kalau terlambat neh wah habis deh dimarah-marahin.

Setiap berangkat sekolah aku selalu bareng iin, begitulah ia disapa. Entah dia yang datang ke rumahku atau aku yang ke rumahnya. Kami berdua selalu naik angkot atau jalan kaki setiap berangkat  atau pulang sekolah. Pernah karena aku bangun kesiangan kami hampir terlambat masuk kelas dan iin cemberut karena keterlambatan ini. Kami berdua juga pernah ikutan seleksi masuk kepengurusan OSIS mengikuti test yang dilakukan oleh senior atau pengurus yang lama. Aku ngeri dengan kakak seniornya apalagi yang perempuannya, ampun deh galak banget. Tetapi kami tidak masuk seleksi, nama kami tidak terdapat di daftar nama yang lulus seleksi osis. Kemudian ketika memilih ekskul iin memilih KIR ( Karya Ilmiah Remaja ) sedangkan aku memilih Paskibra.

IIn memang pinter kimia dan matematika juga menggambar.Dia juga orangnya sangat kreatif.  Aku sering meminta bantuan dia jika ada PR atau jika kesulitan mengerti pelajaran sekolah.. Tak segan-segan kami sering belajar bersama. Tetapi bila ada pelajaran bahasa inggris , iin akan minta bantuanku. Tapi kalau dihitung sih aku yang lebih banyak minta bantuan. Pernah satu waktu ada ujian , kami pernah nyontek. Buku catatan di taruh dilaci atau catatan kecil diselipin disapu tangan.  Kami sekelas selama 3 tahun lamanya. Begitu naik kelas dua kami sama-sama memilih kelas biologi dan itu satu-satunya selama angkatan kami.

Aku pernah sakit kuning / hepatitis dan harus istirahat panjang dirumah. Pulang ke rumah diantar naik motor bertiga dengan teman dan iin juga. Dia juga yang menjenguk bersama teman-teman dan yang memberitahukan perkembangan pelajaran sekolah yang tertinggal selama aku sakit. Dia pernah merasa sangat kesal dan harus pulang sendiri karena waktu itu kelompok paskibra yang aku ikuti mengharuskan berkumpul untuk latihan padahal aku sudah sembunyi pada saat jam pulang tetapi ternyata ketahuan juga oleh para pengurusnya yang juga berdiri di pintu pagar sekolah.

Sewaktu liburan sekolah , aku mengajak dia untuk ikut pulang ke rumah mbah di pare Kediri jawa timur. Naik kereta dan bermalam di rumah mbah selama liburan. Kegiatannya sewaktu di rumah mbah tidak begitu banyak, paling pergi ke ladang petik cabai, main ke kali , jalan-jalan naik sepeda onthel ke pasar atau malam harinya ke tempat saudara-saudara. Setiap liburan sekolah , kami selalu pulang kampung dan waktu sunatan adikku. Disana dia mendapat pacar pertama atau mungkin jatuh hati. Kebetulan sebelumnya aku pernah berkenalan dengan anak sana sepantaran aku juga bernama Dadu. Lewat dia dan saudaraku,  iin di pertemukan saat kami bertiga dan mereka bertiga juga pergi bersama jalan-jalan ke kota  Kediri naik mobilnya Dadu. Kami perginya sembunyi, karena takut jadi omongan orang, sebab sudah terdengar bisikan di tempat mbah antara aku dan Dadu.  Mbah hanya takut aku jadi omongan yang tidak pantas di kampung itu, makanya malam harinya mereka bertiga laki-laki itu datang ke tempat mbah bertemu aku dan iin.

Sejak pulang dari kampungnya mbah, iin sering bertukar surat dengan mas nya itu. Tetapi hubungan mereka tidak bertahan lama. Mungkin orangtua iin tidak setuju dan dari pihak keluarga masnya itu juga tidak bisa meneruskan hubungan mereka ya akhirnya masnya itu dinikahkan dengan perempuan lain. Sedihlah iin , tetapi dia bisa mengatasinya kesedihannya. Mungkin karena jarak yang jauh dan komunikasi mereka hanya lewat surat yang dikirimkan ke sekolah jadi semua itu bisa hilang dengan segala kesibukannya. Karena tidak berapa lama , setiap aku main ke rumahnya ada lelaki sepantaran dia di sana.

Laki-laki itu menurut iin temannya dan sudah dianggap seperti abangnya sendiri. Dia memang punya kakak laki-laki tetapi tidak akrab dengannya. Iin beragama islam, tetapi ia sering ke rumah kalau natalan. Karena keakraban kami, mama selalu mengirimkan makanan jika menjelang natal begitupun sebaliknya  jika menjelang lebaran akan ada kiriman dari rumahnya iin. Lucu sekali.. Pernah dalam acara buka puasa bersama, kami membawa kado masing-masing untuk acara tukar kado, ternyata kado aku di terima oleh iin dan iin menerima kadoku. Sewaktu ada kerusuhan 98 , iin bercerita kalau bapaknya sempat jadi korban pemukulan orang-orang dijalan karena dianggap ras tertentu yang menjadi sasaran waktu itu.

Hal yang menyedihkan pernah terjadi dengan kami berdua. Ternyata laki-laki yang sudah di anggap abang itu menyukai aku. Kami pernah kepergok oleh iin ketika kami duduk berduaan. Iin tidak bicara banyak malam itu. Tetapi besoknya dia bercerita banyak termasuk perasaannya dengan laki-laki itu. Hubungan kami sempat renggang begitupun ketika di sekolah, dia sempat pindah duduk dengan teman yang lain. Yah pada akhirnya aku sibuk dengan kegiatan paskibra dan sebulan saja karateku di sekolah serta kursus komuter yang diwajibkan oleh sekolah. Hampir bersamaan juga waktunya aku punya pacar, cinta monyetku lah. Semua kerenggangan persahabatan kami tidak lama, iin datang menemuiku , kami berbaikan kembali dan hubungan kami kembali baik. Kami pulang bersama , duduk satu bangku lagi dan tetap seperti dulu sebelum hubungan kami dirusak oleh masalah laki-laki itu.

Lulus SMA, iin memilih melanjutkan kuliah di univ UPN veteran pondok labu jurusan keperawatan D3. Sedangkan saya di budi luhur. Kami masih sering bertemu dan saya pernah menginap di kostnya atau mampir ke kampusnya. Berkenalan dengan teman kostnya dan kami diajak jalan ke rumah temannya di kepulauan seribu, pagi-pagi datang ke ancol ikut perahu sebrangi laut. Eh ternyata temannya itu suka dengan saya , aduuhh … ini juga iin yang memberitahukannya tetapi aku hanya berteman saja dengan temannya itu. Aku juga mengetahui ternyata iin mempunyai kenalan , aku lupa namanya. Dia memperkenalkannya kepadaku dan pernah jalan bertiga. Laki-laki itupun sempat bertanya – tanya mengenai iin sepertinya laki-laki ini benaran suka dengan teman ku ini. Bahkan pernah dikenalkan juga dengan orangtuanya iin. Tetapi entah mengapa akhirnya hubungan keduanya bubar ditengah jalan.

Beberapa lama tidak bertemu, iin mengajak aku ke rumah sakit serang. Dengan naik kendaraan umum kami mencari rumah sakit ini. Menjelang sore kami baru dapat menemukannya.Disana iin menaruh lamaran kerjanya yang pada akhirnya disana sampai sekarang tempat dia bekerja. Dia selalu mencari ku dirumah jika datang ke cengkareng, tetapi sejak kerja aku tidak pernah bisa bertemu dengannya lagi. Teman terdekat dan mungkin yang cocok dengan dia hanya aku, teman-teman yang lain tidak terlalu dekat dengannya. Iin ini sangat sayang dengan kucing sedangkan aku tidak terlalu bahkan tidak suka ada kucing dekat –dekat aku. Dan kalau sudah bicara, iin ini heboh sekali dan mungkin jika ada orang yang pertama kenal pasti bosenin dekat dengan dia, tetapi dia baik.

Dengar kabar terakhir tentang dia ternyata sudah mempunyai anak dua. Rumahnya di cengkareng sudah ditempatkan orang lain, ternyata sudah dijual beberapa tahun yang lalu, sejak pernikahan kakaknya dan iin sudah tinggal di serang bersama suaminya. Menjelang reuni ini, aku tidak tahu apakah dia akan datang atau tidak. Aku juga ingin minta maaf sekaligus berterima kasih kepadanya mungkin selama ini aku terlalu sering merepotkan dia.

Jakarta, 06 september 2009

Veronica Setiawati



Tertarik dengan yang ini?

Comments (4)

shinta mirandaSeptember 8th, 2009 at 8:17 am

isi ceritanya, bagus..andai saja nanti dikemas lebih teratur agar mengalir, sehingga kesan sebuah penuturan cerita terasa bagus seperti maksud isinya…..(pendapat aku, yang bukan penulis, tapi suka menulis)……

LiniSeptember 14th, 2009 at 7:49 am

bagus!
:)

[...] Sobatku Bernama Iin (Veronica Setiawati) [...]

And The Winner Is…November 4th, 2009 at 5:16 pm

[...] Sobatku Bernama Iin (Veronica Setiawati) [...]

Leave a comment

Your comment