AYAH
(Yohana Fransiska Lily)
Ayah..,
Belaian tangan halus mu, masih dapat ku rasa,
Guratan lelah di wajah mu, masih dapat ku ingat,
Kelelahan beban hidup tergores di pundak mu,
Ayah…,
Dalam kesendirian, ingin ku peluk dirimu,
Dengan kehangatan dekapan dan tawa,
Ku temukan keajaiban cinta mu,
Ayah…
Ku rindukan nasehat mu,
Tak dapat ku gapai dimensi alam dunia,
Hati merana merindukan kasih sayang mu,
Ayah…,
Ingin ku peluk tubuh besar mu,
Walau hanya dengan menangis ku dapat memeluk mu,
Dengarlah tangisan kerinduanku,
Ayah..,
Ruang hampa terasa, saat kau pergi.
Bagai rumah tanpa pondasi, runtuh tak berbentuk
Tetesan air mata, obat pelepas rinduku,
Ayah..,
Ku lepas jasatmu, di jemput ombak laut,
Keganasan takdir merampas diri mu,
Hanya doa yang dapat kupanjatkan untukmu.
Dedication to my father in heaven
“Liauw Kongyen”













jadi inget Papa yang udah di Surga
bagus Lily