Metamorfosa Menjadi Penulis

(Oleh : Femikhirana)

Penulis, apa yang membuat seseorang dapat menganggap dirinya penulis?

Pertanyaan ini mungkin harus ditelaah oleh mereka yang ‘ngaku’ suka menulis, hobi menulis.

Saya sendiri terus terang tidak tahu apakah ada ukuran empiris tentang seseorang bila ingin disebut penulis.  Beberapa orang yang bertanya kepada saya, apakah saya penulis, sering saya jawab dengan,

“Penulis di blog, karena media saya memang sekarang baru blog.”

Read the rest of this entry »

E-book: Cinta Itu (Tidak) Merah Jambu

Cinta Itu (Tidak) Merah Jambu G. Lini Hanafiah Martina Felesia Henny Listyowati Ratna Ariani Dede AM Setiadi Ika DS Martha Liumei Femikhirana Levina Widyarsa Ode (Petrus Bayu Puja Mega Irawan) Fonny Jodikin Angel Li Shandra Syailendra Imelda Wijaya Puji Lestari Giacinta Hanna Yenny Auw ISBN: 978-979-18815-3-1 Penerbit: Via Lattea Foundation 83 hal 15×21cm Sinopsis Ayu dan Cantik adalah saudara kembar. Ayu adalah gadis pemalu, feminin dan pintar. Cantik adalah gadis ekspresif, tomboy dan mandiri. Di antara mereka ada Bagus, [...]

Untuk perempuan

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

Bukankah kamu tercipta dari tulang rusukku? Yang sejatinya berdamping sejajar

Saling melengkapi, dan saling mengisi kekurangan masing-masing

Aku tak bisa menginjakmu, karena kau tercipta bukan dari kakiku

Begitupun kau, tak punya kuasa atas diriku. Sebab kau bukan tercipta dari kepalaku

Bukan kakiku yang sakit, bukan pula kepalaku

Atau bahkan bagian tubuhku yang lain yang harus sakit, ketika suatu saat aku harus kehilangamu

Tapi disini, disekitar rusuk ini

Bukti bahwa kau tecipta dari tulang rusukku

Kau dan aku adalah cobaan

Cobaan yang diberikan oleh Tuhan

Cobaan untuk bisa saling mengerti, menghargai, dan melengkapi

Cobaan agar selalu memegang janji setia

Kucintai kekuranganmu, dan kuharap kaupun begitu

Tak ingin kumencintai kelebihanmu, biarkan kelebihanmu menjadi bonus setelah aku mencintai kekuranganmu

Begitupun kau, janganlah mencintai kelebihanku. Sebab segala kelebihanku dapat terlewati olah laki-laki manapun didunia ini

Temukanlah apa yang tidak kau temukan dalam setiap perkataanku

Kenalilah aku, lebih dari yang kau ketahui dari diriku sendiri

Kau wanita, dan aku laki-laki

Kau bukanlah uang, dan aku bukanlah harta kekayaan

Kau adalah jiwaku yang lain

Sakit

(Irene Wibowo)

Kenapa kau selalu menekan-nekan perutku?

Setiap satu bulan sekali, kau datang.

Terkadang aku tidak ingin merasakan sakit ini.

Kau tahu kenapa?

Karena sakitnya tidak hanya didalam tubuhku,

tetapi juga pada perasaanku.

Read the rest of this entry »

Hari Ini

(Irene Wibowo)

Hari ini,

dengarkanlah aku!

kau boleh ijinkan aku, hari ini,

untuk menangis dalam gundah

dan untuk marah dalam resah. Read the rest of this entry »

Kunjungan Pertama

“…selamat datang di kota Biak…bagi penumpang tujuan kota Jayapura dapat menunggu di dalam pesawat…” Sekar melirik jam tangannya waktu menunjukkan pukul 04.15 wit. Sekar menaikkan selimut mencoba tidur, sejak meninggalkan kota Makassar tempat transit pertama, Sekar berusaha membayangkan tempat tidurnya yang nyaman, tapi kantuk tak kunjung datang. Baru beberapa menit memejamkan mata, lengannya terasa disentuh orang. Sekar [...]

Yang Merantau dan Tergusur

Ropelita (20) mahasiswi asal kota Sidikalang sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan sekolah di sebuah universitas di Jakarta. Ita, demikian nama panggilannya sejak kecil bercita-cita menjadi pendeta. Kedua orangtuanya hanya petani kopi di kota Sidikalang Sumatera Utara. Sejak SMP Ita selalu mengantongi juara umum di sekolah. Tahun 2007 Ita menerima sepucuk [...]

Wah, kok jadi gini?

Wah, kok jadi gini?

Oleh : Giacinta Hanna

Ada cerita tetapi bukan dongeng menjelang tidur. Ini memang benar terjadi dan mungkin ada hal-hal kecil yang bisa diambil hikmahnya bagi kehidupan.

Di warung tempatku berjualan yang istilah 'ngetren'nya disebut kafetaria, pengurus foodcourtnya diganti. Semula jabatannya sebagai bagian Administrasi dan Logistik. Sejak pengelolaan dialihkan ke pemilik gedung, dia diangkat sebagai manajer foodcourt. Latar belakang pendidikannya adalah eks mahasiswa fakultas hukum. Ada yang memberi kabar bahwa orang ini adalah eks preman. Ah, gosiplah itu! Tetapi jika diamati ada benarnya juga gosip itu. Gayanya memang seperti preman jika berhadapan dengan para tenan. Hm,...apa iya dia eks preman? Aku jadi terpengaruh juga.

Read the rest of this entry »

Ny. Lars – Part 9 -

(Vinna Kurniawati)

… Episode sebelumnya …
Jenny kesal bukan main saat acara jalan-jalannya dengan Lars di ganggu oleh Kevin. Tingkah laku Kevin yang dengan seenaknya masuk ke dalam kehidupan Jenny itu membuatnya tidak nyaman, dan lebih kesal lagi saat Kevin mengatakan dengan terus terang mengatakan bahwa dia akan mencuri hati Jenny, bagaimanapun caranya …

Ini adalah hari yang berat bagi Jenny karena baru saja pagi dijelang beberapa menit, dia sudah harus dipusingkan dengan masalah yang akan dihadapinya. Sore ini Kevin berencana akan menjemputnya sepulang kantor. Dan pagi ini pikirannya dipenuhi dengan berbagai kemungkinan reaksi yang akan dilakukan Lars saat melihat Kevin nanti yang akan diperkenalkan Jenny sebagai pacarnya. Rencananya Kevin tidak akan sampai diperkenalkan kepada Lars, cukup kepada teman-teman bengkelnya saja dulu. Toh dari teman-teman di bengkel itu akan sampai juga berita penjemputan itu ke telinga Lars, sehingga kemungkinan Lars tidak akan curiga kenapa dia tidak pernah bertemu dengan ‘pacar Jenny’ selama ini, karena dia pikir mungkin saja selama ini mereka tidak berada di tempat dan waktu yang sama. Tapi walaupun begitu, akan ada saja kemungkinan lain yang bisa terjadi, termasuk kemungkinan kalau Lars akan bertemu Kevin sore nanti. Kita kan tidak tahu bagaimana cara kerja takdir, mangkanya sekarang Jenny sedang pusing memikirkan kemungkinan itu, karena kemungkinan apapun juga pasti bisa terjadi. Kalau itu kemungkinan yang berdampak baik, tidak akan menjadi masalah yang cukup serius; tapi kalau kemungkinan yang terjadi malah membawa dampak yang jelek bagaimana? Itu yang sedang dikhawatirkan Jenny sekarang.

Read the rest of this entry »

Adalah Inspirasi

(Fonny Jodikin)

Adalah Inspirasi…

Adalah inspirasi yang membuat James Cameron menuliskan Avatar dan menuangkannya dalam film yang begitu indah. Film pertama yang saya tonton di Vietnam itu membawa saya kepada penggambaran yang begitu hidup, setiap detil pemandangan di sana, sangat cantik. Begitu pula kisah cinta yang ada di dalamnya. Wah, sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Adalah inspirasi yang membawa setiap pencipta lagu menuangkan karyanya dan menjadi hits di mana-mana.

Adalah inspirasi yang membuat seorang arsitek mampu mendisain gedung yang unik, lucu, menarik, tetapi tahan pula terhadap cuaca.

Read the rest of this entry »

BILA MENJADI SEMU

(Irene Wibowo)

Semua nyata, semua terlihat berbayang.
Ya, aku di sini, di dunia ini.
Hitam dan putih berusaha menjadi beda,
tapi samarnya menjadi sama.
Abu-abu dikatakannya.
Antara benci dan cinta menjadi tipis.
Perhatiankah? Sayangkah? Bohongkah?
Seakan semua berbentuk topeng yang tidak terlihat.
Semu.
Begitulah aku memanggilnya
Bila menjadi semu, aku tidak ingin bernafas lagi.

Read the rest of this entry »

MUSUHKU

(Irene Wibowo)

” Teruslah lakukan itu!”
kenapa? kenapa aku lakukan ini?
” TIDAK ada yang menyukai kau!”
menyedihkan sekali, kenapa aku tidak bisa di sukai?
” HAHAHAHA… betul! kau harus seperti ini!”
ini sakit sekali. rasanya sampai ke seluruh tubuhku.
” Kau melakukannya dengan benar!”
TIDAK! aku tidak boleh seperti ini! mengerikan!
” Tidak apa-apa! kau boleh berbuat seperti ini”
TIDAK! Kenapa aku bisa kritis begini?

Read the rest of this entry »

Koma

( Irene Wibowo)

“Tidak bergerak!”

aku tidak bisa merasakan tubuhku.

“dia menangis!”

ini karena perih sekali, sakit.

” Kenapa dia bisa begini?”

tidak mengerti! karena sakit sekali. Read the rest of this entry »

Jangan Katakan Lagi

(Sri Wahyuni)

Sore yang begitu menyesakkan
Aku tak sanggup bernafas
Dada terasa sangat sesak dihimpit oleh perkataanmu
Sore yang membuatku ingin membunuh perasaanku sendiri Read the rest of this entry »

Perasaan

"Bagaimanapun juga, aku tidak bisa lagi percaya penuh kepadanya seperti dulu.  Sekeras apapun aku berusaha, aku merasa ada sesuatu yang telah hilang di sini, di relung hati ini!" kata temanku yang beberapa waktu yang lalu di"selingkuhi" oleh suaminya.

Aku tersenyum simpul.  Berusaha memaklumi sikapnya meskipun itu terlihat aneh dalam pandanganku.  Aneh karena aku tahu bahwa sebenarnya dia masih sangat mencintai suaminya.  Pada saat dia berkata begitu mungkin ia masih punya perasaan sakit hati akan perbuatan suaminya.  Perasaan tidak rela karena kesetiaan yang dipupuknya selama bertahun-tahun dikhianati begitu saja.

Sebagaimana manusia biasa, kurasa wajar-wajar saja  jika masih bisa melampiaskan segenap rasa yang membuncah di dada.  Masih bisa merasakan bahagia.  Masih bisa merasakan sedih, senang atau sakit hati.  Masih bisa merasakan kangen.  Masih bisa merasakan sepinya hidup dalam kesendirian tanpa teman.  Dengan pernah merasakan berbagai macam rasa itu , maka akan sangat mudah untuk bisa bersimpati dan berempati terhadap penderitaan dan kebahagiaan orang lain.  Dengan pernah merasakan berbagai macam rasa itu, kita akan menjadi manusia yang tidak hanya pandai berteori tapi juga tahu tahu prakteknya dalam kehidupan sehari-hari.

Yang jadi masalah adalah jika seseorang itu sudah tidak bisa merasakan apa-apa.  Sudah mati rasa.  Orang seperti ini jelas tidak akan sinkron lagi antara  pikiran dan hatinya. Orang seperti ini kalau bukan menjadi orang berkepala batu  sudah pasti akan menjadi orang berhati batu.  Orang yang tidak punya perasaan karena sekali lagi, antara  pikiran dan hatinya hanya ada gang buntu.  Jaka Sembung makan ampas, nggak nyambung blas!.

Beberapa waktu lalu  ada seorang temanku pulang kampung ke Jogya.  Keluarga di Jogya ingin menitip sesuatu sebagai oleh2 untuk anak2ku.  Yang namanya titip pastilah dilihat dulu apakah orang yang dititipi mau dan tidak merasa keberatan.  Temanku itu bilang tidak masalah.  Tapi ia tidak pernah muncul, menelepon atau mengkonfirmasi ulang apakah keluargaku di Jogya jadi menitip sesuatu.  Dengan tanpa beban mereka balik dari Jogya dan mengabarkan beberapa hari kemudian setelah sampai, bahwa tidak ada titipan.  Oke, tidak masalah.  Aku anggap bahwa temanku ini mungkin sedang sibuk dan terburu-buru.

Yang membuat keki adalah ketika suamiku mendapat kesempatan  pulang kampung.  Keluarga temanku di Jogya ada menitip sesuatu sebagai oleh2.  Entah keluarganya berpikir pakai otak atau (maaf) pakai pantat karena ternyata barang titipannya itu  besarnya melebihi barang yang harusnya dibawa oleh suamiku.  Sudah besar, berat lagi.  Gimana nggak berat, lha wong isinya panenan alpukat?! Aku yakin temanku itu pasti tahu apa isi titipan keluarganya.  Tapi dia pura2 tidak tahu dan merasa biasa2 saja bisa menyengsarakan suamiku.  Kali ini mulut ceriwisku yang giliran berkomentar," Dasar tidak tahu diri dan tidak punya perasaan!"

Itu adalah salah satu contoh kasus ^-^

Kasus teranyar adalah kasus hatiku yang beberapa hari ini harus kacau balau menahan rindu.  Anak lanangku yang ngganteng dan ireng dewe dipinjam Budenya untuk beberapa waktu.  Ini bukan mengada-ada.  Si Altar benar2 dipinjam.  Jarak antara Jogya dan Batam bukanlah jauh sangat.  Hanya 2 jam dengan pesawat terbang.  Tapi rasa hatiku ini yang tidak bisa diajak bekerjasama.  Setiap detik menjadi saat yang meresahkan karena aku hanya bisa mendengar suaranya di gagang telepon.  Tidak bisa memeluk dan memberikan ciuman seperti biasa yang sudah pasti rasanya begitu menyakitkan.

Ah, perasaan!  Betapa hebatnya orang yang mampu mengendalikan rasa.  Mengendalikannya supaya tidak menjadi tumpah ruah. Menerimanya dengan penuh cinta dan menjalaninya dengan penuh keikhlasan.  Jika setiap orang bisa melakukan ini, maka tidak akan ada sakit hati yang terlalu sakit.  Tidak akan ada girang hati yang terlalu girang.  Tidak akan ada kesedihan yang terlalu menyedihkan.  Yang pasti, tidak akan ada orang yang tidak punya perasaan! 

Rasa

(Fonny Jodikin)

Rasa itu membuncah. Beterbangan di udara. Memenuhi setiap sudut ruang dan waktu. Memainkan alunan musik yang amat indah. Memasuki wilayah hatiku. Merajai kepalaku. Dan membuatku mabuk. Mabuk kepayang. Read the rest of this entry »

* * PULBAR ( pelupa berat ) * *

(Sri Wahyuni)

Menunggu memang hal yang paling membosankan. Kenapa bekecot satu ini gak pernah bisa on-time sih..!!! aku udah abis air putih lima gelas juga. Lihat aja nanti, kalo udah sampe. Gue bikin perkedel gulung. Biar tahu rasa, emang enak apa disuruh nunggu. Janjian jam tiga, jam tujuh belom nongol juga!!! Mana mbak waitress lihatin gue mulu lagi. Dari tadi Cuma pesen air putih sama kentang goreng. Lisma yang sedang nunggu sahabat karibnya. Sahabat yang hobi ngaret, dan sedikit tulalit. Tapi apa mau dikata biar tukang ngaret, dan tulalit berat. Rasa solidaritas ke Lisma sangat tinggi.

“ Lisma…….???” Tanya seorang cowok. Yang berdiri di depan meja lisma.

Read the rest of this entry »

←Older   

Fatal error: Cannot use object of type WP_Error as array in /home/yuknulis/public_html/wp-content/plugins/feedwordpress/compatability.php on line 31