(Indra Afriza)
‘Kepanjangan Nafas’
istilah ini pertama kali Udo baca dalam sebuah buku kumpulan surat-menyurat H.B. Jassin (alm.). Waktu itu dia menggunakan istilah ini untuk mengomentari puisi seorang penyair muda yang sedang belajar lebih dalam tentang puisi.
Sebuah larik dikatakan ‘kepanjangan nafas’ ketika:
- dia menjadi terlalu panjang dan cenderung berubah menjadi prosa atau cerita mini. Misalnya: “Aku ingin dia memapahku dan menjaga serta membangunkanku dari tidur panjang ini…”
- Ketika bangunan kata atau penempatan kata pada lariknya tidak seimbang atau searah dengan larik-larik pendampingnya. Contoh:
Read the rest of this entry »

Majalah ADOI edisi Maret-April 2010
G. Lini Hanafiah, yang digelari Ibu Kost di group jejaring Yuk Nulis ini, tertawa ramah saat ditanya tentang ide awal dari pembentukan group ini. “Ini sebenarnya berangkat dari keprihatinan saya pada masalah yang dihadapi teman-teman penulis pemula yang sulit memplubikasikan tulisan-tulisan mereka di media-media yang mapan serta terinspirasi oleh ide citizen jusnalism yang membuka lebar kebebasan untuk mengekspresikan ide dan pemikiran.” Begitulah paparannya, justru para penulis pemula seperti ini harus mendapatkan banyak perhatian. Dan kemudian dirintislah group Yuk Nulis dengan memanfaatkan blog, mailist dan facebook. “Blog adalah media panjang yang cocok untuk meng-upload hasil tulisan-tulisan, milis sebagai ruang ngobrol sesama ‘nuliser’ sehingga bisa saling akrab, dan facebook sebagai jembatan penghubung menuju pembaca. Dengan cara ini tingkat keterbacaannya akan cukup tinggi,” jelasnya.[...]
http://via-lattea.org/kata-sahabat/yuk-nulis-ajakan-kreatif-untuk-produktif
(Winda Priyosa)
“berawal dari fesbuk baruku.. kau datang dengan cara tiba-tiba..” (song: my facebook by Gigi)
Saya kira itulah potongan lagu yang tepat untuk mencurahkan rasa saya terhadap komunitas Yuk Nulis! ini. Ya, semua serba tiba-tiba, tak terduga, datang tak diundang dan pulangnya jelas tak kan kuantar..
Saya hanya ingin sharing awalnya saya bisa bergabung di YN! sebagai wujud rasa terimakasih karena saya menemukan wadah untuk menyalurkan hobi membaca dan mendapatkan dukungan untuk menuangkan isi pikiran dalam bentuk tulisan. Kalau mau diceritakan, panjang perjalanannya untuk bisa sampai di komunitas ini. Kenapa saya bilang begitu?? Saya tahu eksistansinya dari seseorang yang saya add karena terlebih dulu saya meng-add seseorang yang merupakan teman dari teman-teman seseorang yang saya add karena dia adalah kenalan yang ku-add dari website teman FB. Nah loh..! Memusingkan?! Tak apa.. Saya rela berbagi prosesnya kok..
Read the rest of this entry »
(Lia Maria Agnes)
Punya pacar. Laki-laki brengsek. Sering menghilang. Tiba-tiba muncul lagi. Hilang lagi. Seperti jelangkung. Datang tak dijemput. Pulang tak diantar. Membuat gila. Membuat cemas. Berpikir negatif. Menepis pemikiran sendiri. Tapi kok menghilang lagi? Berpikir negatif lagi. Menepis lagi. Kenyataannya menghilang. Sok berpikir positif. Ditampar kenyataan. Sang pacar selingkuh. Di depan mata. Berpikir negatif lagi. Terpuruk. Memaki diri. Memaki sang pacar. Terpuruk lagi. Akhirnya sadar. Mulai bangkit. Tertatih. Jatuh lagi. Bangkit lagi. Berpikir positif. Sedikit memaki keadaan. Berbenah diri. Biasa? Sangat biasa. Umum.
Apa yang tak biasa?
Read the rest of this entry »
(Bhudi Tjahja)
ssst.. dengarlah aku berbisik
supaya yang lain jangan terusik
karena kalau aku teriak
tembok-tembokmu akan terporak
ssst.. rasalah aku bersepoi
supaya hatimu rasakan damai
karena kalau aku menerpa
kemegahanmu akan poranda

Read the rest of this entry »
Aku bertanya pada Tuhan, jalan mana? Bukan ingin melepas kewajiban diri, namun suara hati tak terdengar jelas. Lalu mentari kembali terbit, seakan tak pernah lelah. Dan suara itu berkata perlahan, ini titik akhirnya, Sayang...
Jatuh tetes airmata, tertutup sudah pintu hati. Terkunci dengan pasrah. Sudah, akhiri saja. Tak sanggup lagi biarkan tanya dan ragu mengintip. Biarkan kunikmati sedih ini. Tak perlu ada yang mengerti.
Read the rest of this entry »
July 31st,2010
Angel Li | tags:
Puisi |
No Comments
Kutelan malam dalam tangis
Reguk air mata, gemerlip bintang tak ku hiraukan
Serangga malam bernyanyi, lantun minor senandungkan melodi
Serak teriak angin memecah langit
Pekat menari kuasai cahaya
Hujan tikam menjejali jantung
Panah terhunus, berhamburan dalam satu fokus; jiwa...
Read the rest of this entry »
Ia tak akan menuntut
Ia melepaskan
Ia tak akan meminta
Ia memberi
Mencintai adalah melepaskan
Bukan menggenggam erat
Mencintai adalah tentangnya
Bukan tentangmu
Read the rest of this entry »
(Winda Priyosa)
Ibarat pohon sedang meranggas,
asa ini daun yang terpangkas.
Gugur lantas hilang tak berbekas..
Keluarkan ku dari sangkar,
biar kuhirup kembali udara segar,
rasakan lagi dunia hingar bingar..
Read the rest of this entry »
(Lusia Widijaningrum)
Peribahasa di atas begitu dalam kumaknai, sesaat setelah khotbah misa pagi di sebuah gereja yang semua serba sederhana, baik bangunan gedung dan seisinya . Suasana pedesaan, bebunyian angin di dedaunan, kicauan burung membawa aroma kesejukkan.
Misa pagi dalam bahasa jawa, membuatku harus ekstra menyimak, untuk dapat menangkap makna dari kalimat perkalimatnya,
terjemahan bebas yang ku maknai dengan segala keterbatasan kemampuanku dalam menangkap arti dari peribahasa itu:
Read the rest of this entry »
(Agnes Bemoe)
Kemarin, tanggal 23 Juli 2010, tepat pada peringatan Hari Anak Indonesia, saya dikirimi sebuah puisi oleh seorang anak perempuan kecil, Michayla, namanya. Puisinya saya copas lagi di sini:
Helani si kuda poni kecil
Helani si kuda poni
ia baik hati
ia temannya banyak
ia suka menolong
Read the rest of this entry »
(Daesy Christina)
Untuk : Bambang Yapri, Yoli Prasanti & Huerina
Tak terasa
Bertambah lagi satu
Tak terasa
Berkurang lagi satu
Seperti DIA yang menambahkan
Satu lagi kebijakan untukmu
Seperti DIA yang mengurangkan
Satu lagi kesusahan untukmu
Read the rest of this entry »
(Daesy Christina)
Tulisan ini aku dedikasikan untuk keponakanku yang sedang terbaring di RS karena DBD.
Menurut wiki, demam berdarah adalah sebuah penyakit demam akut yang hanya ada di daerah tropis.
Penyebarannya melalui nyamuk nakal yang bernama
Aedes Aegypti. Yoa nakal! Wong habis digigit nyamuk ini, yang tadinya sehat bisa langsung drop bahkan bisa sangat fatal hingga kematian.
Gejalanya:
1. Demam tinggi selama 4 - 7 hari.
2. Nyeri pada tulang.
3. (Kadang) muncul tanda bintik merah pada kulit, yang tidak akan hilang walau dipencet, ditarik, ataupun digosok-gosok.
Read the rest of this entry »
(Vincensia Naibaho)
Begitulah rasanya mencintaimu!
(Olyvia Santoso)
jatuh cinta, sejuta rasanya.. (kalo ga salah penyanyinya oma titik puspa)
malam makin kelam
wajahmu mulai membayang
desir hati tak mampu kutahan
setiap tarikan nafasku menyerukan namamu
kala nadi mulai berteriak
kala hati mulai bergetar
air mataku mulai menetes
sedihkah? Atau bahagia?
Read the rest of this entry »
(Bhudi Tjahja)
aku si juwita
haha.. kata siapa?
aku hanya bergurau saja
siapa bilang si rembulan ini juwita?
aku bersinar terang
haha.. mengapa kau lekas percaya?
bukankah ketika purnama
aku hanya memantulkan cahaya saja?
Read the rest of this entry »
(Marina Yunita)
Ngantuk..
Mengapa kau selalu datang
Setelah makan siang berlalu
Mengapa kau selalu setia menemaniku
Saat aku sedang menjalankan tugas
di siang hari..
Dan mengapa kau pergi setelah segelas kopi
datang menghampirimu..
(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)
Dan ketika rasa itu hadir, aku tahu aku harus pergi
Menepi pada sebuah singgasana jiwa yang rapuh
Bermeditasi diantara gejolak batin
Diam didalam diam, sepi diantara yang sepi
Tak kumau cahaya, tak juga bintang yang bertebaran diangkasa
Hanya sepi dan hening yang dalam
Hanya mata dan hati yang bersuara
Read the rest of this entry »
(Imelda Wijaya)

Megap kugapai
Udara terasa pekat
Nila biru hitamnya
Kuasai rongga dada
Terkantuk mataku pejam
Berat sayup tak sanggup terbuka
Kepala penuh berjuta bintang
Kicau burung tak jelas berputar melayang
Read the rest of this entry »
(Bhudi Tjahja)
tatkala terang hari masih benderang
tak satu pun bersedia memandang
padahal kami masih tetap di sini
bersolek diri ‘tuk sebuah simfoni
kami para bintang nan cemerlang
sepanjang masa menggelantung tenang
bergegas lekas di saat petang
menyambut malam ‘kan segera datang
Read the rest of this entry »
(Marina Yunita)
Hari ini akan ku ungkapkan
Semua perasaan dihatiku
Bahwa sesungguhnya aku
Sangat mencintaimu
Ku sadar cintaku
Tak terbalaskan
Read the rest of this entry »
Wulan wingi bengi aweh kabar Lintang panjer rahino ilang cahyane Serngenge mau isuk aweh ngerti Lintang panjer sore ra ono sinare Aku mung iso meneng Aku mung iso mandeng Ilat iki san soyo kaku Lambe iki san soyo ngelu Ati iki takon Opo kowe wis ra gelem weruh rupoku Opo kowe wis ra karep nyawang aku madep ngulon Megatruh sing tak tembangke pancen elek Macapat sing tak langgamke pancen ra mathuk Aku mung ngerti siji kudune kowe ngerti Wulan kabari nek rahino pancen kangen Serngenge aweh
(Marina Yunita)
Saat hati ini disakiti
Ku tak sanggup membuka
Hati untuk yang lain
Tak sanggup tuk merasakan cinta lagi
Tapi entah mengapa
Saat pertama kali ku melihatmu
Read the rest of this entry »