Pasar Malam

(Yohana Fransiska Lily)

Lentera-lentera bambu bergoyang lembut mengiringi hembusan angin malam. Lentera-lentera itu tersusun rapi disetiap lapak keramain ini. Suasana gaduh derap orang berjalan, teriakan orang mengajak dan menawarkan sesuatu menggerayangi telingaku. Dan, beberapa saat kuterpesona akan suasana keramaian itu. Tak kulihat sedikitpun, orang yang kukenal.. hatiku menjerit ”dimanakah aku.. dan siapakah orang banyak ini?”

Tersentak aku, saat seseorang bapak tiba-tiba menabrakku “hai jangan ditengah jalan, kalo tidak membeli sesuatu lebih baik minggir saja, dasar orang aneh! Lambat laun sosok bapak itu hilang dari hadapanku.

Sapaan itu, membuatku berjalan dan mulai pargi ke satu lapak yang membuat ku menarik. Tempat itu penuh dengan orang-orang seusiaku.. tak banyak teriakan untuk menawarkan sesuatu. Malah banyak yang terbaring dengan mengeluarkan asap dari mulut-mulut mereka. Mata yang kelihatan merah dan asap yang bertebagan tertiup angin.  Mereka sangat menikmati sebatang tembakau sambil berkata “marilah bergabung dengan kami, hanya dengan sebarang ini, kamu dapat merasakan indahnya surga.. surga yang sesungguhnya. Kamu tak perlu repot-repot melakukan sesuatu hanya mengisap ini.

Ku terdiam dan tak memilih.

Tertarik dengan yang ini?

  • genERAsi KLIK!
  • surat untuk mama
  • merajai mimpi III
  • merajai mimpi II
  • The Way Children See the World
  • Dan Setelahnya
  • Nikmatnya  Bersyukur
  • Tanya kenapa?
  • Sekolah Kehidupan
  • Rancangan Pabrik dan Rindu Dalam Satu Paket

Comments (2)

LiniFebruary 16th, 2010 at 8:47 am

memilih untuk diam
memilih untuk tidak memilih
bagus :)

Yohana Fransiska LilyFebruary 17th, 2010 at 12:17 am

hidup memang pilihan… :) heheheh

Leave a comment

Your comment