E-book Si Kaki Putih, Si Kaki Hitam, dan Si Cokelat juga gratis!

Si Kaki Putih, Si Kaki Hitam, dan Si Cokelat

G. Lini Hanafiah & Mikayla Karissa Denel ISBN: 978-979-18815-5-5 Penerbit: Via Lattea Foundation 60 hal 18x18 cm

Untuk mengunduh, silakan klik di sini.

Yuk Nulis, Ajakan Kreatif untuk Produktif

Majalah ADOI edisi Maret-April 2010

G. Lini Hanafiah, yang digelari Ibu Kost di group jejaring Yuk Nulis ini, tertawa ramah saat ditanya tentang ide awal dari pembentukan group ini. “Ini sebenarnya berangkat dari keprihatinan saya pada masalah yang dihadapi teman-teman penulis pemula yang sulit memplubikasikan tulisan-tulisan mereka di  media-media yang mapan serta terinspirasi oleh ide citizen jusnalism yang membuka lebar kebebasan untuk mengekspresikan ide dan pemikiran.” Begitulah paparannya, justru para penulis pemula seperti ini harus mendapatkan banyak perhatian. Dan kemudian dirintislah group Yuk Nulis dengan memanfaatkan blog, mailist dan facebook. “Blog adalah media panjang yang cocok untuk meng-upload hasil tulisan-tulisan, milis sebagai  ruang ngobrol sesama ‘nuliser’ sehingga bisa  saling akrab, dan facebook sebagai jembatan penghubung menuju pembaca. Dengan cara ini tingkat keterbacaannya akan cukup tinggi,” jelasnya.

Selengkapnya silakan klik di sini.

 

Belanja Buku (Lagi)

Tanggal 19 Mei kemaren, saya beserta adik dan adik sepupu saya mengunjungi sebuah toko buku ternama di mal terkemuka di kawasan BSD.
Dan seperti biasa, saya susah menahan diri untuk melawan godaan dan daya pikat buku2 di etalase situ.
Alhasih, saya membawa pulang 9 buku berlainan genre sbb:
1. Jakarta Kafe (Tatyana)
Jakarta, dalam cerita2 ini, adalah ceruk yang tenang tapi gersang, berisik tapi sunyi, gemerlap tapi muram. Jakarta seperti musik jazz: serba ada dan menawarkan segala kemungkinan. Paradoks2 itu bisa hadir sendiri2, tumpang tindih, atau berombongan sekaligus sehingga sulit menyebut apa warna Jakarta sesungguhnya. Sebutlah sesuatu, itulah Jakarta.
Kisah yang berkesan ternyata tak perlu datang dari gagasan besar, imajinasi aneh2. Tapi perajin yang baik akan memulas bonggol tak berguna menjadi patung yang dahsyat. Tergantung bagaimana keunikan dibentuk dengan jalinan yang bernas. Jakarta Kafe telah melakukannya.
(saljudiparis.blogspot.com)

2. Roman Orang Metropolitan (Threes Emir)
Jatuh cinta adalah hak setiap orang, juga orang2 yang tinggal di Metropolitan. Gaya dan lagaknya macam2.
Sheila yang baru berumur 21 tahun jatuh cinta pada dokter setengah umur yang wajahnya mirip Sean Connery, namun sayangnya sudah memiliki anak.
Pedro awalnya memiliki pacar berbeda strata sosial dan dianggap tidak beretika. Dia kemudian mendapatkan pacar baru dari strata sosial yang sama tetapi memiliki mama seorang tukang tembak.
Amanda yang memiliki Papa setampan Javier Bardem dan mengajak kencan sahabatnya.
Sabrina yang mirip Kate Middleton malu setengah mati atas kelakuan ayahnya yang berpacaran dengan tante suaminya.

3. Bukan Pelajar Biasa (Shandy Tan)
Imelda yang masih bersekolah ingin membantu ibunya menghidupi keluarga mereka (termasuk kedua adiknya). Ia kemudian diperkenalkan pada pekerjaan berprofesi ganda, yaitu salesgirl yang menanawarkan pakaian impor, sekaligus menawarkan diri untuk diraba-raba pria hidung belang.

4. Pertama Kalinya (Sitta Karina dkk)
There's always a first for everything. Dan namanya pengalaman pertama dalam kehidupan remaja pasti rasanya bermacam-macam: senang, seru, sedih, deg-degan... tak terlupakan!

5. Bunda Tahan Banting (Indah Lestari SP)
Tips jadi ibu rumah tangga yang penting dan jago berbisnis.

6. 1000 Karakter Klasik (Evelyn Lip)
Buku yang menjelaskan karakter dasar Qian Zi Wen yang selalu diingat masyarakat China turun-temurun. Disusun selama Dinasti Liang (502-557M), berisikan 1000 huruf China yang unik dalam frasa empat kata.

7. San Zi Jing/Tiga Karakter Klasik China (Yangyangtu)
Buku ini menyampaikan isi Tiga Karakter Klasik dengan bahasa yang mudah dipahami dalam bentuk ilustrasi komik yang menarik, sehingga para pembaca dapat dengan mudah mencerna dan memahami isi dari buku dasar yang penuh akan pengetahuan.

8. Teka-Teki Kreativitas (Bagus Satriawan)
Berisikan aneka ragam teka-teki yang dapat diselesaikan dengan sedikit kemampuan dalam mengolah masalah matematika. Disajikan dalam bentuk soal atau kasus di bagian awal dan solusi atau jawaban di bagian akhirnya. Setiap kasus disajikan secara jelas dan rinci sehingga Anda dapat menemukan solusi atau jawaban dengan praktis, juga ada ilustrasi dalam bentuk grafik yang diharapkan makin memperjelas kasus yang ada.

9. TTS Pilihan Kompas Jilid 5
Tak cuma berisi kumpulan TTS, tapi juga mengajak kita berkenalan dengan Pagar Kakilangit, komunitas tempat berkumpul para penggemar TTS se-Jabodetabek. Juga ada cerita tentang Ecky Putrady dan Dimas Tri Ciputra, dua mahasiswa ITB pembuat apllikasi TTS Kompas untuk handphone dan pemenang Kompetisi ITB Application Developers (KIAD) tahun 2011

Ulasan tertulis di atas sebagian besar adalah apa yang tercantum di bagian belakang buku yang biasanya merupakan pengenalan dan penggambaran singkat akan isi buku tsb (beberapa sudah saya edit, hanya ambil inti ceritanya). Penilaian pribadi saya akan menyusul segera setelah saya selesai membaca buku2 tsb.. :D

Alasan membeli buku tersebut antara lain:
nomor 1 - 3: akhir2 ini saya menyukai bacaan yang mengulas secara jujur kehidupan di metropolitan. Tidak sekadar mengumbar keglamorannya, namun juga sisi gelap dari kehidupan yang gemerlapan.
nomor 4 - 5: membaca kisah atau artikel sejenis, terkadang mampu menimbulkan rasa empati atas yang dialami penulis, rasa syukur atas anugerah yang kita dapatkan, juga menyulut semangat dalam diri.
nomor 6 - 7: sebagai seseorang yang masih bergantung nafkah pada pengajaran bahasa mandarin, maka sekiranya perlu bagi saya untuk menambah ilmu di bidang tsb.
nomor 8 - 9: saya hanya berharap, walau usia bertambah tua, namun kemampuan otak tidak membuat kecewa.

BSD21052013
© by WP

Berpindah

Sudah hampir tiga minggu ini saya dan keluarga sibuk mengurusi hal pindahan rumah dari kota lahir saya menuju BSD. Cukup ribet karena banyak barang yang harus diangkut dan dibongkar-muat.
Bagaimana tidak? Rumah itu sudah menjadi tempat tinggal tetap orang tua saya 30-an tahun. Perabot dan pernak-pernik di dalamnya, sudah jelas telah beranak-pinak jumlahnya..

Suatu saat sedang mengawasi ibu berbenah sambil memilah barang yang masih bisa digunakan dan barang yang akan dibuang, terlintas dalam pikiran saya bahwa pindah rumah (move in) hampir sama halnya dengan beralih hati (move on)..
Sengaja tidak menggunakan istilah ’berpindah hati’ karena sebelumnya pernah ada judul lagu sebuah grup musik kawakan Indonesia, yang isinya mengenai kesetiaan seorang pria kepada kekasihnya dan ia tak mungkin berpindah hati, berpaling, memberikan cintanya kepada wanita lain..

Berhubung saya terbiasa mendengarkan (tepatnya lebih banyak membaca) curhatan di satu forum komunitas online (me and capcipcus), sering sekali saya menemui kalimat ’saya galau, ngga bisa move on’..
Rata2 cowo atau cewe yang (mungkin) baru merasakan cinta untuk pertama kalinya atau sudah menjalin hubungan untuk waktu lumayan lama kemudian putus, akan merasa dunia seolah hancur karena rasa kehilangan tsb. Hidup tidak ada lagi gairah, setiap kali melewati tempat kenangan, mendengarkan lagu tertentu, maka akan teringat si mantan..
Di saat pikiran dan hati terbebani dan ybs tidak bisa membedakan urusan pribadi dan profesional, maka kondisi ini jelas akan mempengaruhi kinerja harian orang tsb, hasil kerja tidak optimal. Tidak perduli apakah statusnya pelajar, karyawan, pengusaha, atau lainnya.
Biasanya respon saya adalah : ’yah, dirimu masih muda, masih banyak hal yang harus dikejar daripada perihal asmara. Seiring waktu berjalan, akan bermunculan banyak orang di hadapan dan mungkin salah satunya merupakan jodoh sampai akhir waktu nanti. Jangan takut bangkit setelah merasakan sakitnya terjatuh..’
Reaksi atas pernyataan saya ya tergantung si curhater. Kalau dia seorang yang berpikiran positif, maka dia akan lebih cepat pulih daripada yang tidak percaya diri atau yang cenderung berpikiran negatif.

Berikut kesamaan yang terlintas di pikiran saya:
-    Kehilangan rasa nyaman..
Tiap manusia pasti memiliki kebutuhan atas rasa nyaman. Rasa nyaman secara fisik bisa timbul karena tingkat kebersihan, kecocokan lingkungan, kepraktisan aktivitas dari tempat tinggalnya, sementara rasa nyaman secara kejiwaan timbul karena kita menemukan seseorang yang bisa diajak berbagi cerita, berbagi pengalaman, baik yang senang atau sedih.
Sekalinya sudah menemukan sesuatu yang sesuai dan membuat kita merasa bahagia di dalamnya, maka akan susah untuk meninggalkannya. Dalam hati tentu akan merasa sakit, tidak tega, resah apakah akan menemukan yang serupa, dan perasaan negatif lainnya. Tapi seiring waktu dan melalui proses memilih lebih lanjut, maka kita bisa menemukan tempat tinggal ataupun seseorang yang tepat yang mempunyai kriteria kurang lebih sama dengan yang terdahulu..

-    Perlu tambal sulam..
Ada beberapa barang di tempat lama yang harus ditinggal karena kondisinya sudah tidak baik lagi, kemudian di rumah baru kita harus mencari perabot dan aksesori baru yang sesuai dengan kebutuhan, bentuk rumah, warna cat, dsb.
Demikian pula kita harus introspeksi, mana sifat yang harus kita ubah atau sikap yang harus dipertahankan dan ditingkatkan untuk menjadi sosok kekasih yang lebih baik.

-    Penyesuaian
Selera setiap individu sangatlah variatif. Apabila rumah baru yang kita tempati memiliki gaya tata ruang berbeda dengan keinginan kita, tentu kita harus meluangkan waktu untuk merancang atau menata ulang rumah tsb.
Pun saat kita memiliki kekasih baru, maka kita perlu untuk menyesuaikan diri dengannya. Luangkanlah waktu untuk mengetahui bagaimana sifat aslinya, apakah arah dan tujuan yang diharapkan dari hubungan tsb, dsb.

Satu2nya perbedaan yang mencolok adalah harga barang setelah digunakan.
Harga rumah akan terus meningkat walaupun ia sudah berpindah tangan beberapa kali. Tapi namanya kekasih mantan orang lain, nilainya mungkin saja naik atau turun tergantung pada individu.
haha.. (sekadar selingan..)

Ah, ya begitulah..
Intinya, di saat kita merasa sakit karena kehilangan sesuatu, biarlah waktu membantu kita menambal ruang kosong itu. Dan percayalah selalu ada yang lebih baik sedang menanti kita mengejar di depan sana.

Kng13052013
© by WP

STAR TREK INTO DARKNESS


Jika ada satu film mengenai penjelajahan luar angkasa yang dikenal semua orang dan sangat ditunggu-tunggu kehadirannya, mungkin serial Star Trek adalah salah satu nama film yang akan disebut selain Star Wars yang tak kalah fenomenalnya. Setelah sukses menghantarkan reboot Star Trek pertamanya pada 2009, kali ini sang sutradara J.J Abrams kembali menyajikan kelanjutan kisahnya.
Awal kisah Star Trek kali ini menceritakan Kapten James T. Kirk (Chris Pine) yang harus mendapatkan hukuman karena melakukan kecerobohan pada salah satu tugas mereka di sebuah planet bernama Nibiru. Walaupun sebenarnya Kirk berusaha menyelamatkan nyawa Spock (Zachary Quinto), sahabat sekaligus Perwira Pertama-nya, tapi para petinggi di Starfleet Enterprise tidak memberi sedikit pun kelonggaran. Mereka menurunkan jabatan Kirk menjadi Perwira Pertama dan menyerahkan tugas mengepalai pesawat penjelajah luar angkasa USS Enterprise tersebut kembali kepada Admiral Christopher Pike (Bruce Greenwood). Dan bukan hanya itu, Spock yang merupakan keturunan ras Vulcan yang sangat patuh dengan peraturan dan tidak bisa berbohong malah menyalahkan Kirk dan sama sekali tidak berterima kasih kepada sahabatnya karena telah menyelamatkan nyawanya. Persahabatan mereka pun terancam.
Sementara itu, salah seorang mantan anggota Starfleet, agent John Harrison (Benedict Cumberbatch) meledakkan markas Starfleet Enterprise sector 31 yang penuh rahasia dan melakukan penyerangan saat pertemuan para petinggi Starfleet dilaksanakan untuk membahas peledakan tersebut. Harrison lalu kabur ke planet Kronos di mana planet tersebut dihuni oleh ras Klingon yang tidak terlalu akur dengan para penghuni bumi. Penyerangan mendadak itu mengakibatkan terbunuhnya Pike yang membuat Kirk sangat terpukul. Dengan penuh kesedihan dan niat untuk membalas dendam, Kirk meminta izin Laksamana Alexander Marcus (Peter Weller) untuk mengejar dan menangkap Horrison ke planet Kronos. Marcus memberikan izinnya dan membekali Kirk dengan 72 Photon Torpedo sekaligus perintah jelas untuk membunuh Harrison dengan menembakkan torpedo itu di tempatnya bersembunyi.
Walaupun harus rela kehilangan Chief Engineer-nya, Montgomery ‘Scotty’ Scott yang mengundurkan diri karena tidak setuju mengangkut 72 buah Photon Torpedo yang misterius, tapi Kirk yang kembali menjadi Kapten tetap memimpin pesawat USS Enterprise untuk melakukan tugas militer pertama mereka dengan didampingi oleh Spock, Nyota Uhura (Zoe Saldana), Dr. Leonard ‘Bones’ McCoy (Karl Urban), Pavel Chekov (Anton Yelchin) dan para awak lain yang setia. Tapi ternyata tugas ini tidak semudah yang dibayangkan. Saat ingin menangkap Harrison, Kirk malah bertemu dengan para Klingon yang ingin membunuh mereka. Dan tiba-tiba Harrison muncul untuk menyelamatkan mereka dan mengatakan bahwa dia bersedia untuk menyerahkan diri sesudahnya.
Kirk yang mengira tugasnya sudah akan selesai dengan memutuskan untuk menyerahkan Harrison kepada Marcus harus mengalami penundaan karena kapal luar angkasa mereka mengalami kerusakan Warp. Saat itu Harrison mengatakan bahwa kerusakan tersebut diakibatkan oleh 72 torpedo yang dibawa Kirk di cargo yang membuat Kirk dan para awak kapal kebingungan. Dan bukan hanya itu, Harrison pun mengatakan bahwa sebenarnya dia bernama Khan, seorang manusia super yang tidur di dalam tabung Cyrogenic selama lebih dari 300 tahun. Dan Khan mengatakan bahwa Marcus yang telah membangunkannya dari tidur panjang dengan keinginan untuk membuat sebuah senjata canggih yang dapat melawan Kerajaan Klingon.
Apakah yang dikatakan Khan adalah benar? Siapakah dia sebenarnya dan apa hubungannya dengan Marcus?
Sebelum membahas lebih jauh mengenai film ini, saya ingin membuat pengakuan dulu. Sungguh, ini serius.
Selama beberapa tahun belakangan ini saya sudah bulak-balik masuk bioskop, menonton berbagai macam jenis film dengan berbagai genre. Dan selama itu pula saya tidak pernah merasa benar-benar jatuh cinta dengan tokoh antagonis dalam film-film tersebut. Serius, loh. Tokoh antagonis memang cukup susah untuk dicintai. Bagaimana tidak? Tokoh antagonis biasanya bersifat jahat, bermuka sadis dan sangat menyebalkan. Pokoknya sama sekali tidak menarik, terutama untuk kaum wanita.
Tapi eh tapi, setelah saya menonton film Star Trek Into Darkness semua pandangan saya mengenai kejelekan peran antagonis hilang sudah! Serius! Ini Benedict Cumberbatch KEREN banget! Dia ganteng! Actingnya keren banget! Dan dia orang Inggris! Sumpeh, Benedict I Love You!!!
… … …
Ehm! Oke, kali ini saya mau membahas tentang filmnya, jadi saya harus serius dan melupakan sejenak ‘cinta pada pandangan pertama’ saya ini.  Ehm-ehm!
Secara keseluruhan saya sangat suka dengan cerita Star Trek kali ini. Scene pembuka film ini cukup seru dan menggugah adrenalin sekaligus rasa penasaran. Alurnya cepat, shocking scene-nya terasa tepat, para tokoh juga memiliki ciri khas yang kuat dan penuh karakter. Beberapa twist memang dibuat dengan kompleksitas yang cukup tinggi sehingga bisa sedikit membingungkan, tapi akhir dari twist-twist tersebut tidak mudah ditebak dan cukup menghibur. Jika berbicara tentang animasi, tentu saja tema Star Trek dan paduan tangan dingin J.J Abrams tidak perlu diragukan lagi.
Gabungan semua ini terasa begitu pas dan begitu menghibur sehingga dengan senang hati saya akan memberikan empat dari lima bintang untuk film ini. Tentunya dengan dengan nilai paling besar saya berikan kepada pemeran sang tokoh antagonis Benedict Cumberbatch yang bisa mengalahkan sang tokoh utamanya untuk hampir di semua aspek.
Jadi, untuk kalian pecinta franchise yang diciptakan sejak tahun 1966 ini atau untuk kalian pecinta film bergenre science fiction yang penuh animasi memanjakan mata dan kualitas acting yang mumpuni dari para pemerannya, film ini benar-benar sayang untuk dilewatkan. Dan kalau kalian berniat untuk menonton Star Trek Into Darkness ini, saya titip salam untuk Khan yah… ;3



Cuaca dan Kehidupan




Jam masih menunjukkan pukul 10 pagi, tetapi mentari yang bersinar cerah itu sungguh kelewat terik.
Saat mengantar Lala ke sekolah, Ibu Gurunya berkata suhu berkisar antara 34 derajad Celcius. No wonder it’s so hot!

Setelah itu saya bergegas berbelanja barang kebutuhan keluarga.
Di Supermarket, tak lama mendung mengiringi. Langit mendadak gelap.
Hujan pun turun.
Tidak terlalu deras seperti biasanya.
Karena biasanya diikuti petir dan halilintar. A thunder storm rain, after a really hot day!
Tak lama, cuaca kembali cerah. Panas kembali menyengat. Dan saya berjalan pulang.


***
Cuaca silih berganti.
Di negeri dua musim seperti yang pernah saya tinggali, Singapura dan Vietnam Selatan (HCMC), juga di negeri tercinta Indonesia, tentunya hanya musim hujan dan musim panas. Yang sekarang, konon dikarenakan global warming menjadi tak beraturan. Dulu waktu sekolah saya ingat, ada pembagian April-Oktober, Oktober-April untuk musim panas dan musim hujan, agaknya sekarang pun sudah tidak seperti dulu lagi.
Di negeri empat musim, cuacanya pun berubah-ubah. Spring, Summer, Autumn, Winter, empat musim berganti. Semi, Panas, Gugur, dan Salju (Dingin).

Begitu pun dengan kehidupan.
Setelah sekian lama menjalani kehidupan, kita pasti sadar bahwa ada banyak kali, kehidupan itu menjadi suatu misteri.  Terkadang, begitu jauh ia menyimpang dari rencana awal kita. Menjadikannya begitu tak tertebak.
Detik ini bahagia, detik berikutnya kesedihan sangat mungkin menyapa.
Sebagaimana layaknya cuaca, hidup pun terkadang begitu sulit diprediksi jalannya.

Tetapi, satu hal yang pasti.
Kita jalani seluruh musim kehidupan kita bersama Tuhan.
Sehingga dalam cuaca apa pun, kita tidak takut.
Bukan karena kekuatan atau kesombongan kita…
Melainkan karena kita percaya, kepada Tuhan kita serahkan semuanya.

Semoga dalam menjalani kehidupan ini, kita ingat bahwa segala sesuatu itu sifatnya begitu sementara.
Hujan berganti panas, semudah menjentikkan jari belaka.
Tetapi, kehidupan bersama Tuhan adalah sesuatu yang berbeda karena kita berjalan bersama-Nya lintasi segala peristiwa.
Melewati badai, hujan, mentari cerah, pelangi, dalam naungan kasih-Nya.

14 Mei 2013
fon@sg

Questions Book ( page 66 )


Ada saat di mana aku begitu ingin menghambur ke pelukanmu
Berteduh di sana dengan nyaman
Di tempat yang kau sebut sebagai tempatku berlindung
Aku yakin ada rasa aman di sana
Ada rasa nyaman yang bisa aku dapatkan
Tempat kedua di bumi di mana aku bisa merasakan semua itu
Ada saatnya aku ingin melupakan ketidaksanggupan yang melingkupi kita
Ketidakberdayaan yang diam-diam membuatku lemah
Membuat setengah hatiku lumpuh
Kau ingat dengan bayangan kita yang saling melepas rindu itu?
Kau ingat rasa menggebu-gebu itu?
Aku yakin kau ingat
Sebagaimana aku bisa mengingat dengan jelas kata-katamu waktu itu
“Sayang tak selamanya harus memiliki”
Tapi aku yakin sayang itu masih terasa manis
Tak akan pernah hilang
Seperti pancaran binar matamu yang masih sama
Tak peduli apakah setengah hatiku telah membatu atas nama orang lain
Perasaan itu akan tetap sama
Entah sampai kapan.

130513 ~Black Rabbit~
←Older