Aneurisma otak merupakan benjolan yang ada pada pembuluh darah di otak. Benjolan tersebut bisa semakin besar dan suatu saat dapat pecah. Jika sudah pecah, maka bisa terjadi pendarahan yang memicu kerusakan pada otak.

Apabila tidak segera mendapat penanganan, pasien aneurisma bisa mengalami kematian. Sedangkan pasien yang selamat, sebagian besar bisa mengalami kecacatan. Menurut dokter spesialis bedah saraf RS Pondok Indah – Pondok Indah Dr. dr. Mardjono Tjahjadi Sp. B. S di Jakarta, Selasa (12/9/2023).

Sepanjang 2023 Ada 2.103 Istri di Bangka Belitung Jadi Janda, Sosiolog UBB Beberkan 3 Alasannya Halaman all Gibran Kembali Provokasi Suporter di Debat Cawapres, KPU Pastikan Siap Beri Kartu Kuning Kedua Kontroversi Tarif Tol Pamulang Cinere Dianggap Selangit, Nominalnya Segini GridOto.com

Gibran Kembali Terancam Dapat Teguran KPU karena Gesture Provokasi Pendukung di Debat Cawapres Ternyata Sule Diam diam Tangisi Adzam Imbas Calon Suami Baru Nathalie Holscher: Saya Membayangkan Halaman 4 Gibran Pakai Istilah Sulit saat Debat Cawapres, Ganjar Soroti Cara Pengejaan Istilah Bahasa Inggris

Jadwal MotoGP 2024 Qatar Kembali Jadi Pembuka, Balapan di Indonesia Setelah India Bolasport.com Dampak Boikot Produk Pro Israel, CEO Starbucks Minta Masyarakat Berhenti Demo Kedai Kopinya Halaman all Salah satu gejala yang dirasakan adalah sakit kepala yang luar biasa.

Namun rasa yang ditimbulkan berbeda dengan sakit kepala pada umumnya.Tidak seperti sakit kepala biasa, rasa yang ditimbulkan tidak tertahankan. Sakit kepala pun datang secara mendadak, tidak bertahap. "Serasa ditimpa batu atau dipukul dari belakang dan mendadak," ungkapnya pada media briefing oleh RS Pondok Indah di Jakarta, Selasa (12/9/2023).

Biasanya setelah sakit kepala yang sangat luar biasa, akan hilang beberapa saat kemudian muncul lagi. Menurut dr. Mardjono, jika sudah muncul tanda seperti itu, maka jangan diremehkan dan segera ke layanan kesehatan. Karena jika sakit kepala yang luar biasa diikuti dengan penurunan kesadaran, maka kemungkinan besar kebocoran pembuluh darah telah terjadi.

"Kalau terjadi seperti itu dan masih sadar, tidak langsung pingsan, itu sudah bocor sedikit. Secepatnya ke unit gawat darurat (UGD)," tegasnya. Namun, kalau pasien mengalami sakit kepala hebat hingga penurunan kesadaran sampai pingsan, bisa jadi telah terjadi kebocoran yang cukup besar. Kalau sudah demikian, maka risiko terjadi nya kematian bisa mencapai 50 persen.

Selain sakit kepala, dr Mardjono pun ungkap gejala lain yang bisa muncul. Seperti mual dan muntah yang luar biasa, kejang kejang, leher kaku hingga fotofobia. Fotobia adalah kondisi mata terasa sakit atau tidak nyaman ketika melihat cahaya terang. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *