Selingkuh pertamaku (1)
maaf, buru-buru …
Akhirnya, aku berselingkuh juga. Dengan tekat bulat dan niat yang mantap, aku memulai perselingkuhan di akhir bulan Juni yang lalu. Kami janjian ketemu pagi buta, jam setengah lima. Ketemu di depan Indomaret di deket gerbang perumahan. Sip!
Tapi karena ini adalah selingkuh pertamaku, malamnya aku malah tidak bisa tidur. Aku masih bisa melihat jam menunjukkan pukul tiga pagi – berarti jam segitu aku belum tidur. Alarm hape yang aku pasang di 04:45, rupanya tidak mampu menyeretku dari lelap. Begitu dia melengking, kugerayangi sebentar lalu aku matikan. Kulempar agak jauhan dari tempat tidur.
Berisik banget!
Dan aku meneruskan tidur lagi. Aku baru benar-benar terbangun, ketika hapeku menjerit lagi. Kali ini aku harus bangun dulu untuk menjangkau hape yang rupanya terlempar agak jauh. Tapi ini juga yang membuatkku jadi lebih tersadar walaupun masih setengah keliyengan. Ada SMS. Siapa ya?
Kuraih kacamata di dekat tipi. Pesannya singkat. Yaiyalaaaah .. Namanya juga SMS.
“Saya sebentar lagi sudah mau jalan. Ketemu di depan Indomaret ya?”
Gubrakz!! Kesadaranku langsung pulih. Dengan panik aku bangun dan menyambar handuk. Aku tidak mau selingkuh pertama ini berantakan gara-gara aku telat janjian.Dengan separo terbang aku melesat ke kamar mandi. Gosok gigi dan mandi gak sampe 4 menit. BAB aku tunda dulu. Moga-moga gak jadi masalah nanti. Hihihihi …
Masih setengah basah, aku langsung berganti baju. Rosa terbangun
mendengar segala kehebohanku.
“Ngapain sih mas, gedubrakan kayak diuber-uber maling?”
“Maling lagi diuber-uber kali. Masa diuber-uber maling.” Hehehe. Rosa tidak menanggapi candaanku. Mungkin masih ngantuk. Tapi matanya sih kelihatannya bukan ngantuk. Lebih tepat kalau dikatakan bingung.
Tanpa memperdulikan tatapan heran istriku, aku meneruskan persiapan kilatku. Motor aku keluarkan, langsung dihidupin. Lalu menyambar sepatu.
Rosa masih setengah ngantuk membuka gembok pagar. Tidak sampai 15 menit dari mulai aku mandi, aku sudah siap di atas motor. Baru ingat, belum doa. Pagi itu aku berdoa di atas motor.
Setelah berpamitan dan mencium Rosa seperti biasa, aku memulai perjalanan (perselingkuhan pertamaku) pagi itu. Belum sampai 5 meter motor jalan, aku mendengar Rosa berteriak.
“MAS! GAK PAKE HELM??”
… bersambung.
Posted in hari-hari Tagged: catatan, harian, selingkuh
![]()












