(Oleh : Femikhirana)
Penulis, apa yang membuat seseorang dapat menganggap dirinya penulis?
Pertanyaan ini mungkin harus ditelaah oleh mereka yang ‘ngaku’ suka menulis, hobi menulis.
Saya sendiri terus terang tidak tahu apakah ada ukuran empiris tentang seseorang bila ingin disebut penulis. Beberapa orang yang bertanya kepada saya, apakah saya penulis, sering saya jawab dengan,
“Penulis di blog, karena media saya memang sekarang baru blog.”
Read the rest of this entry »
Cinta Itu (Tidak) Merah Jambu
G. Lini Hanafiah
Martina Felesia
Henny Listyowati
Ratna Ariani
Dede AM Setiadi
Ika DS
Martha Liumei
Femikhirana
Levina Widyarsa
Ode (Petrus Bayu Puja Mega Irawan)
Fonny Jodikin
Angel Li
Shandra Syailendra
Imelda Wijaya
Puji Lestari
Giacinta Hanna
Yenny Auw
ISBN: 978-979-18815-3-1
Penerbit: Via Lattea Foundation
83 hal
15×21cm
Eforia, Keliaran, dan Kesintingan
Pengantar
Bulan Januari 2010.
Seorang sesepuh Nuliser, Henny, menyampaikan idenya lewat layanan pesan instan, “Lin, mumpung Valentine masih jauh, mau bikin apa? Aku [...]
(Sri Wahyuni)
Menunggu memang hal yang paling membosankan. Kenapa bekecot satu ini gak pernah bisa on-time sih..!!! aku udah abis air putih lima gelas juga. Lihat aja nanti, kalo udah sampe. Gue bikin perkedel gulung. Biar tahu rasa, emang enak apa disuruh nunggu. Janjian jam tiga, jam tujuh belom nongol juga!!! Mana mbak waitress lihatin gue mulu lagi. Dari tadi Cuma pesen air putih sama kentang goreng. Lisma yang sedang nunggu sahabat karibnya. Sahabat yang hobi ngaret, dan sedikit tulalit. Tapi apa mau dikata biar tukang ngaret, dan tulalit berat. Rasa solidaritas ke Lisma sangat tinggi.
“ Lisma…….???” Tanya seorang cowok. Yang berdiri di depan meja lisma.
Read the rest of this entry »
(Shafira Sulaiman)
ya..
meriang,
kembang kempis tak karuan
sesekali mengintip malu dari perasaan
bukan untuk lahirkan tangisan dari batin
tapi memancang ketegaran
atas desauan
: rindu
tidak
tak harus rahim kesedihan
hadirkan pilu berantai kemalangan
atau alpa mengeja bait – bait renungan
kita sama benahi kusut berkepanjangan
bukan hanya menghitung kenangan
bahkan sekerat janji muasal pun
tereja
masih
berurai tanya dalam diksi terserak
ikat apa yang harus terbeli dalam gerak
meski potongan nyawa tersisa
beberapa
menggenggam rindu yang sama, bukankah kalian juga
Banda Aceh, 9 maret 2010
untuk menjawab rindu dari sahabat
(Felicia Yin)
“Halloo, Jeng??”
“Halo, ya Mbak?”
“Sori nih ngeganggu bentar, lagi di mana Jeng?”
“Lagi di rumah, ada apa yah Mbak?”
“Hmmm.. anakmu ada?”
“Oh…lagi tidur siang Mbak…Kenapa?”
“Cuman mau nanya PR, anakku bingung ngerjainnya soalnya kan bukunya masih di Pak Gurunya… Yah kupikir anakmu inget soalnya apa aja..”
“Nanti saya tanyain deh kalo udah bangun…”
“Iya, makasih yah… Gimana sih Pak Guru itu, kacau banget deh, ngasih PR tapi kok bukunya ga dibalikin… Eh, Jeng, tau ga guru kita kan ada yang diganti tuh… pusing deh, masa pertengahan Tahun Ajaran gini ganti guru sih…kan anak kita jadi susah adaptasi lagi… Sampe anakku nilainya terjun bebas… biasanya dapet 90 sampe 95, kemaren ini terjun bebas cuman dapet 80 sampe 85 aja… Gimana ga senewen aku… biasanya dia dapet A terus sekarang nilainya B terus… Kan kalo diitung untuk nilai raport bisa jeblok tuh raport anakku nanti…bla..bla..bla..”
Read the rest of this entry »
(San San Tjahaya)
Selama kira-kira 1 bulan terakhir ini aku didera permasalahan yang cukup pelik. Selama itu pula aku merasa bahwa Tuhan mengingatkan dan mengajarkan beberapa hal mengenai kehidupan ini kepadaku.
Yang pertama adalah berserah penuh. Akumengalami titik di mana aku merasa tidak mempunyai jalan keluar dan tak ada satu hal pun yang dapat kulakukan lagi mengenainya. Aku belajar untuk menerima bahwa segala usahaku sungguh tak ada artinya. Dan di saat-saat seperti itu hanya satu hal yang dapat kami lakukan, yaitu berserah dan memasrahkan semuanya kepada Tuhan. Berharap hanya pada belas kasihan dan kasih setia-Nya karena aku tak tahu lagi apa yang harus kulakukan.
Read the rest of this entry »
To be exist, you have to SPEAK UP! If people can’t hear your voice, you still can WRITE!
Lagi pengen bikin perbandingan saja.
Setuju atau tidak, pendapat masing-masinglah.
Mahasiswa Sebelum Masa Orba memimpin
Banyak yang menguasai minimal dua bahasa dengan lancar (malah biasanya tiga). Yaitu, Indonesia, [...]
(Fonny Jodikin)

In December 1994, Alison was abducted outside her home by two men who raped, stabbed and disembowelled her, finally slashing her throat 16 times to make sure she was dead. No-one could have believed that anyone with such severe injuries could live but, miraculously, she did.
The manner in which she survived, her inner strength and determination, her lack of bitterness, and her serenity and humility captured the attention of the whole of South Africa. In 1995, she was awarded the prestigious Rotarian Paul Harris Award for 'Courage Beyond the Norm'. In the same year she was the first recipient of the Femina magazine's 'Woman of Courage' award. She was also chosen as Port Elizabeth's Citizen of the Year at a glittering ceremony.
Read the rest of this entry »
(Angel Li)
Aku ingin suatu hari nanti tak ada lagi pertentangan
Aku ingin suatu hari nanti tak ada lagi perbedaan
Aku ingin suatu hari nanti tak ada lagi kesedihan
Aku ingin suatu hari nanti hanya ada senyum dan bahagia
Adakah hari itu?
Terkadang aku merasa hilang di tengah-tengah hidupku sendiri. Hilang dan tak bisa menemukan diriku sendiri. Mencoba mencari, mencoba menemukan, tapi tak jua terlihat. Kucari lagi, lebih keras, namun yang ada malah rasa putus asa. Di mana-mana terlihat kosong dan hampa...
Read the rest of this entry »
(Shafira Sulaiman)
menyia- nyiakan waktu merupakan kejahatan bunuh diri secara perlahan – lahan. Siapa yang membunuh waktu maka sesungguhnya ia telah membunuh diri sendiri ( Dr. Yusuf Al-Qardhawi).
sore ini, masih dalam agenda yang full dengan menulis. setelah melirik lagi mading kecil diruang rehat saya ternyata banyak lomba menulis yang deadline nya bulan ini. Dan ini berarti saya harus lebih giat lagi dan gencar menyelesaikan artikel – artikel yang akan dilombakan. setidaknya ada 3 lomba utama dibulan ini dengan deadline yang saling sambung menyambung satu sama lain. tak boleh ada istilah menunda lagi. dan tiba – tiba saat saya mencoba mencari referensi tulisan, mencoba mencari beberapa ide yang bis aditambakan dalam artikel – artikel yang sudah didraftkan beberapa minggu yang lalu, akhirnya saya temukan lontaran seorang Yusuf Qardhawi yang sungguh menyentakkan dan benar – benar terbaca disaat yang tepat.
Read the rest of this entry »
(Irene Wibowo)
” kau tidak akan berjalan sendirian”
ya, memang aku tidak akan sendiri.
” meski kau merasa semua meninggalkanmu, tapi kau tidak pernah sendiri.”
Ya aku memang tidak sendiri.
” Meski kau berkata berat, karena merasa hanya sendirian, kau tidak akan pernah sendiri.
Ya, aku tidak sendiri.
” meski malam kan tiba, kau merasa kesepian, sadarlah, Aku ada disini.”
Ya, aku tidak sendiri.
” masalah datang boleh silih berganti, meski terlihat kau berjalan sendirian, ingatlah Aku ada disini.”
Ya, betul, lagi-lagi aku tidak sendiri.
” Menangis, marah membuatmu jadi takut, khawatir, dan lelah, tapi kembalilah lihat Aku ada disampingmu.”
Ya, aku tidak sendiri.
Dan tidak akan pernah berjalan sendiri.
(Irene Wibowo)
” ini tidak mungkin bisa lagi.”
percayalah, sesuatu yang mungkin meski terlihat tidak.
” Aku tidak mungkin bisa!”
percayalah, jika kau mencoba pasti akan bisa.
” Tidak mungkin bisa terjadi.”
percayalah, dalam doa dan perbuatan semua menjadi mungkin.
Read the rest of this entry »
(Fonny Jodikin)
Siang di Ho Chi Minh City.
Panas menyengat, membuat malas keluar rumah. Alhasil ke fitnes saja, yuk!
Berdiri di ‘treadmill’ eh, sebetulnya ini bukan ‘treadmill’. Ini alat yang dikayuh tapi bukan sepeda.
Apa namanya? ‘Elliptical Cross Trainers’ (ECT). Begitu katanya.
Terus siap-siap deh, nonton TV, ambil remote di depan alat ECT itu. Nonton MTV aja ah! Mumpung gak usah rebutan ama Si Odri. Setelah sebelumnya nonton Channel V, Fashion TV. Hiks! Itu saluran TV yang jarang aku tonton hehe… Tapi sesekali mumpung sendirian di sini, ya sut, lanjuttt!
Read the rest of this entry »

Tak ada pesta mewah, tak ada resepsi di gedung megah.
Yang kami berikan di hari ulang tahunmu, Anakku.
Yang ada hanya perayaan sederhana di rumah.
Bersama keluarga dan besok dirayakan sederhana pula di sekolah.
Yang ingin kami tanamkan, tak perlu buang uang jor-joran demi sebuah pesta.
Kami ingin kautahu, hari-hari ini banyak yang susah.
Yang tak bisa makan, tak mampu sekolah, tak bisa ke dokter walaupun sakit parah.
(Mungkin kau terlalu kecil untuk sadari itu, karena kau baru tiga tahun, Nak. Tapi, kami tetap ingin kau tetap belajar akan kesederhanaan walaupun di usia yang amat belia).
Suatu saat ketika kau besar nanti,
Mama harap kau bisa hargai nilai kesederhanaan.
Dan juga kau mengerti pentingnya niat dan ketulusan.
Bukan melulu kemewahan atau materi,
seperti yang sering ditampilkan dunia ini.
Agar suatu saat bila kau besar nanti,
Kau tahu,
Papa-Mama lebih memikirkan hal-hal yang lebih utama.
Pendidikan. Kesehatan. Dan akhlak yang baik.
Buat itu semua…
Tidak mudah. Juga tidak murah.
Untuk mendidikmu dan menjadikanmu berkualitas,
Bukan semudah menjentikkan jari.
Dan kami hanya bisa berusaha.
Sambil berdoa.
Kami serahkan anak kami, ke dalam bimbingan-Mu Tuhan.
Bimbing kami pula agar jadi orang tua yang lebih arif.
Di tengah semua keterbatasan pengetahuan kami sebagai orang tua.
Di tengah semua keterbatasan kondisi kami:
keletihan kami, beban kami, masalah yang memenuhi otak kami.
Sering kali, kami tidak menjadi orang tua yang bijaksana,
Malah menimpakannya kepada anak yang tak berdosa.
Memang ini bukan pekerjaan yang mudah untuk dijalankan,
tapi ajarlah kami Tuhan.
Sebagaimana KAU telah percayakan kami sebagai orang tua.
Karena kami takkan pernah mampu jalan sendiri.
Apalagi membimbing dan mendidik anak di zaman ini.
Namun, ada keyakinan kuat di dalam hati.
Dengan iman segala sesuatu mungkin terjadi.
Bukan karena kuat kami.
Namun, karena pada-Mu kami berlindung.
Selamat ulang tahun, Odri!
Kami sayang kamu.
HCMC, 7 Maret 2010
-fon-
* Catatan ultah Odri.
Sumber gambar:
http://sanityfound.files.wordpress.com/2008/09/introducing_audrey_digital_scrapbook.jpg
(Daesy Christina)
Rasanya lucuSetelah sekian lama terabaikanDan menemukan getaraannya kembaliSeperti gadis yang sedang jatuh cintaMendengarkan lagu romantis dan penuh permainanMenggoreskan kata-kataSeakan seperti pertama kali berciumanPenuh maknaPenuh artiIde berseliweranTak mampu tertahankanSemua menyatuTak sanggup berhentiSeperti adegan kocak dalam komikSaat semua kata kata berterbangan dari kepalamuLucuAnehTapi[...]

(Daesy Christina)
Sesekali ia tertawaSesekali ia menangisDengan serius terus mengetikDengan wajah aneh terus tak berhentiMemangg..sesekali aku diabaikanNamun, rasanya lebih sering aku disentuhAh..padahal sudah dikomplainAh..padahal sudah ditegurHidup kok keseringan sama si MayaTapi beralaskan kesepianTapi beralaskan banyak teman disituSelalu saja si Maya dicariIa yang sendiri mencari sang kekasihIa yang sudah

(Veronica Setiawati)
( lanjutan dari Ngelayap ke jogja )
Menjelang sore suatu ketika berada di jogja, dimulailah perjalanan kami dengan berjalan kaki. Jalan-jalan sore di hari sabtu 18 Juli 2009. Dari jalan DI Panjaitan hanya mengikuti jalan lurus ada gapura putih ditengah jalan dan akan sampai di alun-alun selatan kota jogja. Kalau tidak salah, di dekat lapangan ada sebuah kandang gajah yang nantinya gajah-gajah tersebut akan dikelaurkan pada saat acara-acara tertentu seperti pada saat pawai kraton.
Melewati jalan Ngadisuryan dan berhenti di depan sebuah rumah yang unik dan bagus, saya senang melihatnnya karena sebagian besar berbahan dari kayu serta ada halaman kecil ditanami tumbuh-tumbuhan hijau.Kami berhenti sejenak untuk berfoto di depannya. Kereen..
Read the rest of this entry »