Apa Aku Bisa?

(Yohana Fransiska Lily)

Bagaimana bisa, kau menghilang saat aku memikirkanmu puluhan ribu tik tak? bagaimana bisa kau justru menghilang saat aku sangat ingin menggenggam tanganmu, menyentuhkannya di pipiku. bagaimana bisa kau menghilang, saat aku sangat ingin memelukmu, melepaskan peluh di bahumu, saat aku sangat ingin melihat senyummu dan membiarkanmu membuatku tersenyum. bagaimana bisa kau menghilang saat aku sangat amat merindumu?

Bagaimana bisa, kau, oh sayangku, justru pergi meninggalkanku dalam keadaan lumpuh dan memanggil-manggil namamu. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa semuanya begitu nyata. NYATA KAU TAK LAGI ADA atau nyata, aku meniadakanmu.

Bagaimana bisa aku membiarkanmu pergi sedang aku terjerembab dalam kubangan yang aku tak mampu untuk keluar. Kubangan itu hanya kau yang tahu. maka hanya kau yang bisa menyelamatkanku.

Bagaimana bisa kau menghilang tanpa selembar pun kabar? tanpa sepatah kata pun kau berikan, tentang bagaimana kabarmu. tentang bagaimana dunia. bagaimana air itu terpercik. bagaimana hujan turun perlahan. bagaimana seorang anak kecil menangis. bagaimana mereka membuatmu terjaga. bagaimana bisa kau menghilang tanpa menyelesaikan sebuah kisah yang belum sempat kau selesaikan.

Bagaimana bisa aku membiarkan diriku terduduk disini, nyaris menangis. dalam ruangan gelap penuh nyamuk yang menggigitku, sedang kau berpesan untukku menjaga diri dari gigitan dan luka. bagaimana bisa aku membiarkan diriku menatap, meratapi kepergian. meratapi sebuah ketiadaan, yang bukan pula aku setujui.

Bagaimana bisa, pada duapuluh menit terlama dalam perjalanan pulangku, aku membiarkan diriku membaca tiga huruf yang terangkai, yang pada akhirnya membuatku memikirkan dirimu? bagaimana bisa, setiap kali aku hendak mengirim sebuah pesan untuk kawanku, yang keluar adalah namamu. bagaimana bisa aku terpuruk dalam keadaan, yang aku tahu aku bisa berdiri, tapi tak juga aku berdiri.

Aku selalu ingin kau menarikku dari kubangan ini. tapi tak pernah kuberi kesempatan kau untuk datang menyelamatkanku. kubiarkan diriku mengira kau pergi. padahal nyatanya mungkin kau masih disini. bacalah “akan kemanakah angin” untukku. jika saja, buku ku tak hilang entah kemana, akan kutulis untukmu disini. aku hanya dengar samar-samar, tapi membuatku ingat rinduku padamu. ku ingin menjerit dalam pelukanmu.
Aku ingin sekali lagi saja mengetahui kau ada di batinku sebelum ku terlelap. tapi ketika sekali itu datang, aku akan meminta sekali lagi yang lain.

Mengapa aku terus dan terus, mengharapkan sebuah kabar muncul dibalik gelap itu. maka aku terus membukanya. menutupnya kembali karena belum juga ada kabar. membukanya lagi dan kemudian kecewa lagi.
mengapa aku terus dan terus, mengharapkan namamu muncul di ponselku. maka aku terus menatapnya. hingga kemudian semua tulisan yang tertera ku ganti, aku mensugesti diriku atas sebuah kebahagiaan, bukan keterpaksaan, atau harapan.
mengapa aku terus dan terus,menuliskan semua ini?????

Dimanakah dirimu? Hari hampir berganti. dan kalau kau tak menghubungi ku berarti kau belum pulang. aku cemas. jangan-jangan kau di culik. Tidak, kalimat ini harusnya kusampaikan waktu itu. menirumu yang cemas karena aku tak juga sampai sepulang kerja.

.
Dimanakah dirimu? Hari hampir berganti. dan kau masih saja menghilang dibalik maya. kau masih saja disana, disebuah tempat yang tak terlalu jauh namun tak bisa kugapai dengan tanganku sendiri. dimanakah dirimu? hari ini aku sangat mencemaskan dirimu. padahal mungkin kau baik-baik saja.

Aku ingin meminta bantuanmu untuk keluar dari kubangan ini. aku ingin kau yang membantuku. tapi apakah aku bisa?

Hanya aku yang tau walaupun aku tidak tahu



Tertarik dengan yang ini?

Comments (2)

LiniFebruary 16th, 2010 at 8:46 am

udah tau bisa atau ga? ;-)
bagus

Yohana Fransiska LilyFebruary 17th, 2010 at 12:13 am

finaly mbak… akhirnya… akuh tetep ndak ngerti..
hehehhe :P

Leave a comment

Your comment