Awal kisah kumenapaki YN!
(Winda Priyosa)
“berawal dari fesbuk baruku.. kau datang dengan cara tiba-tiba..” (song: my facebook by Gigi)
Saya kira itulah potongan lagu yang tepat untuk mencurahkan rasa saya terhadap komunitas Yuk Nulis! ini. Ya, semua serba tiba-tiba, tak terduga, datang tak diundang dan pulangnya jelas tak kan kuantar..
Saya hanya ingin sharing awalnya saya bisa bergabung di YN! sebagai wujud rasa terimakasih karena saya menemukan wadah untuk menyalurkan hobi membaca dan mendapatkan dukungan untuk menuangkan isi pikiran dalam bentuk tulisan. Kalau mau diceritakan, panjang perjalanannya untuk bisa sampai di komunitas ini. Kenapa saya bilang begitu?? Saya tahu eksistansinya dari seseorang yang saya add karena terlebih dulu saya meng-add seseorang yang merupakan teman dari teman-teman seseorang yang saya add karena dia adalah kenalan yang ku-add dari website teman FB. Nah loh..! Memusingkan?! Tak apa.. Saya rela berbagi prosesnya kok..
Jadi begini critanya.. Konon jaman dahulu belum lama ini (Juli 2009), saya ikut bergabung di kumpulan penggemar bola voli di satu website yang disebut sebagai komunitas terbesar di Indonesia. Anda bebas untuk beraspirasi di sana, mendiskusikan masalah politik, bisnis, ekonomi, olahraga, atau sekadar hobi iseng. Semua topik ngumpul di situ. Sekilas nama websitenya mirip tempat pembuangan hasil akhir pencernaan manusia, hanya saja perlu didinginkan. Boleh coba menebak, tapi saya tidak bisa menjanjikan hadiah apa-apa, kecuali ucapan selamat dan rasa takjub. Hehe..
Dari situ, saya ‘menambah teman’ halaman klub pecinta voli tersebut di FB. Dengan isengnya, saya mengirim friend request ke personil-personil yang terdaftar dalam page itu. Ada satu personil yang membuat saya tertarik karena dia sering menulis kata-kata romantis di statusnya (saya sudah meng-invite dia untuk bergabung di YN!, tinggal tunggu kesediaannya saja..). Setelah itu, lagi-lagi dengan iseng saya meng-add orang dari friendlist-nya, sebut saja A. Kadang saya menjelajah home teman di FB mulai dari update yang terbaru sampai yang not up-to-date. Saya akan berhenti sampai saya merasa bosan atau capek terus-terusan menekan tombol “See older posts” (Jangan heran kalau suatu hari saya mengetahui affair yang Anda lakukan. Hehe..). Saya kemudian meng-add teman A yang sering mengomentari foto bersama, kita misalkan inisial B. Ajaibnya, si B ini ternyata berteman juga sama teman yang saya kenal waktu sedang foundation di luar negeri, padahal mereka berdua berasal dari kota berbeda. Ternyata benar, dunia itu sempit, perlu disensus ulang (begitukah ibu kos?). Jadilah saya sesekali melihat notifikasi pengomentaran foto-foto yang mereka pajang di FB.
Kebetulan, saya seorang yang suka mengagumi pemandangan dan mengabadikan apa yang sekilas saya anggap indah atau exciting, singkatnya saya juga berminat pada fotografi. Suatu waktu saya lihat foto si A yang unik, nyentrik dan penuh makna. Gambar itu simpel, merupakan kumpulan dari foto-foto dan artclip yang disatukan (begitu pengakuannya), dan temanya adalah ‘menyentil’ orang dengan topeng yang berbeda tiap harinya. Foto itu tak luput dari komentar teman-temannya, baik itu pujian, kritik, ataupun saran. Kemudian saya add-lah seseorang berinisial MA, yang menurut pengamatan saya punya wawasan dan pengetahuan lebih luas dari orang awam. Setelah lewat beberapa waktu saya baru tau kalau A dan B itu mahasiswi jurusan DKV dan MA ini pengajar mata kuliah jurusan tersebut. Kembali keisengan saya muncul, saya add beberapa fotografer dari daftar teman MA.. =p
Di lain waktu, saya jalan-jalan di pelataran Home FB dan melihat ada foto baru dengan puisi di dalamnya. Saya ‘mendeliki’ layar komputer, menatap foto, membaca puisi yang terpampang, lalu tersentuh. Untungnya (ato sialnya? Silakan diputuskan setelah cerita ini selesai dipaparkan.. =p), tercantum sumber foto dan tulisan dalam foto tsb, mungkin untuk menghindari aksi plagiat orang-orang yang tak bertanggungjawab.. Foto oleh xxx, tulisan oleh Femikhirana..
Jaadiii… Tukang duplikat kunci yang bantu saya masuk dan mengacau di hunian ini adalah ci Femi.. (Terimakasih sudah beri saya akses untuk ‘nggrayang’ di sini, hihi.. serasa maling, masuk ke rumah orang dan bikin riweuh..). Tak berhenti di sini keisengan saya, lantas ku-add orang-orang yang men-tag ci Femi dengan notes, dan semua sambung menyambung menuntun jalanku ke Yuk Nulis!.. ^^
Terimakasih buat bu Lini, karena memberi surat pass resmi setelah ada peringatan untuk mendaftar di milis, selain join di fan page, dan mengisi biodata untuk perkenalan.
Terimakasih buat Nuliser lain yang tidak keberatan meng-klik ‘approve’ pada permintaan pertemanan saya. =D
Demikianlah.. Kalau ada yang kurang berkenan dengan cara penyampaiannya, saya minta maaf sebelumnya. Kalau ada pengetikan atau tata bahasa yang salah, tolong dikoreksi. Sakdurunge, matur nuwun yoo..
Smoga smua yang tinggal dalam rumah ini senantiasa dalam lindungan-Nya dan smoga semakin banyak orang yang rela menyumbangkan buah tangannya eh buah penanya sebagai imbalan biaya kos di sini. Aminnn…
Terakhir, teuteup, saya persembahkan sajak buat YN!
So, di sinilah I am..
di rimba tulisan ini,
di gubuk nan adem
diasuh ibu kos Lini..
Semoga ilmu makin dalem,
saya bangga gabung di sini.













Winda,
boleh panggil bu kos, tapi ga boleh panggil bu Lini (keder kan?)
seneng banget kamu menambah werno-werno penghuni kos
semoga aweeett…
hehehehe… MA-nya perlu dikabarin gak neh, win hihihi…
semoga winda bisa menulari yang lain juga ihhhh…
)
thx Winda
@bu kos: oklah klo beg beg begitu..
yang dalam sajak demi keselarasan rima
semoga alasan saya ini bisa diterima
iyaa.. smoga aweettt.. ^^
@ci Femi: MA-nya dikasih tau pun mungkin ngga kan ngeh
temen dan kenalannya kan buanyak banget…
penyakit apa yg perlu ditularkan? penyakit iseng? =p
[...] saya mengenal wadah menulis Yuk Nulis!, seperti yang pernah saya ceritakan di artikel ‘Awal kisah kumenapaki YN!’. Memang agak panjang perjalanannya, tapi toh perjalanan yang menyenangkan n tidak [...]